Perubahan Iklim Yang Aku Rasakan

Dear Teman,

Baru-baru ini, aku dan anak-anak staycation di Salatiga. Kota yang terletak di kaki gunung ini memang terkenal nyaman dan sejuk untuk ditinggali. Sudah terbayang, ademnya kota ini di benakku. Pasti nyaman sekali untuk rehat sejenak melepas penat.

Tapi, ternyata kenyataan tak seindah realitas. Salatiga kini tak seadem yang kurasakan dahulu saat menginap di rumah saudara. Hal yang sama juga terjadi pada Ungaran, kota tempat tinggalku. Juga Sukabumi.

Perubahan Iklim yang Aku Rasakan
Perubahan Iklim yang Aku Rasakan (Foto: Sasint, Pixabay.com)

Dulu, menginap di Sukabumi berarti harus siap sedia baju lengan panjang atau jaket. Belum lagi, kalau mau mandi pagi rasanya mager banget karena airnya dingiiin kayak es! Keadaan sudah berbeda sekarang. Salatiga, Ungaran dan Sukabumi kini sama panasnya dengan kota lain. Siang hari panasnya terik hingga membuat kepala keliyengan. Jadi sedih, mengapa ini bisa terjadi? 

Ternyata, Kita mengalami apa yang disebut perubahan iklim. Perubahan iklim adalah fenomena perubahan pola keikliman yang berpengaruh pada cuaca suatu tempat atau seluruh dunia dalam jangka panjang. Perubahan iklim bumi masa kini dipengaruhi oleh memanasnya permukaan bumi. Hal ini menyebabkan perubahan cuaca, curah hujan, pola angin dan fenomena alam lainnya.

Tak hanya bumi semakin memanas, dampak lainnya pun akan terjadi. Sebut saja terjadinya bencana alam angin puting beliung, kemarau yang berkepanjangan atau sebaliknya curah hujan tinggi. Terus, berkurangnya sumber air hingga peningkatan volume air karena es di kutub mencair. Tak heran, saat ini bencana alam terjadi silih-berganti di berbagai daerah ya.

Menurut situs Lingkungahidup.co, suhu rata-rata bumi telah meningkat sebesar 1.5 derajat Fahrenheit dibandingkan beberapa lalu. Suhu ini akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Bisa kita bayangkan bakal sepanas apa bumi kelak? Bagaimana anak cucu kita hidup kelak? Itulah mengapa pemerintah 13 negara menyatakan saat ini adalah terjadi darurat iklim.

Perubahan iklim yang aku rasakan
Cuaca semakin tak menentu (Foto: Guvo59, Pixabay.com)

Karbon dioksida adalah salah satu gas utama yang menyebabkan perubahan iklim. Gas ini bekerja sebagaimana cara kerja rumah kaca yang menjebak panas untuk tetap berada di bumi. Dalam jumlah memadai, ia membantu bumi menahan energi dari Matahari sehingga tidak semuanya kembali ke antariksa. Keberadaannya membuat lautan bumi tidak membeku. Akan tetapi, peningkatan karbon dioksida atau CO2 yang tidak terkendali membuat bumi semakin memanas. Seram, ya?

Menurut berbagai penelitian dan jurnal, 97% perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia. Beberapa aktivitas manusia yang mengakibatkan perubahan iklim secara drastis adalah menjamurnya kendaraan bermotor. Bensin mengandung banyak polusi bahan kimia terutama karbon dioksida.

Setiap keluarga rata-rata memiliki satu atau lebih kendaraan bermotor. Jika anaknya tiga orang, bisa saja mobil atau motornya berjumlah 3-5 buah. Bisa dibayangkan bagaimana tingginya tingkat polusi sebuah kota apalagi kota besar? Kota-kota besar di dunia bahkan kualitas udaranya sudah sangat buruk hingga bisa menyebabkan timbulnya berbagai penyakit pernapasan. 

Baca Juga: Makanan Ramah Iklim

Aktivitas berikutnya adalah sampah. Meningkatnya jumlah penduduk dunia dan pertumbuhan kota-kota di dunia mengakibatkan berbagai masalah perkotaan. Salah satunya adalah masalah sampah. Tumpukan sampah ternyata menghasilkan banyak gas metan. Gawat ya!

Kegiatan industri pertanian dan peternakan ternyata juga menyumbang efek buruk bagi iklim. Petani menggunakan pupuk mengandung nitrogen untuk menyuburkan tanaman. Ternyata, gas nitrogen ini bisa berubah jadi nitrooksida, efek rumah kaca yang kuat.

Perubahan iklim yang aku rasakan
Daur ulang sampah untuk mengurangi tumpukan sampah
 (Foto: Shirley810, Pixabay.com)

Begitu pula peternakan menyumbang efek negatif bagi iklim kita. Sapi menghasilkan gas metan saat rumput mengalami peragian di dalam perut mereka! Bayangkan, betapa daging sapi adalah makanan populer di seluruh dunia dan terdapat milyaran peternakan sapi di muka bumi ini. See?

Apa yang harus kita lakukan? Sebagai langkah awal #UntukmuBumiku bisa dimulai dari keluarga kecil kita di rumah. Kurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mulai rutin menggunakan kendaraan umum. Membiasakan diri dan anak-anak bersepeda juga merupakan langkah yang berarti. Kita bisa mulai mengurangi sampah dan berusaha mendaur ulangnya. 

Mengurangi makan daging merah dan lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran juga sebuah langkah kecil #TeamUpForImpact namun jika dilakukan secara kompak oleh masyarakat akan berarti bagi dunia. Tak hanya mengurangi gas metan di atmosfer, tubuh pun lebih sehat.

 

 

Dewi Rieka

Seorang penulis buku, blogger dan suka berbagi ilmu menulis di Ruang Aksara

31 Comments

  1. Dulu awal 2000 an saat nginjakin ke kota Malang sejuk banget, sampe jam 12 siang belom berani mandi saking dinginnya. sekarang... duh panas dan gerah. Jam 6 pagi mandi biasa aja. Memang perubahan iklim terasa dimana mana ya kak

    ReplyDelete
  2. Yah. Aku juga merasakan bahwa kondisi alam nggak lagi sama. Madura semakin panas saat ini. Iklim telah berubah.

    ReplyDelete
  3. di tempat saya juga rasanya tak sedingin dahulu, padahal masih area dekat dengan gunung. perubahan iklim ini sebetulnya sudah diserukan lama sekali ya namun memang perannya ini perlu serentak, nggak bisa masing-masing saja karena untuk keberlanjutan hidup manusia juga. semoga ke depannya tak hanya gerakan2 kecil saja yang berjalan namun dalam jumlah yang masih dari berbagai pihak

    ReplyDelete
  4. Perubahan iklim itu benar Ada Dan menjadi ancaman nyata kehidupan di bumi. Kerasa banget sih sekarang dimana mana

    ReplyDelete
  5. dua minggu pertama puasa sering hujan deras selepas ashar, eh beberapa hari ini terasa banget panasnya, ya allah memang sih harus dimulai dari hal sederhana untuk jaga bumi

    ReplyDelete
  6. Climate Change is Real!
    Benerrr banget nih mba Dew, namanya perubahan iklim tuh pengaruh dan dampaknya luar biasa.
    semoga kita sama2 saling berkontribusi utk planet Bumi yg lebih baik ya

    ReplyDelete
  7. Serem sih sbnrnya ini, walopun banyak orang2 yg masih anggab sepele :(. Aku sendiri berusaha dengan cara jangan membuang makanan. Sampah makanan juga penyumbang utK perubahan iklim skr. Kalo daging merah aku memang msh makan, tapi ga sering. Sebulan sekali lah. Biar gimana juga ga sehat. Makanya LBH banyak ke sayur buah dan protein nabati.

    ReplyDelete
  8. Perubahan iklim terjadi dimana-mana. Termasuk di daerah puncak di Sulawesi, salah satunya Malino ygvdahulu mau mandi saja tunggu sampai jam 12.00 baru bisa. Sekarang jam 07.00 pagi sudah mulai hangat.
    Semoga Bumi kita kembali bersih dan sehat.

    ReplyDelete
  9. Memang kerasa banget perubahan iklim sih mbaak
    Aku dari kecil tinggal di Bandung dan sekarang berasanya jadi mudah gerah
    Bandung sudah gak sesejuk dulu lagi sih

    Semoga kita bisa sama-sama menjaga bumi ini agar tetap lestari yaah

    ReplyDelete
  10. saya dulu pertama datang ke Malang, jarang mandi sore mbak. Dingiiin sekali airnya. Sekarang jam 6 pagi belum mandi tuh badan udah terasa gerah.

    Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor nih emang susah ya, bener deh 3 orang di rumah yang bisa naik motor, bisa jadi di rumah itu ada lebih dari 3 motornya. Kemudahan kredit motor dan cepatnya model motor baru bermunculan, jadi salah satu pemicunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak Naniek..
      sama banget sama Bandung.
      Dulu awal-awal dateng sampek kaku tangan dan kaki saking dinginnya. Kini juga masih dingin, tapi kalau siang tetep panas euuii~

      Delete
  11. Aku seringkali merasa bersalah sekaligus dilematis, kak Dew.
    Di satu sisi, aku melakukan hal yang merusak linkungan, di sisi lain aku berusaha dengan maksimal apa yang bisa aku lakukan, seperti pakai tas kain, tidak buang-buang makanan dan mengurangi penggunaan botol plastik.
    Jadi kudu lebih baik lagi dari hari ke hari agar kebiasaan baik terus terbentuk dan bumi bisa ramah kembali kepada manusia.

    ReplyDelete
  12. Iya Bandung saja sekarang panasnya pakai banget, huhuh. Gerah bikin emosi wkwkwkw. Kita harus sadar yah, gimana caranya memberikan kontribusi untuk bumi ini supaya tidak terjadi global warming.

    ReplyDelete
  13. Huhu, kerasa banget ya perubahan iklim sekarang. Dulu Maret itu udah musim panas, hujan jarang. Ini di sini April pun masih aja tiap hari hujan terus saat sore. Tapi siangnya panaaas banget. Semoga dengan banyaknya yang melakukan kebiasaan baik untuk bumi, iklim bisa kembali bersahabat.

    ReplyDelete
  14. Langkah kecil untuk lebih peduli lagi sama bumi dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga ya mbak. Kalo aku biasanya belanja naik motor, sekarang sering jalan kaki, terus selalu bawa tas sendiri dari rumah.

    ReplyDelete
  15. Perubahan iklim sudah terasa emang sih, misalnya di Bandung. Dulu kan terasa dinginnya dan sejuk segar. Eh sekarang agk sumpek dan gerah. Soal mengurangi sampah plastik aku sekeluarga sudah berusaha hamppir selalu membawa botol minum dan wadah makanan sendiri dari rumah.

    ReplyDelete
  16. Sedikit demi sedikit aku sudah mulai melakukan langkah kecil untuk menyayangi bumi.Seperti penggunaan kendaraan. Sekarang kalau hanya ke minimarket ya jalan kaki saja jauh sedikit daripada nambah polusi udara dari motor, begitupun di rumah.Sudah mulai kurangi daging merah. Paling 3-4 bulan sekali ya.Lebih ke makanan sehat yang banyak protein dan sayur-sayuran

    ReplyDelete
  17. alhamdulillah aku geng pecinta public transport di Jakarta nih mba, memang jadi ga terasa sedang turut menjaga lingkungan malahan karena public transport di jakarta sudah nyaman dan bener2 menjadi solusi dari kemacetan ya jujurly aku memilih naik Commuter Line atau MRT untuk berkegiatan sehari. Untuk konsumsi daging merah masih agak sulit nih dikurangi apalagi anak2 ku, tp buah dan sayur sudah lumayan jadi pola makan di rumah.

    ReplyDelete
  18. Benar sekali sebuah langkah kecil jika dilakukan secara kompak oleh masyarakat akan berarti bagi dunia
    Kelestarian alam terjaga, bisa mengurangi gas metan di atmosfer, juga dampaknya bagi tubuh pun ada, lebih sehat jadinya

    ReplyDelete
  19. Benar sekali ya mbak, ancaman perubahan iklim itu nyata adanya
    Makanya kita perlu melakukan aksi aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim ini

    ReplyDelete
  20. Iya betul mak Dew, perubahan iklim tuh terasa sekali, apalagi kalau kitanya cuek-cuek saja tidak mengambil langkah perubahan untuk mengendalikan nanti tambah nangis buminya. Sebenarnya kita semua bisa juga loh ambil peran dalam pengendalian, mulai saja dulu dengan kebiasaan di rumah.

    ReplyDelete
  21. Jadi gak perlu jadi aktivis lingkungan dulu utk berkontribusi dalam perbaikan perubahan iklim yang ekstrem ya mbak, namun bisa dimulai dari hal2 kecil seperti apa yang kita konsumsi, bagaimana kita mengelola sampah dll

    ReplyDelete
  22. ternyata pupuk yang dianggap menyuburkan tanah ..ternyata secara tidak langsung juga merusak bumi karena gas yang dihasilkan... , semoga ada pupuk pengganti yang gak menrusak iklim..karena petani juga membutuhkan

    ReplyDelete
  23. benar banget dibidang pertanian juga menyumbang ya perubahan iklim, sebaiknya gunakan pupuk kandang, beralih makan sayuran organik. Kami di rumah juga semakin sering mengkonsumsi sayuran

    ReplyDelete
  24. aku kalau motoran masih soalnya masih keliling anter jemput anak selebihnya di rumah saja
    kalau daging jarang paling ikan atau ayam di sini mba
    tas reusable juga dah make aku

    ReplyDelete
  25. Langkah kecil kalau konsisten itu bisa berdampak besar apalagi kalau ngelakuinnya bareng-bareng. Untuk daging merah, aku sendiri jarang konsumsi ini. Mahal bok. Mending beli ikan, buah sayur yang banyak

    ReplyDelete
  26. Perubahan iklim ini emang terasa banget Mbak . Magelang dulu kota dingin, adem. Sekarang panas juga. Huhuhu

    ReplyDelete
  27. Waahhh... besar juga pengaruhnya ya proses makan sapi terhadap produksi gas metan. Malah baru tau nih.
    Berbagai perubahan perilaku kalau kita lakukan bersama-sama, impactnya bakalan terasa. Semoga makin membaik kondisi bumi kita seiring dengan perubahan perilaku kita yang makin mencintai lingkungan.

    ReplyDelete
  28. Iya mbak, aku pun merasakan perubahan cuaca yang ekstrim terjadi di kota Bogor. Dulu Bogor dingin banget. Sekarang dah panas banget. Apakagi siang harix ga senyaman dulu.

    Btw harus ada aksi nyata ya dalam mengatasi perubahan cuaca, ini harus dilakukan bersama sama, minimal apa yang bisa dilakukan Bersama keluarga.

    ReplyDelete
  29. Perubahan cuaca memang sudah tidak bisa diabaikan lagi. Di kampung halaman saya, Magetan, yang notabene kaki gunung Lawu, lha kok panasnya 11-12 sama Jakarta. Area sawah juga udah banyak yang hilang berubah jadi perumahan semua. Jadi gak heran kalau udara makin panas. Sudah nggak ada alasan lagi unutk tidak menunjukkan aksi nyata. Mulai sekarang kita harus peduli dengan situasi ini. Minimal dari keluarga kitalah. Syukur2 bisa menularkan pada orang lain.

    ReplyDelete
  30. Sama aku juga kalau ke kampung, ngerasa udah gak kaya kekampung lagi. Karena dalam ingatanku kampung tuh adem, eh sekarang kampung sama panasnya kaya di kota.

    ReplyDelete
Previous Post Next Post