Tips Memulai Hidup Sederhana dan Minimalis

Dear Teman, 

Sejak kecil, kita diajarkan oleh orang tua dan guru di sekolah untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Bagaimana kita harus membuang sampah di tempatnya dan rajin kerja bakti agar lingkungan senantiasa bersih dan sehat. Hasilnya, kita menjadi manusia yang senang kebersihan dan selalu menjaga lingkungan. 

Tips Memulai Hidup Sederhana dan Minimalis

Namun, ternyata hal ini tidak cukup. Karena lingkungan kita saja yang bersih. Kemana selanjutnya sampah yang kita hasilkan setiap hari dibuang? Bayangkan, kalau setiap hari sampah yang kita hasilkan satu kantong plastik ukuran sedang. Bagaimana dengan rumah tangga lain di perumahan kita? Kecamatan? Kabupaten? se-Indonesia? 

Berapa ton sampah yang dihasilkan setiap detiknya? Ya, lingkungan kita memang bersih tapi lingkungan tempat pembuangan sampah bagaimana?

Ya, hal ini tak terbayangkan. Namun sejak sering membaca artikel di media massa tentang lingkungan hidup yang semakin rusak. Semakin tertimbun sampah, kita harus berpikir ulang tentang arti kebersihan lingkungan. Lingkungan di sekitar rumah kita bersih, tapi sungai tercemar limbah. Lautan penuh plastik. Hutan habis dibabat.

Apakah kita ingin seperti itu? Lingkungan kita saja yang bersih? Ya, Ada petugas sampah mengangkut buangan kita, petugas kebersihan membersihkan kota. Tapi, sampah yang menumpuk dibawa ke TPA yang luar biasa kumuh. Sampahnya hanya berpindah tempat. Lingkungan sekitar TPA yang menanggung deritanya.

Karena itu, muncullah gerakan untuk hidup sederhana. Menjalani kehidupan sehari-hari dengan sederhana dan minimalis. Diharapkan dengan ini, dapat meminimalisir sampah yang kita hasilkan sehari-hari. 

Tips Memulai Hidup Sederhana dan Minimalis

Kita mengenal Marie Kondo dan Fumio Sasaki yang memperkenalkan gaya Hidup Minimalis ala orang Jepang dengan prinsip sedikit barang banyak manfaat. Ada juga yang mengadopsi gaya hidup zero waste atau minim sampahSelain berusaha mengurangi produksi sampah keluarga, kita juga berusaha mendaur ulang. Misalnya, memisahkan sampah organik dan non organik. 

Sampah organik bisa kita tanam dan menjadi pupuk kompos. Sisa minyak goreng yang disebut minyak jelantah bisa dikumpulkan dan diolah kembali menjadi biodiesel. 

Sampah non organik juga bisa dikurangi dengan mengurangi penggunaan plastik bekas pakai dalam kehidupan sehari-hari. 

Mau pengakuan dosa, Aku dulu termasuk penimbun. Waktu masih sekolah, mengoleksi pensil, kertas surat dan lainnya. Saat kuliah, suka mengumpulkan boneka. Saat bekerja, suka mengumpulkan pernak-pernik rumah. Suka mengumpulkan kartu pos, surat dan berbagai benda demi alasan kenangan.

Saat menikah, baru terasa akibatnya. Rumah penuh! Kapok. Kardus berisi koleksi dan barang kenangan memenuhi rumah. Rumah jadi sesak dan tak nyaman. Aku ternyata menjadi tamak dengan mengumpulkan banyak barang. 

Sejak itu, aku berusaha hidup lebih sederhana dan minimalis. Sesederhana mencintaimu, hehe. 

Tips Memulai Hidup Sederhana dan Minimalis

Hidup tanpa banyak barang itu melegakan. Bak membuang masa lalu yang membebani hati dan pikiran. Tak ada lagi acara beli pernak-pernik. Serba secukupnya saja menggunakan barang. 

Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk hidup sederhana dan minimalis sambil menjaga lingkungan, ini beberapa tipsnya:

1. Berusaha mengurangi pemakaian plastik sekali pakai 

Caranya membawa botol minum atau tumbler serta kotak bekal, berbelanja ke pasar tradisional membawa tote bag, wadah plastik untuk menyimpan ikan segar dan daging, meminta pedagang membungkus bumbu dan lainnya dengan daun pisang. Termasuk yang sedang tren saat ini membawa sedotan aluminium. Lebih hemat dan ramah lingkungan. 

2. Selalu merawat barang yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. 

Dengan telaten merawat barang kita tak usah sering membeli barang baru seperti peralatan sekolah, perabotan  dan perkakas rumah tangga. 

3. Merawat baju, sepatu dan tas sesuai petunjuk perawatan agar awet. 

4. Tidak membeli baju berdasarkan keinginan, tapi benar-benar butuh dan dipakai. Tidak menumpuk saja di lemari. Masih banyak yang butuh pakaian.

5. Kita juga bisa mendaur ulang baju bekas sehingga nampak baru dengan menambah bordiran dan aksen rajutan di baju. 

Agar barang tidak menumpuk, rajin mengadakan garage sale di depan rumah bersama tetangga dan sahabat. Barang yang tidak terpakai bisa dijual di acara itu. 

6. Beli buku yang kita pasti baca. Buku-buku yang sudah tidak dibaca, jual, sebagian juga bisa disumbangkan ke taman bacaan. 

7. Berusaha menekan nafsu bela-beli termasuk camilan dan kopi, buku dan tas. Belilah yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Berpikir sebelum membeli. Jangan impulsif. 

Tips Memulai Hidup Sederhana dan Minimalis

Yang penting, tidak menumpuk barang yang tidak digunakan di rumah. Bisa kita sumbangkan barang yang tak terpakai pada teman yang membutuhkan atau kita jual dengan harga murah. 

Jadi, koleksi pakaian, tas, sepatu, dan buku yang sudah tidak digunakan, bisa mulai dihibahkan ke orang lain yang lebih membutuhkan. 

Jadi, tak ada lagi koleksi buku yang tak dibaca. Bahkan masih terbungkus plastik. Atau koleksi baju yang dibeli karena tergiur diskon. Atau kredit panci yang membebani padahal tak pernah digunakan. Sepanjang tahun tersimpan rapi di kardusnya. 

Salah satu trik untuk mengatasi gila belanja adalah dengan cara menjadi tenaga jastip alias jasa titip. Kita tetap bisa menyalurkan hobi belanja tapi tak harus memiliki. Sepertinya, aku akan menyalurkan hobi menimbun dengan mulai mengoleksi logam mulia saja. Lebih berfaedah bagi kesehatan dompet.

Dengan berusaha hidup sederhana dan minimalis, kita tak terganggu benda-benda, tak terbebani harta, kita juga turut menjaga kebersihan lingkungan. Dalam arti sebenarnya. Kita tak menyumbang timbunan sampah yang akan menyengsarakan orang lain dan bumi kita. 

Foto: Pixabay.com 


Comments

  1. Alhamdulillaah, aku juga menerapkan hidup minimalis mbak karena aku emang nggak suka terlalu banyak barang2 di rumah, apalagi sampai mengoleksi. Miliki dan membeli barang sesuai kebutuhan dan kalau bisa yang multifungsi, walaupun tak jarang orang mengira aku irit padahal irit dan minimalis itu beda jenis..😁

    ReplyDelete
  2. Memang gak gampang loh hidup minimalis gini. Untuk bebelian baju dan barang ga penting ya aku jujur jaraaang banget. Tapi kalau untuk makanan minuman atau waktu groceries shopping gini kan plastik yg disediakan jg banyak ya. Bingung jg sih.

    Makan minum masih bisa diatasi, tapi kalau untuk belanja di toko gede untuk kebutuhan rumah itu ga ada yg non plastik 😅

    ReplyDelete
  3. We O We.. sekarang Mbak Dedew jadi pengepul logam mulia? hihi.. Aku ikut grupnya dong Mbak. Aku waktu kecil punya hobi ngumpulin barang juga Mbak, tapi setelah tua, barang-barang tersebut diolah sama si kecil di rumah jadi penghias mainannya. haha.

    ReplyDelete
  4. Hhahahaaa Mak Dew, dulu pun aku waktu masih gadis pengakuan dosanya samaa, wkakakka.
    Koleksi alat tulis, kertas surat dllnya sungguh menggoda pada jamannya .
    Tapi semenjak menikah tak hibahkan satu2, melepaskan apa yang kita cintai itu akan merasa lebih ringan.
    Sekarang, udah terbiasa, sama minimalis...

    ReplyDelete
  5. Yang masih repot tu, bungkus kopi instant ama jajanan di warung, jajannya seuprit tapi menggunakan plastik yang tiga atau empat kali lebih gede dari isinya. Jadi masih nyampah terus ini dengan jajan anak.

    ReplyDelete
  6. kayaknya aku termasuk yang mau gak mau hidup minimalis selama masa pandemi berlangsung, semuanya harus serba cukup jangan berlebihan, dalam segala hal, dan sekarang lemari pakaian gak sumpek sama baju lagi hahahah

    ReplyDelete
  7. benerrr banget mba, aku semenjak nikah jadi mikir beli2an baju terutama, riweh banget naruh di mana lagi ini baju heuuu..jilbab2 menumpuk.
    jadi koleksi logam mulia aja yaaa ?#ehhhh lebih bermanfaat banget ituu ya mba

    ReplyDelete
  8. harus dimulai dengan niat dan semangat ya mba, karena banyak yang udah mulai lalu kaya stuck gitu loh, dan akhirnya terlalu over whelming tanpa pola. padahal minimalis itu seru ya mba.

    ReplyDelete
  9. Woooow, pas banget aku baca artikel ini, pas lagi berbenah kamar beserta isinya juga lemari :) Boleh koleksi benda2 kesayangan dan berharga, namun ada sebagian yang dihibahkan buat orang2 yang membutuhkannya. Beli barang sesuai kebutuhan bukan keinginan semata. Kudu yang berkualitas bagus supaya awet sampai lama :)

    ReplyDelete
  10. Halo mba. Terima kasih telah kembali mengingatkan. Terkadang tuh lapar mata. Ingin beli ini ingin beli itu. Termasuk untuk ukuran buku. Dan kayaknya aku harus pelan-pelan semakin membiasakan diri hidup minimalis :)

    ReplyDelete
  11. ada yg pernah ngajarin 'agar bisa masuk satu baju baru ke lemari, harus keluar satu baju lebih dulu', dan ini ternyata berat, hahahaha. oh iya garage sale di kampung masih agak susah sih, mbak. belum familier gitu

    ReplyDelete
  12. Hidup minimalis sedang saya coba lakukan sekarang. Biar gak banyak barang mubazir di rumah. Lagian biar terkesan lapang rumahnya

    ReplyDelete
  13. Saya tuh paling kalap kalau sudah lihat buku mbak...rasanya satu toko buku pengen saya beli semua... tapi seringnya sudah beli banyak buku malah ada yang belum kebaca sampe sekarang...hiks ....ya mungkin ini saatnya evaluasi..segera dibaca maksudnya hahah

    ReplyDelete
  14. Terima kasih tipsnya, Mbak. Pernah baca juga salah satu basic menerapkan hidup minimalis adalah mindfulness. Kalau kita mindful dalam belanja, mindful dalam konsumsi makanan akan terhindar jadi hoarder atau belanja karena impulsif.

    ReplyDelete
  15. Hidup sedergana dan minimalis itu jadi gak banyak beban juga ya mbak termasuk beban banyaknya sampah. Makanya aku juga lagi mau ngurang2in barang nih

    ReplyDelete
  16. Terima kasih tipsnya mbak.
    Memang sih apalagi pandemi gini berasa banget enaknya "gak punya apa2" dalam artian rumah tuh gak banyak barang, biar betah, makin gampang bersihinnya, dan gak ribet. Emang kudu berani "buang" barang2 yg sekiranya gak dibutuhkan lg dan gak nambah barang kalau gk butuh banget ya

    ReplyDelete
  17. Benar banget ya Mbk minimalis dan ekonomis pengen banget. Kadang juga bingung mau ngasih orang tapi barang2 juga masih digudang usah bau apek hihi.... Jadi pengen mulai merapikan barang layak pakai

    ReplyDelete
  18. Kehidupan dengan menganut hidup minimalis dan sederhana ini sudah yang paling nyaman. Karena beban hidup gak banyak dan pikiran juga tenang. Intinya memang kudu mengendalikan antara kebutuhan dan keinginan yaa, kak.

    ReplyDelete
  19. Pengingat yang wajib dilakukan selamanya ni Mba. Aku udah beberapa tahun ini mengurangi kesukaan belanja baju, tas atau sepatu. Kalo ga rusak ya gak beli. Nah untuk buku baru bisa 2 tahunan, cuma belanja buku yang udah pasti aku baca. Kapok juga buku ada banyak, bingung mau dikemanakan. Sebenarnya udh disumbangkan sebagian di taman baca deket rumah tapi masih banyak juga

    ReplyDelete
  20. Di rumah kami entah apalah banyak banget barang yang sudah tidak digunakan namun menumpuk di setiap ruangan. Entah mulai darimana mengemasinya.

    ReplyDelete
  21. Meski tidak mudah...tetep berusaha..Minimal mengurangi ketergantungan sama kantong plastik..dan aku menerapkan ke anak-anak..Jadi mereka terbiasa sejak dini.. PR nya masih banyak sih ya..haha

    ReplyDelete
  22. Kelihatannya enak ya diucapkan : Hidup minimalis, hidup secukupnya, hidup sederhana

    pada kenyataannya, aku aja yang bajunya itu lagi itu lagi, menumpuk barang buanyaaaak banget, sampe membuang berkontainer baju, buku dan entah apa lagi!

    ReplyDelete
  23. hidup minimalis lagi jadi tren akhir akhir ini ya mbak
    enak lho sebenarnya hidup minimalis gini
    jalani hidup lebih simple dan bahagia
    aku juga lagi belajar hidup minimalis

    ReplyDelete
  24. aku dah mulai decluttering mba lumayan bikin lemari2 leeegaaaa banget pokoknya jadi hepi bisa masukin baju yang diperluin lagi *eh

    ReplyDelete
  25. Sejak pandemi menyerang, saya sudah ga mikir bakalan beli selain makanan
    Baju dan lain-lain sudah ga menarik sekarang kecuali untuk keperluan penting

    ReplyDelete
  26. Huhuhu, kepengen banget deh bisa hidup minimalis. Udah sejak kapan niatnya. Belom kesampaian aja. Tapi udah mendingan sih sekarang. Udah lebih bisa nekan keinginan. Walopun motivasinya karena duitnya lebih prioritas ke kebutuhan lain, misalnya sekolah anak. Semoga deh, dengan makiin sering baca tulisan, kayak tulisan Dedew ini, keinginan untuk hidup minimalis bisa terlaksana.

    ReplyDelete
  27. Aku juga lagi mencoba gaya hidup minimalis ini, belanja kalau memang butuh dan perlu. Apalagi penggunaan plastik, agak sulit nge rem nya. Tapi harus dicoba demi kebaikan bersama ya, mba

    ReplyDelete
  28. Alhamdulillah aku juga sudah mulai, tapi kadang masih tergiur klo ada diskon .oh iya aku juga masih punya banyak buku yang dari awal beli sampai sekarang masih belum pernah dibaca, masih terbungkus plastik. Jadi mulai menampik bila ada teman menawarkan bukunya..takut numpuk daftar buku ga terbaca..
    Terima kasih tipsnya, Mbak Dewi

    ReplyDelete
  29. Artikelnya keren banget mba... hidup minimalis gini emang udah paling susah-susah gampang. Awalnya susah buat milih butuh dan ingin. Tapi lama-lama bisa insyaAllah

    ReplyDelete
  30. Salah satu yang membuat saya enggan belanja pakaian walau ingin adalah lemari numpuk dengan baju. Dan baju juga akan dimintai pertanggung jawabannya kalau ga dipakai2. mending disedekahin. Jadi saya kalau mau beli baju, wajib sedekahkan minimal 3 baju yang saya punya.. xixixi

    ReplyDelete
  31. Saya juga berusaha untuk hidup minimalis, mbak. Sejak pandemi malah udah gak pernah beli baju lagi, soalnya yang dipakai baju rumah aja hahhaha. Penggunaan plastik sih tantangan terbesarnya. Tapi paling tidak berusaha mengurangi.

    ReplyDelete

Post a comment