Menu Favorit Berbuka Puasa Keluargaku

Teman tersayang,

Alhamdulillah, sudah masuk hari ke-9 ya Ramadhan kita. Kali ini, tema tantangan 10 Hari Konsisten Ngeblog adalah Menu Favorit Berbuka Puasa. Hm, agak bingung ya apa yang harus kubagikan pada kalian tentang tema ini, hihi. 

Menu berbuka puasa kami ya biasa-biasa saja. Aku biasanya masak semur ayam atau sop jagung sosis. Suamiku suka bikin ayam goreng tepung. Biasanya, kami suka membeli makanan jadi untuk takjilnya. 

Menu Favorit Berbuka Puasa Keluargaku

Favorit keluarga biasanya berbagai jenis es segar seperti es oyen dan es buah. Untuk camilannya, martabak telur dan martabak manis jadi favorit anak-anak. Kadang juga bubur dan jajanan pasar. Kami juga selalu menyediakan buah-buahan dan jus buah. 

Ya, ada perumahan kami berlokasi dekat dengan alun-alun Ungaran. Jadi, kalau mau berburu takjil tinggal keluar perumahan, wah sudah bertebaran pedagang takjil aneka jenis. Kalau mau lebih banyak pilihan, tinggal jalan kaki ke alun-alun Ungaran. Wah, apa saja tersedia di sana saat Ramadhan seperti ini. Selain kios dan warung yang memang sudah ada, juga banyak pedagang di tenda-tenda yang berjualan saat bulan Ramadhan. 

Baca Juga: Inspirasi Menu Sahur 

Alun-alun Ungaran jadi makin meriah di sore ramadhan. Banyak yang nongkrong bersama teman-teman menunggu waktunya buka puasa. Yang menakjubkan, banyak juga yang berolahraga lho! ada yang jogging, lari, dan bersepeda. Memang menyegarkan ya berolahraga jelang berbuka puasa. Menghabiskan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan.

Pedagang takjil ramai diserbu pembeli. Jadi bingung deh mau beli apa untuk buka puasa. Mulai dari lunpia, siomay, dimsum, es matcha, es doger, hingga soto dan bakso tersedia dijual di kios-kios sepanjang alun-alun. 

Nah, yang sedih tuh kalau jelang berbuka puasa terus hujan! Hujannya pun nggak main-main. Lumayan deras sehingga mereka harus menutup lapak sebelum waktunya. Kalau tidak, bisa-bisa kebasahan karena tempat jualan mereka biasanya hanya tenda atau lapak kecil. Duh, rasanya nelangsa melihat mereka harus membongkar dagangannya dan berteduh padahal jualannya masih banyak. 

Terlebih lagi, sejak ada jembatan baru dekat rumah, hujan deras sebentar malah banjir. Mungkin karena sungainya yang kecil tak mampu menampung airnya. Makin tidak bisa berjualan deh. Jadinya, kalau melihat pedagan takjil yang dagangannya masih banyak biasanya kudoakan saja semoga laris dan cepat habis. Soalnya, mau beli semuanya tak mungkin ya duit dan kapasitas perut terbatas. 

Menu Favorit Berbuka Puasa Keluargaku

Sore hari jelang buka puasa, apa lagi saat hujan deras seperti saat ini mari kita langitkan doa-doa kita. Mungkin kita tidak berdaya melihat sepak terjang pemerintah yang semakin jauh di luar negeri. Kebijakan-kebijakan serampangan yang tidak pro rakyat. Kehadiran anggota dewan untuk mewakili suara rakyat pun terdengar samar-samar saja. 

Kita sudah berbagi pendapat, berkeluh-kesah dan marah di media sosial. Saat ini, waktunya kita berdoa untuk Indonesia yang lebih baik dan sejahtera. Agar para pemimpin lebih amanah dan peduli pada keadaan rakyatnya. Tidak sibuk sendiri entah untuk urusan dan kepentingan apa. 

Baca Juga: Target Ibadah Ramadan 

Di bulan baik ini, kami meminta pada pemilik nyawa kita, pemilik alam semesta Allah SWT untuk kehidupan yang lebih baik untuk dijalani demi anak cucu kita. Di saat semuanya terasa sulit dan menyesakkan, mari kita panjatkan doa pada-Nya. Tak ada yang tak mungkin dia. membantu-kesulitan kita saat ini mudah diangkat oleh-Nya. 

Maka berdoalah yang banyak, untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk sekitar kita, dan untuk negara kita yang disewakan ini agar bisa menjadi lebih baik. Yakinlah, Allah akan menolong rakyat Indonesia. Mari kita saling membantu, saling peduli dengan sesama warga sekitar. Lebih berempati dan welas asih pada sesama. Kita hanya punya Allah dan sesama warga ya, Teman. 

Selamat berbuka puasa!

Tulisan ini diikutkan Tantangan 10 Hari Konsisten Ngeblog IIDN         

Dewi Rieka

Seorang penulis buku, blogger dan suka berbagi ilmu menulis di Ruang Aksara

Post a Comment

Previous Post Next Post