Halo Teman,
Hari ini, hari ke dua dari tantangan 10 Hari Ngeblog bersama Ibu-Ibu Doyan Nulis. Temanya inspirasi menu sahur. Topik yang memusingkan buatku karena menu sahurku ya nggak istimewa hihi.
Ya, di belakang ini, meskipun pemerintah tidak mau mengakuinya, namun inflasi memang terasa bagi banyak orang. PHK di mana-mana, susah cari kerja, harga sembako luar biasa harga telur ayam sekilogram saja nyaris menyentuh 40 ribu rupiah. UMKM teriak-teriak dagangannya sulit laku. Perputaran uang di negeri ini tersendat. Hanya berputar di mereka-mereka saja.
Miris nggak sih?
Jadinya, agak berbesar hati ketika melihat Takjil War di mana-mana. Termasuk di alun-alun dekat perumahanku. Ayo, jajan yang banyak. Tumbuhkan perekonomian bangsa!
Ya, apa lagi saat ini anak-anak liburan sekolah seminggu ya jadi suasana sore di alun-alun Bung Karno di Ungaran lebih meriah. Sampai jalan kaki super waspada takut tersenggol mobil atau motor, Teman! Takutnya.
Baca Juga: Target Ibadah Ramadanku
Pedagang takjil ramai diserbu pembeli. Jadi bingung deh mau beli apa untuk buka puasa. Mulai dari lunpia, siomay, dimsum, es matcha, es doger, hingga soto dan bakso tersedia dijual di kios-kios sepanjang alun-alun.
Nah, aku dan Nailah pun keluar berburu takjil di alun-alun sekalian mencari inspirasi untuk menu sahur nanti malam. Kami hanya membawa tigapuluh ribu rupiah. Aku menawari Nailah membeli es matcha kesukaannya. Atau mau lunpia? Saya ingin beli siomay langgananku dan es kelapa muda.
Rencananya, mampir minimarket untuk mengambil uang di mesin ATM. Apa yang terjadi? ATMnya Gangguan! Hu hu. Mana mesin ATM lain jauh dari rumah. Mana pedagang di alun-alun jarang yang pakai QRIS.
Jadinya, kami jalan kaki keliling alun-alun sambil mengamati pedagang mana yang menggunakan QRIS? Pas ada yang pakai, kiosnya ramai sekali dikerubuti pembeli huhu. Malas sebelumnya, hehe. Akhirnya, mampirlah ke kedai siomay ikan langgananku.
Hanya bisa beli dua porsi Rp24.000. Uangnya sisa Rp6000. Ha ha. Beli es kelapa muda sebungkus. Padahal tadi jumawa nawarin Nailah macam-macam. Hihi. Penjual martabak juga sudah datang. Jadi mikirin nanti malam menu sahurnya martabak saja. Ditambah telur dadar dan sayur bayam. Baiklah!
Jadilah, kemarin kami berbuka puasa dengan dua bungkus siomay dibagi untuk empat orang. Hihi. Menu sahurnya nggak jadi martabak karena suamiku pengen masak ayam goreng. Baiklah, terserah chefnya! Dia pun keluar beli ayam potong.
Pas buka puasa hari pertama malah lebih ngaco. Aku nitip suami beli bakso dalam kemasan untuk dicemplungkan ke sop sayuran pas dia mau keluar beli menu buka puasa. Maksudku, aku mau bikin sopnya nanti buat sahur. Eh, ternyata dia salah paham.
Dia tidak membeli makanan untuk buka puasa, hanya beli es doger. Dikiranya aku sudah bikin sop jagung. Hihi. Jadinya, 20 menit jelang buka puasa, saya ngebut bikin sop jagung dan kentang. Hahaha parah sih.
Jadi, jangan tanyakan inspirasi menu buka puasa dan sahur saya ya karena kalian akan tersesat. Disclaimer dulu nih! Hihi. Bagaimana cerita puasa kalian? Selamat berpuasa ya, semoga lancar dan berkah, aamiin!
Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Challenge Menulis IIDN.
Sumber Foto: Pixabay.com


