Saturday, April 4, 2015

Tips Memotret Makanan Untuk Meningkatkan Penjualan

Dear Temans,

Alhamdulillah, Hari Selasa lalu (31/03) aku dan teman-teman menghadiri acara Food Photography Workshop aka Belajar Tips Memotret Makanan di Sriboga Customer Centre (SCC), Jl. Gajah Mada No.19, Semarang. Pematerinya siapa coba? Iyaa, Mbak Diah Didi yang tersohor sebagai food blogger itu lho! Asyik!

Narsis bersama pembicara workshop Mbak Diah Didi

Dakuw berangkat bareng Alde, hehe bisa sepaket. Sempat nanya-nanya dulu lokasi Sriboga dimana secara naik BRT. Hurray, ketemu! Walaupun lumayan gempor jalan kaki dari halte ke TKP, hihi. Untung, Alde gengsi minta gendong, plak!

Acara diadakan di lantai 2 gedung Sriboga. Peserta sudah berkumpul dengan wajah antusias.
Alhamdulillah, aku belum telat!

Tak lama kemudian, acara Belajar Tips Memotret Makanan dimulai.
Sesi pertama adalah Teknik Fotografi Dasar oleh Mas Taufiq Annas.

Mas Annas sang instruktur menjelaskan berbagai macam kamera mulai dari kamera ponsel hingga yang lensanya segede bazooka dan berharga milyaran. Ouch, dakuw cuma butuh kamera untuk selfie kok, Mas! *gubrak.
One picture can says 1000 words.
Mas Annas memberikan contoh banyak iklan yang menarik seperti iklan WWF yang memang rata-rata kreatif banget. Nggak perlu tulisan lagi untuk menjelaskan maksud iklannya.
Iklan WWF seri panda kegencet

Foto adalah salah satu elemen komunikasi terpenting untuk menunjukkan brand seseorang.
Saat ini, kita makin dimudahkan dengan teknologi foto yang instan. Ya iyalah, dulu memotret pakai rol film, motretnya kudu irit-irit, haha *angkatan berapa loe, Dew?
Menurut Mas Annas, yang terpenting dalam memotret adalah cahaya.
Hasil potret sebuah obyek yang sama bisa berbeda tergantung kamera yang digunakan dan teknik yang dipakai seseorang.
Setelah belajar jenis-jenis kamera, kami lalu belajar tentang komposisi foto sederhana.
Lalu tersadar akan sebuah kenyataan pahit. Aduh, pantas fotoku elek-elek kabeh. Ora ono komposisi ne, je!

Yang sederhana namun tetap efektif untuk menghasilkan gambar bagus adalah komposisi sepertiga bagian. Caranya, membagi bidang obyek yang difoto menjadi tiga. Biasanya di kamera ada tuh layar ada kotak-kotaknya *sumpah, baru tahu fungsinya!
Potretlah obyek kita di sepertiga bagian layar. Boleh di atas atau di bawah yang mendominasi.
Tapi, Jangan tepat di tengah karena akan cenderung statis, membosankan.

Kita memakai komposisi sepertiga di bawah jika kita lihat pada bagian atas lebih banyak obyek menarik. Begitu sebaliknya.
 
memotret obyek tepa di tengah bikin gambar jadi membosankan
horison di 1/3 atas layar
Sesudah makan siang dengan menu gudeg dan shalat Dhuhur, acara Belajar Tips Memotret makanan dilanjutkan. Sesi kedua pematerinya adalah Mbak Diah Didi, horee! *ngefans. Mbak Diah Didi adalah blogger yang menggawangi www.diahdidi.com. Sebuah blog tentang resep masakan dan review tempat makan. Pengunjung blog Mbak Didi sudah dua juta orang lebih lho! Wow!
kuliah tiga semester oleh Mas Annas
Di blog Diah Didi's Kitchen ini sudah tersedia 1400 resep makanan. 
Dan ia memposting resepnya setiap hari lho. Bayangkan repotnya. Tidak hanya menulis resep, foto-foto masakannya juga selalu ciamik di setiap postingan.

suasana workshop food fotografi semarang
Foto-foto makanan hasil karya Mbak Didi menggiurkan banget. Berdasarkan pengalamannya itulah, Mbak Didi berbagi tips memotret Makanan yang ia miliki pada para peserta yang rata-rata adalah pengusaha kuliner.
peserta antusias menyimak foto makanan
Menurut Mbak Didi, foto sangat memegang peranan penting dalam menawarkan makanan secara online. Foto makanan yang dibilang berhasil apabila calon customer yang melihat foto makanan kita jadi ngiler, ngences, lapar, pengen nyicip dan akhirnya memutuskan membeli. Kita berhasil!
Mbak Didi langsung memberi contoh foto makanan

Bagaimana tips memotret makanan seperti itu? Berikut Mbak Didi memberi tipsnya:

1. Pilih tempat yang cahayan berlimpah. Misalkan teras. Letakkan makanan di meja yang mudah dipindahkan. Jangan taruh di lantai yaa..

2. Siapkan kamera. Jika punya kamera saku, sudah cukup memadai. Karena kemampuannya terbatas, gunakan background yang nampak luas.

3. Buatlah foto makanan sesegera mungkin begitu masakan jadi. Jadi, terlihat fresh. Untuk kue kering, fotolah sebelum dimasukkan ke toples.

4. Tidak usah memotret semua bagian makanan misalnya setoples kue kering. Ambil beberapa potong kue kering, susun seperti mainan anak-anak misalnya, membentuk tumpukan lalu klik! Potret. Bisa diberi aksen pita atau ada efek kremesnya yang menunjukkan kerenyahan kue.

5. Untuk hasil foto yang bagus, pencahayaan adalah kuncinya. Memotretlah di tempat terang paling bagus adalah pagi hingga pukul 4 sore. Kalau perlu, memotretlah di luar ruangan. Tapi jangan siang bolong ya atau terkena sinar matahari langsung, hasilnya tidak bagus. Warna makanan akan nampak pudar.

6. Pilih background sederhana dengan warna kontras. Untuk makanan yang berwarna cerah, gunakan piring putih atau sebaliknya. Berkreasi secara bebas. Yang penting serasi.

7. Bila harus memotret di dalam ruangan yang kurang cahaya, gunakan dua lampu belajar sederhana dengan lampu 80 watt yang dilapisi kertas minyak.

8. Gunakan properti tambahan sebagai alas atau background, misalnya garnish, talenan, vas bunga, piring-piring cantik, karung goni. Bisa juga memakai kertas kado bermotif sebagai alas makanan atau latar dinding. Apa saja bisa jadi aksen untuk foto makanan.

Bahkan anak kita yang sedang memegang piring makanan juga boleh. Tapi, jangan terlalu ramai. Dan tidak perlu barang-barang mahal. Mbak Didi memanfaatkan barang yang ada di rumahnya. 

9. Perhatikan kebersihan makanan yang akan dipotret. Kalau memotret buah yang sudah keriput kan ngeri ya lihatnya hihi.

10. Boleh memotret kue cake yang sudah digigit untuk memperlihatkan kepada pembaca bagian dalam cake yang yummi. Juga agar mereka bisa membayangkan lezatnya kue. Lelehan gula di atas pancake juga menggugah selera pembaca. 

11. Jangan cepat puas. Potretlah makanan dari segala sudut. Kelilingi makanan. Hingga dapat yang terbaik. Minimal 10 gambar setiap makanan. Sesudah dapat foto makanan paling keren, baru potong kuenya. 

12. Agar lebih lihat memotret foto makanan, berlatihlah setiap hari. Minimal 1 foto sehari. Kamu bakal dapat komposisi yang pas dari berlatih setiap hari. Buktinya, lihat saja foto-foto makanan Mbak Didi yang cucok banget. 

13. Manfaatkan internet untuk promosi produk bisa lewat website, blog, sosial media dan komunitas. Postinglah setiap hari agar blogmu cepat terindek di Google Search. 

foto makanan hasil karya Aditya Meilia
Setelah memberi tips memotret makanan, Mbak Didi memberikan kesempatan pada peserta untuk bertanya dan praktek langsung. Wah, rata-rata peserta membawa makanan produknya sendiri lho untuk belajar memotret!

Senang deh lihat para ibu produsen makanan bergelora semangatnya menimba ilmu. Ada yang khusus datang dari Jepara, lho! Setelah acara selesai, para peserta membagi-bagikan makanan yang mereka bawa pada kami. Wah, jadi icip-icip macam-macam kue deh! Hihihi.

Mbak Diah Didi menjawab semua pertanyaan peserta

Dakuw sempat berkenalan dengan beberapa ibu yang menjadi peserta. Ternyata, mereka adalah para produsen makanan yang menjadi binaan Sriboga yaitu dalam grup  Citra Boga Mandiri (CBM). Seperti Ibu Suparti yang punya usaha cake karamel di Mangkang, Semarang. Ia menerima pesanan di 081-228-324057. Bu Suparti senang bikin kue sejak sekolah dan sejak bergabung di CBM ia makin fokus mengurus usahanya.

Ibu Suparti produsen cake caramel
Ada juga Ibu Diah yang sama-sama asal Mangkang. 
Ibu Diah punya usaha fish stick dan makanan olahan dari ikan. Sebagai istri nelayan, ia dan teman-temannya memanfaatkan sisa hasil tangkapan suaminya yang segar untuk dijadikan snack. Ia menjadi binaan Dinas Perikanan lalu Sriboga.
Ibu Diah produsen snack olahan ikan

Ibu Diah merasa produknya lebih dikenal luas setelah bergabung dengan CBM. 
Pemasaran lebih lancar. Ia juga selalu mendapat ilmu baru seperti hari ini karena pertemuan seperti ini rutin diadakan oleh Sriboga. Fish stik ikan bandengnya dibandrol harga Rp.9000-Rp.20.000,- tergantung berat kemasan. Selain itu Bu Diah juga membuat kripik buah mangrove lho! Wah, bisa yaa!

produk olahan ikan oleh Bu Diah

Oh iya, sekilas tentang Sriboga Customer Centre ya.
SCC didirikan tahun 2011 untuk mewadahi para pelanggan setia Sriboga yang terdiri dari usaha kecil dan menengah seperti Ibu Diah dan Ibu Suparti. Lokasinya terletak di Jalan Gajah Mada No 19 Semarang dan merupakan SCC yang memiliki fasilitas baking clinic. Seperti SCC Jakarta dan SCC Surabaya.

praktek foto makanan

Adit dan Fida langsung praktek foto makanan

Teman-teman yang memiliki usaha berbasis tepung terigu di Semarang dan sekitarnya boleh lho bergabung disini. Saat ini SCC Semarang memiliki 216 anggota aktif. Keuntungannya sebagai anggota? Banyak.

Salah satunya ya, mendapat tambahan ilmu dengan diundang ikut pelatihan Belajar Memotret Makanan seperti ini. Cara gabungnya bisa datang langsung untuk mengisi formulir di kantor SCC Semarang atau mengisi data di www.memberscc.com. Keren ya! Tunggu apalagi? Daftar yuk!

Sumber Foto:
Diah Didi, Aditya Meilia, www.landscapeindonesia.com,
http://www.environmentteam.com

20 comments:

  1. makasih dah dishare ilmunya Mbak. Keren tips-tipsnya euy..

    ReplyDelete
  2. Aku terfokus pada lensanya Mbak Didi, Mbak.. Wkwkwk.. Uda profesional banget yah kayaknya :D

    Thanks for sharing, Mbak Dew.. Aku jadi semangat mau review-review makanan lagi :3

    ReplyDelete
  3. Mbak diah didi ramah banget. aku pernah email ke beliau, mau gunakan resep dan foto beliau dengan mencantumkan link ke blog nya. dan disambut dengan baik. Tips foto ambil makanan perlu dicoba, selama ini cuman asal cekrek yang penting kesimpen, *plak* harus lebih rajin lagi :) matur nuwun sharenya mbak Dedew :)

    ReplyDelete
  4. Keren
    tipsnya ok
    cm aq dulu.uda coba di hp & netbook
    knp y? G ngerti saya mak
    @guru5seni8
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. Nah tuh dia kelemahanku dalam memfoto makanan, kadang kelebihan cahaya kadang flat banget hanya di tengah.
    Makasih Dew tipsnya

    ReplyDelete
  6. Aku selama ini kalau motret suka asal dan hasil juga gak bagus, wkwkwk
    TFS mb dedew

    ReplyDelete
  7. ish keren banget mak.... pencahayaan penting banget ternyata ya.... nice info banget, yg paling keinget adalah komposisi 1/3 bagian.

    ReplyDelete
  8. Waah terima kasih ilmunya mbak Dedew.Jadi tau tips memotret makanan nih.

    ReplyDelete
  9. menurut saya, pencahayaan menjadi faktor utama.
    dan penyajian makanan itu sendiri juga jadi faktor yang cukup penting :)

    ReplyDelete
  10. @jev: iya, makanya mba didi nyuruh motret diluar ruangan biar maksimal walau cuma pakai kamera hp or saku..

    ReplyDelete
  11. @beby: iya beb, mba didi udah jadi profesi food bloggingnya..keren ya..tiap hari posting resep dengan foto ciamik berarti tiap hari konsep postingan, masak, motret...

    ReplyDelete
  12. @mb tatit: iyoo katanya kalau obyek di tengah namanya komposisi deadlock aka mati..aku baru ngerti huhu..

    ReplyDelete
  13. @zulfa: iyaa beliau ramah dan ngga pelit ya, makanya prestasinya makin kinclong aja..

    ReplyDelete
  14. @mas dani dan enci, mba nunung: makasih yaa udah mampir..

    ReplyDelete
  15. ih asyik... jadi ngiler pengen belajar moto, secara dari dulu saya paling ga bisa moto...goyang melulu haha...skrg mulai belajar dikit2...terima kasih sharingnya bermanfaat banget ^_^

    ReplyDelete
  16. Wuahahaaa...aku tuh pernah nyoba foto obyek makanan taruh di lantai,hihiii

    ReplyDelete
  17. Hehe.. saya juga sering foto makanan tapi piring makanannya ditaruh di lantai *plak!* btw utk food photography dg kamera ponsel minimal dg resolusi atau fitur apa ya biar hasilnya maksimal mbak? Salam kenal ^_^

    ReplyDelete
  18. terima kasih mbak atas tipsnya :)

    ReplyDelete
  19. kalo diadain di jkt, aku bakal dtg nih... berguna bgt, secara blogku jg kebanyakan ngereview makanan :)..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...