Wednesday, October 21, 2015

Menjelajahi Masa Silam di Museum Malang Tempo Doeloe

Dear Temans,

Alhamdulillah, jadi juga liburan ala-ala backpackeran bareng Taro dan My bocahs.
Berhubung bapaknya anak-anak ngga bisa cuti, jadilah kami berempat saja. 
Berbekal tiket kereta api ekonomi Matarmaja dan nginap di hotel pakai vocer, ternyata bisa tetap hore-hore kok hihi.

Museum Malang Tempo Doeloe
museum malang tempo doeloe
Jadi, Tulisan tentang Malang, Batu dan Jember bakal berseliweran di blogku nih hihihi harap maklum yaaa..

Salah satu tujuan wisata mengasyikkan di Malang adalah Museum Malang Tempo Doeloe.
Letaknya di Jalan Gajah Mada, Kota Malang. Sebelum ngetrip, tentu saja kami sudah menyusun itin ala-ala, apa saja yang ingin dikunjungi hehe. Juga berbekal segembolan makanan ringan untuk bocah-bocah hehe.

Dan berhubung aku dan Taro blank sama kota Malang, jadi kami hanya berbekal GPS dan peta yang kami dapatkan di Information Center Kota Malang. Iyaa, turis ala-ala ini masuk ke pusat informasi wisata dan tanya-tanya. 

Museum Malang Tempo Doeloe
meja resepsionis dan beli tiket museum
Wkwkw, sempat ketipu Mbak GPS juga, katanya jarak ke museum hanya enam menit. Iya, enam menit pakai mobil kali yaa maksudnya. Ternyata, jauh boo...dalam rangka mencari Museum ini, kami jalan dari Alun-Alun Kota Malang ke Tugu Alun-Alun Bunder. Hihi kakinya nyut-nyutan tapi sempat mampir ke pasar burung yang keren.

Museum Malang Tempo Doeloe
membaca-baca buku tentang Kota Malang
Betapa lega setelah berjalan kaki jauh, akhirnya menemukan museum ini. 
Museum Malang Tempo Doeloe idenya dicetuskan oleh Pak Dwi Cahyono di tahun 1997. Ia ingin mengemas sejarah menjadi wisata yang menyenangkan. Gagasan ini dimulai ketika Inggil Resto, restoran bernuansa vintage dan tempo doeloe dibangun. Resto Inggil ini letaknya bersebelahan dengan Museum Malang Tempo Doeloe di Jalan Gajah Mada. Di tahun 2012, akhirnya gagasan Pak Dwi terwujud. Museum Malang Tempo Doeloe berdiri.

Museum Malang Tempo Doeloe
fosil binatang dan batu bata peninggalan Mataram Kuno
Setelah mengisi perut yang keroncongan habis jalan kaki di Resto Inggil, kami mlipir ke museum. 
Ketika masuk ke area museum, rasanya kok biasa saja. 
Bangunan ala galeri yang tidak terlalu luas. Di kanan kiri meja resepsionis dipajang beberapa karya seni yang IG-able. Tiket masuk untuk orang dewasa Rp.15.000 dan anak-anak Rp.5000. Murmer ya.

Museum Malang Tempo Doeloe
diorama penggalian arca di bawah tanah
Kami berempat ditunjukkan jalan masuk menuju museum. 
Dan ternyata, petualangan tidak biasa pun dimulai. Museum Malang Tempo Doeloe, ternyata berisi sejarah Kota Malang dari masa ke masa. Di ruangan pertama, ada diorama Kota Malang yang dikelilingi gunung antara lain Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Ada pula diorama arkeolog menggali candi di Malang. Ya, kota ini sudah ada sejak zaman prasejarah.

Museum Malang Tempo Doeloe
sang raja Mataram bersemedi di gua
Dioramanya terletak di bawah tanah. 
Kita bisa mengintip dari atas atau turun ke bawah lewat tangga. Pengap dan agak creepy hehe. Di ruangan ini juga dipajang beberapa fosil peninggalan Kerajaan Mataram Kuno diantaranya gading kerbau, batu bata berukir juga pecahan piring dan alat makan penghuni kerajaan hasil penggalian para arkeolog. Wow.

Museum Malang Tempo Doeloe
potret kehidupan masyarakat di masa lalu ada kaki menjuntaii!

Kita lalu beranjak ke sebuah lorong ditutupi dedaunan plastik dan dingiin. 
Ya, kita memasuki kota Malang pada masa kerajaan pertama yaitu Kerjaan Kanjuruhan. Keberadaan kerajaan ini diketahui dari Prasasti Dinoyo pada tahun 760 M. Prasasti ini berisi tentang arca batu hitam yang menggantikan arca yang terbuat dari kayu Cendana oleh Raja Gajayana. 

Museum Malang Tempo Doeloe
kamera kuno pada masa penjajahan Belanda

Di ujung lorong, Kita disuguhi patung raja yang sedang bersemedi dan kakek yang melayang di udara. Ada silsilah keluarga Raja Singosari Majapahit (1222-1292) yang luar biasa panjang. Setelah Kanjuruhan dan Mataram Kuno, tampuk pemerintahan dikuasai Kerajaan Majapahit.

Museum Malang Tempo Doeloe
lambang kota Malang pertama, Malang Nominor Sursum Moveor 1938

Hihi, merindiing.. habisnya saat itu hanya kami berempat. Aura jaman dulunya dapat banget. Kita seperti terseret ke masa silam. Untungnya, nggak kabur kami hehe *penakut. Akibat letusan Merapi yang dahsyat, pusat Kerajaan Mataram Kuno pun dipindahkan ke Jawa Timur. 

Museum Malang Tempo Doeloe
suasana pendopo kabupaten tahun 1934
Ruangan berikutnya memajang barang-barang peninggalan Kerajaan Singosari Majapahit (Tahun 1203). Kerajaan Majapahit terkenal dengan raja Amurwabhumi atau Ken Arok dan istrinya yang cantik jelita Ken Dedes. Di Malang pula, ditemukan arca Ken Dedes yang kini dipindahkan ke Museum Nasional Jakarta. 

Museum Malang Tempo Doeloe
suasana penjara belanda, ada rantai dan gelang kakinya hiy
Di ruangan ini terdapat beberapa benda hasil penggalian situs. Diantaranya celengan babi! Wah, orang zaman dulu sudah mengenal pentingnya menabung ya. Di ruangan tak terlalu luas ini dipajang juga replika arca Ken Dedes dan ada patung orang di atap rumah-rumahan beratap jerami, dong! Ia menatap ke bawah seolah mengintip kita! Huaa..kageet! Maksudnya apa, coba? Hihihi...apakah itu Ken Arok?

Museum Malang Tempo Doeloe
majalah Djawa Baroe yang terbit pada masa penjajahan Jepang
Total ada 20 masa yang tercatat di Museum ini. Mulai dari zaman prasejarah, hingga kota Malang yang seperti kita kenal sekarang. Pengunjung seolah sedang menaiki mesin waktu yang mengajak kita mengintip perkembangan Kota Malang dari masa ke masa. Kita diajak merasakan suasana Malang ketika  Bupati memerintah tahun 1934. Lalu, zaman penjajahan Belanda dan Jepang (1943). Juga masa kongres KNIP di Malang pada tahun 1947. Amazing. 

seorang perempuan memetik apel, kita bak dilempar ke masa silam
Dalam beberapa jam, kita sudah mengetahui sejarah Kota Malang dengan cara yang menyenangkan. Berbagai benda yang dipajang betul-betul bernilai. Seperti majalah Djawa Baroe yang diterbitkan pada masa pemerintahan Jepang. 

Museum Malang Tempo Doeloe
Bung Karno di Kongres KNIP Malang tahun 1947
So, kalau kalian main ke Malang, sempatkan untuk mampir di Museum Malang Tempo Doeloe,  kalian bisa belajar sejarah dengan cara asyik dan deg-deg serr hihihi. Museumnya tidak luas, bahkan dari luar nampak kecil bangunannya tapi penataan dan desain keren bikin museum ini menarik dan luas. Kita seamcam berjalan di lorong waktu dan labirin yang bikin kita nambah ilmu hehe.

Museum ini buka tiap hari pukul 08.00-17.00. Jangan lupa mampir juga ke Inggil Resto di sebelahnya. Nomer telepon Museum Malang Tempo Doeloe (0341) 6802301.










29 comments:

  1. Waaah, Milzam seneng nih kalo diajak kesini. Oleh2 mana niiih ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi kebanyakan bawa barang mba watii jadi oleh2nya dikiiitt...

      Delete
  2. Pengennn baca buku dikau mb dew yang single happy huhuuuuuuu

    E itu musiume gelap juga ya, aku paling ngeri klo liat patung2 orang sebenere

    ReplyDelete
  3. Yang gelap hanya bagian tertentu kok yang prasejarah saja, lainnya terang..seruu....

    ReplyDelete
  4. Malang nominor sursum moveor,malang namaku maju tujuanku..ahh q yg org malang aja blom lernah kesini mbak deww..hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoo ang orang malang hihihi museumnya bagus, ngga luas tapi unik desainnya jadi kayak labirin...

      Delete
  5. Jadi kangen pengen ke Malang lagi..., dulu waktu masih tinggal di Jatim paling tidak sebulan sekali pergi ke Malang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah mba ika sebelumnya di jatim ya tinggalnya....betah aku di malang mba

      Delete
  6. Belum sempat jelajah ke sini. Dulu hanya mampir ke alun-alun dan museum Brawijaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang museum brawijaya aku blom mba, kemarin ngga sempet, kesorean hihihi

      Delete
  7. wah..di malang ya..aku belum pernah kesini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mba wi, dekat kan ya dari surabaya...

      Delete
  8. Semoga suatu saat bisa ke Malang lagi, amin..

    salam kenal mbak :)

    ReplyDelete
  9. saya belum pernah ke Malang tapi udah pernah makan apel malang.. he he..

    di museum itu kok patung-patungnya serasa hidup ya mbak... :)

    ReplyDelete
  10. Aku baru tau yang museum malang tempo doloe ini. Itu suasana penjara Belandanya bikin ngerii :D

    ReplyDelete
  11. menarik sekali .. yg juga saya cari tiap berkunjung adalah museum, kita dpt mengetahui perjalanan dan bukti sejarah perkenbangan peradaban.

    itu kameranya keren euy, ada yg msh onthelan ...hihi.
    Asyik djoega batja2 madjalah baroe pakai doeloe katjamatanya djangan ditjopot

    ReplyDelete
  12. Aku juga mau ke sini ahh besok pas ke Malang

    ReplyDelete
  13. sedih,pas aku ninggalin MAlang,museium ini jadi..huhuhu

    ReplyDelete
  14. Ponakan ku juga cerita ttg useum ini saat aku mudik kemarin tapi kata nya demenan di museum angkut hahaha

    ReplyDelete
  15. asik ya sekarang museum di Indonesia udah banyak yang cakep-cakep :)

    ReplyDelete
  16. kalau main ke malang harus dateng kesini nih

    ReplyDelete
  17. Aku belum pernah mampir ke museum ini... ternyata keren juga ya...

    ReplyDelete
  18. Wah mbak enak banget ya bisa jadi blog traveller, lebih banyak yang bisa diceritain. Hmm sayangnya saya masih sekolah, jadi nggak bisa bebas berkelana deh. :D

    ReplyDelete
  19. pas banget buat aku yang gak tau sejarah kota Malang mbak

    ReplyDelete
  20. Belum pernah kesini. Kalo ke Malang cm ke Jatim Park aja. Boleh dicoba next time aahh

    ReplyDelete
  21. seru banget museumnya
    dari dulu pingin ke malang belum keturutan

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...