Tuesday, June 16, 2015

Serunya Wisata Gerobak Sapi di Kalasan Yogyakarta (Bagian 1)

Dear Temans,

I'm back, hehe..
Sambil nulis bab 3 novel duet, aku mau cerita piknik my bocahs with Sekolah Kucica.
Sudah tahu kan, piknik Kucica selalu anti mainstream? Hehe. 
Nah, Hari Minggu (14/06), Daku mengawal bocah-bocah piknik di Dusun Somodaran, Purwomartani, Kalasan di Yogya. Acaranya, Wisata Gerobak Sapi!

wisata gerobak sapi makarti roso manunggal

Iyaaa, nggak hoax.
Menurut Bu guru, kami akan Wisata Gerobak Sapi keliling desa. Whaat, apa pula itu? *lebay
Hm, penasaran seperti apa sih piknik sekaligus pelepasan anak TK B kali ini?

Pendopo yang asyik untuk leyeh-leyeh
Setelah berjam-jam naik bus dari Ungaran, akhirnya sampai juga di Omah Teh Kalasan.
Kami disambut iring-iringan gerobak sapi yang dihias warna-warni. Anak-anak langsung excited melihat sapi-sapi yang besar dan gendut, mantap banget deh.

menikmati teh poci dengan gula batu

Sebelum berkeliling desa, kami dijamu dulu di Omah Teh Kalasan yang suasananya ndeso sekali.
Di pendopo, telah terhidang berbagai cemilan tradisional seperti ubi rebus, kacang rebus dan ongol-ongol. Minumannya dong, mantap! Teh kental yang disuguhkan di dalam poci dan diminum dengan gula batu. Seger banget rasanya diminum panas-panas di siang terik ini. Nggak matching dengan cuacanya, tapi kok ya segar hihihi.

Setelah kenyang, anak-anak dibagi menjadi beberapa grup. Ya, waktunya Wisata Gerobak Sapi! Yippie! Ya, suatu terobosan menarik sekali dari Pemerintah Kalasan.

Gerobak sapi yang keberadaaannya tergusur oleh kendaraan bermotor, kini menjadi ikon pariwisata baru. Wisata ini baru saja diresmikan oleh Kanjeng Ratu Hemas pada bulan April 2015. Dan Kucica, adalah sekolah kedua yang mencobanya. Horee!

berkumpul duluu sebelum naik gerobak
Setiap gerobak diisi maksimal 5 orang dewasa saja belum termasuk pak supir eh pak kusir. Anak-anak pun naik di gerobak yang ditentukan. Saat sapinya mulai berjalan, anak-anak excited bertepuk tangan, hihi. Ternyata, mengendarai gerobak sapi nggak mudah lho. Butuh keterampilan khusus, dan kesabaran lebih. 

sapinya besar ya kak

Terkadang, kernet eh apa ya namanya pendamping pak kusir? Hihi harus turun dari gerobak untuk mengendalikan sapi ke jalan yan benar *tsaah. Setiap kali punggung sapi dicambuk, terasa ngilu badanku, hehe.
"Pak, jangan dipukul Pak, kasihan," kata seorang anak.

Para alumni Kucica berkumpul dan happy

Setiap perjalanan merupakan cerita berbeda. Kami menyusuri jalan kampung yang sempit beriringan. Suasana Dusun masih terasa kental sekali.

"Anak-anak jangan berisik ya, biar sapinya ndak kaget," kata Pak Kusir mengingatkan anak-anak yang mulai rusuh. Anak-anak pun mingkem. Hihihi.

siap-siap bertualang dengan gerobak sapi

Pak Kusir juga mengajak kami melewati jalan setapak agak berlumpur di area persawahan. 
Tingkah laku sapi pun beraneka. Ada yang patuh, ada pula yang agak bandel, membuat penumpangnya deg deg serr haha. Menurut Pak Kusir, mereka tergabung dalam Paguyuban Gerobak Sapi Makarti Roso Manunggal di Kecamatan Kalasan. Ada sekitar 150 gerobak sapi lho. 
gerobak lesehan beralas tikar hihi

Pak Kusir bercerita kalau sapi yang dipakai ini nggak seperti sapi di Cimory, untuk menghasilkan susu. Tapi, mereka adalah sapi pedaging dan pekerja. Sapi ini kebanyakan sapi lokal, tenaganya kuat dan harganya bisa mencapai 50 juta lebih. Apalagi sapi juara kontes, wow..ditukar mobil pun pemiliknya ogah! Glek. Jika tidak menarik gerobak, sapi-sapi ini membajak di sawah.

menyusuri Selokan Mataram Yogya
Perjalanan kami begitu menuju Candi Sambi Sari begitu menyenangkan.
Menikmati pemandangan pedesaan dengan semilir angin. Guncangan demi guncangan terasa di bokong, haha. Sensasinyaa. Sapi-sapinya tanpa malu-malu pup dan pipis dengan atraktif di perjalanan, hihi.  Ada yang sapinya mogok, dan terpaksa diikat di pohon. Gerobak pun ditarik satu sapi raksasa saja. 


melewati persawahan, jalannya makin ekstrem hihi

Ada orangtua murid yang trauma dengan sapi, melawan ketakutannya dengan naik gerobak. Sepanjang perjalanan, nampak tegang. Namun lama kelamaan akhirnya rileks dan menikmati perjalanan walaupun sapi di belakang gerobaknya, mengendus-ngendus hehe. 

Gerobak sapi Alde, lain lagi. Sapinya satu profesi dengan Valnetino Rossi, pembalap saudara-saudara! Di jalanan sempit dan berlumpur itu, gerobak sapi Alde merangsek maju! Menyusul tiga gerobak dan menjadi yang terdepan, wkwkw. Alde dan teman-temannya kegirangan, terguncang-guncang di dalam gerobak, haha.

capeknya abis menanam jagung

Menurut pengurus Omah Teh, Wisata Gerobak Sapi ini memadukan konsep batu, air dan tanah, agar pengunjung bisa menikmati dan menghargai alam. Rute Sekolah Kucica kali ini adalah mengunjungi Candi Sambi Sari, Omah Teh Kalasan, belajar membuat telur asin dan bersenang-senang! :) 

Terima kasih, Kucica. Perjalanan ini benar-benar pengalaman berharga untuk anak-anak dan emaknya hihihi. (Bersambung) 

Alamat Omah Teh Kalasan:
RT 04/RW 02 Somodaran, Purwomartani, Kalasan, Kec. Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta 55571


 



39 comments:

  1. wah malah belum pernah ni mba dedew...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, aku juga ngga tahu nih say, kalau ngga bareng bu guru sekolah alde :)

      Delete
  2. Duh, seru ya... Jadi pengen cobain kesana bareng sepupu - sepupuku deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bisa per paket kok mba, reservasinya di omah teh..

      Delete
  3. Merasakan tergoncang2 diatas gerobak sapi ya mbak dew....? He..he, aku malah belum pernah *padahal orang sleman, tak jauh dari kalasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi ayo coba, pengalaman seru buat emak dan kiddos mba :)

      Delete
  4. Asik kayaknya...
    klo aku malah pengen bawa pulang poci tehnya #SalahFokus
    Dedy@Dentist Chef

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh tuuh bawa pulang sebagai souvenir :)

      Delete
  5. Jalan-jalan terus nih, Mbak Dedew.. enaknyooo.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi piknik sambil cari bahan tulisan elaa..

      Delete
  6. Seru banget, jadi pengen nyobain. Berbeda dengan kuda, rasanya kasihan juga saat sapi harus dicambuk karena gak mau maju atauh mengarahkan jalan. Mungkin karena kuda sudah biasa barangkali ya :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaaa....jarang liat sapi untuk angkutan ya, ini sapinya kekar pisan hehe dan larinya kencang...

      Delete
  7. wah, aku yg wong jogja mlh blum ke situuhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayuk maiin, sepaket 175 ribu katanya

      Delete
  8. asiiiik, di kampung saya aja ga pernah mba liat sapi ngangkut gerobak :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iyaa jarang yaa, di ungaran adanya delman istimewa hehe

      Delete
  9. uwaa seru banget,lama nggak lihat gerobak sapi hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihihi kudu mlipir ke yogya ya mba hanna

      Delete
  10. Good luck untuk novel duetnya. Aduh, iya... aku juga paling gak tega lihat hewan dicambuk, huhuhu :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa indi, ngilu badanku rasanya..><"

      Delete
  11. slm kenalnya saya terima dg hangat :)

    paket wisata yg sgt menarik, mengajrkn sjk kcl, anak2 lbh membumi ..
    di tengah tren gadget yg kdg justru menjauhkan anak, keluarga dan lingk alamnya.
    saya prnh nikmati juga, di desa Cinongneng, Bogor Jabar, anak2 happy ikutan nanem padi d sawah, mandiin kerbau, lalu membuat boneka dari batang daun singkong, maen musik angklung,.. dll

    so fun ... artikelnya cakep2, boleh follow join ths site :)

    ReplyDelete
  12. Tiap hari apa gitu ada karnavalnya lo, tp aku blm pernah nonton krn jadwalnya pasti tabrakan dg yg lainnya. Asik juga ya naik dokar sapi :D

    ReplyDelete
  13. Serruuuuu....
    Naik dokar sapi sensasinya sm nggak ya sperti naik dokar kuda

    ReplyDelete
  14. Salam kenal
    Pasti pengalaman yang bagus ya...

    ReplyDelete
  15. Salam kenal
    Pasti pengalaman yang bagus ya...

    ReplyDelete
  16. ternyata lebih gede ya dari dokar, bisa lesehan pula, bisa tidur-tiduran juga kayaknya :D

    ReplyDelete
  17. zaman sekarang pak kusir punya asisten ya mbak :)

    ReplyDelete
  18. Kmren jg abis naik gerobak di Taman Breksi,gerobak dr Purwomartani juga. Tapi belum tau Omah Teh tu alamatnya mana Mak Dew?

    ReplyDelete
  19. Seruuu, mak. Ada wisata kayak gini pasti bikin seneng ya. Anak2 jadi tahu sapi bentuknya kayak apa. Hihi.

    ReplyDelete
  20. ya ampun, seru banget... pengen nyoba juga...

    ReplyDelete
  21. Rute perjalanan gerobak sapinya jauh juga ya mbak. Seru dan asyik liatnya.

    ReplyDelete
  22. wah kok apik mba gerobaknya bisa ada tikarnya gitu lesehan :D

    ReplyDelete
  23. seru banget ya, bisa jalan2 naik sapi, kuat banget ya tenaga sapi bisa muat untuk 5 orang, tapi kasian juga sih kalo di cambuk gitu

    ReplyDelete
  24. tidak hanya kuda saja ya mba yang bisa pake gerobak ternyata sapi juga bisa kaya kuda :D seru kayanya mba liburan ke sana ..

    ReplyDelete
  25. mbak...aku udh follow blogmu lo...plis folbek ya....aku ni fakir mbak he3...fakir follower maksudnya

    ReplyDelete
  26. Huaaa udah lama nggak lihat gerobak sapi @.@

    ReplyDelete
  27. Waaa semoga sapinya sehat-sehat saja ya supaya tetap prima melayani penunggangnya :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...