Halo Teman,
Tak terasa, Tantangan 10 Hari Konsisten Ngeblog sudah masuk hari ke-6. Baru sempat nulis di blog nih sudah malam. Tak apa, yang penting tetap nol.
Tema hari ini tetap produktif saat ramadan. Seperti yang sudah kuceritakan di postingan sebelumnya, saya mendaftar ikut tantangan menulis blog di IIDN dan juga ikut 31 Days Ar Rahman Challenge demi bisa tetap produktif di ramadhan tahun ini. Nggak rebahan melulu. Hihi. Aku orangnya mageran jadi harus dipaksa.
Baca Juga: Cerita Ramadan di Masa Kecil
Tahun ini, resolusiku ingin bisa menerbitkan buku-buku dan berpromosi secara maksimal. Makanya, kepikiran menerbitkan buku cetak dari cerita yang kutulis di platform KBM App yang judulnya Kos Horor Mimi. Doakan ya!
Nah, apa kegiatan menulisku di bulan ramadan ini? Sebenarnya, ada dua naskah novel yang ingin kuselesaikan sih. Baru seperempat selesai sepertinya. Mogok. Padahal, kerangka karangannya sudah lengkap. Tinggal ditulis.
Terus, masih ada PR yang menulis naskah komik anak. Akk, aku baru belajar bikin naskah komik jadi rasanya masih sulit! Doakan saya!
Rasanya lelah dan memutuskan untuk rehat sejenak setelah menyelesaikan satu novel remaja kemarin.
Baca Juga: Target di Bulan Ramadan
Aku masih tetap ngeblog meski tak seintens sebelumnya. Dua blogku yang aktif pun kini tak kulanjutkan bayar domainnya. Di era blog yang lagi menurun, rasanya berat untuk mempertahankan keduanya. Jadi, hanya tersisa dua blog saja blog ini dan www.ruangaksaraku.com. Itupun termasuk jarang diperbarui, huhu.
Ya, sejak dua tiga tahun belakangan ini pekerjaan dari blog menurun drastis. Mungkin karena tren media sosial dan AI yang lebih baik. Blog jadi kurang mengalir. Jadinya, perlu memutar otak untuk tetap mendapatkan penghasilan.
Apa lagi ya kegiatan di bulan ramadan? Oh iya, karena banyak menulis, aku harus selalu meningkatkan asupan gizi otak biar tulisanku lebih kaya yaitu dengan membaca buku berbagai topik dan genre. Saat menulis cerita remaja, selain penelitian di media sosial saya juga membaca beberapa novel remaja untuk mempelajari cara penulisan dan cara bercerita penulisnya. Bukunya selain dari koleksi pribadi juga aku pinjam di aplikasi perpustakaan online seperti iJak dan iBogor.
Ramadan ini juga berusaha lebih giat membaca buku-buku agama. Ternyata, ada beberapa buku agama yang sudah lama banget kubeli dan belum dibaca sama sekali. Parah banget. Diantaranya buku Aminah Cinta Terbesar dan Aisyah.
Oh iya, saya juga membaca buku tentang etika digital karena ingin membuat buku anak tentang dunia digital. Ah, banyak maunya. Semoga sehat yldan berlimpah idenya yaa..
Ya, itulah kegiatanku selama bulan ramadan. Semoga ramadan kita lebih baik dan lebih bermakna ya. Ibadah semakin bagus bahkan meningkat meskipun ramadan telah berlalu. Aamiin.
Selamat berpuasa ya! Semoga selalu sehat!
Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Tantangan 10 Hari Konsisten Ngeblog IIDN.
Sumber Foto: Pixabay.com




Tak hanya menghasilkan tulisan
ReplyDeleteBisa sampai di juz yang melampaui jumlah hari puasa itu juga produktif
Hanya saja memang catatannya cuma kita dan Allah yang tahu
Semoga senantiasa produktif mbak
wah, keren mbak rajin menulis buku, udah ada yg diterbitkan dan amin segera menyusul lagi ya. Naskahnya kan udah dikirim ke penerbit, jadi semoga kabar baik menyusul. Ikutan list tantangan buku juga kah di Goodreads? Itu lumayan bisa memacu keinginan untuk baca2 lbh banyak lagi.
ReplyDeleteAku sih yess dengan orang yang banyak maunya. Tetapi tentu perlu di iringi kemauan untuk mewujudkannya. Wuah mba-nya banyak sekali ya PR nya. Semoga segera tuntas satu per satu ya.
ReplyDeleteAmin blog kembali bersinar. Aku sendiri merasa dunia menulis di blog akan tetap bersaing, walau mungkin tidak sebersinar dulu tetapi akan selalu ada hal yang baik di kemudian hari kalau terus bertahan. Semangat terus berkarya ya mba dan selamat produktif di bulan ramadhan.
Wahhh sama mbaa
ReplyDeleteJob ngeblog makin dikiitt, fee nya juga yaa begitulah
Tapi gapapa hidup harus dijalani dengan sebaik mungkin ya.
hal² kecil kudu disyukuri
Memang tantangan terbesar pas Ramadan itu biasanya di "jam-jam kritis" setelah Dzuhur ya, rasanya pengen lay down terus sampai Maghrib, hehe.
ReplyDeleteAku setuju banget soal poin mengatur skala prioritas dan manajemen waktu tidur. Kadang kita lupa kalau kunci produktivitas itu bukan di seberapa keras kita kerja, tapi gimana kita menjaga energi tetap stabil dari sahur sampai buka. Tips-tipsnya sangat aplikatif dan nggak muluk-muluk, jadi terasa sangat doable buat dipraktikkan sehari-hari supaya ibadah lancar tapi urusan duniawi juga nggak keteteran.
Daku lagi di momen agak mager buat nulis cerita, padahal di folder draftnya udah ada, cuma buat ngembanginnya masih belum mood huhu.
ReplyDeleteKeknya perlu ngikutin kak Dedew buat paksakan diri, biar tuntas itu cerita, nggak kelamaan keonggok di dalam draft hihi
Produktif sekali ya, meski tantangannya berat antara "mager" dan target naskah yang menumpuk. Salut banget di tengah gempuran media sosial dan AI, Mbak tetap setia merawat blog sebagai ruang menuangkan uneg-uneg.
ReplyDeleteSaya doakan naskah novel remaja dan proyek komik anaknya segera rampung dan berjodoh dengan penerbit, ya. Memang benar, asupan gizi otak lewat bacaan itu kunci supaya tulisan tetap "berdaging". Semoga sehat selalu dan ibadahnya makin lancar di Ramadan kali ini. Semangat menuntaskan tantangan IIDN-nya!
Ayooo semangat ngeblog lagi mbak Dewi!
ReplyDeleteAkupun sekarang lagi ikut tantangan ramadan nih. Tapi di platform sebelah, kompasiana. Disana tantangannya juga mumet banget, heuheu. Tema tulisannya bukan main, random dan adaaaa aja dah.
Semoga semua keruwetan ini kelak bisa berbuah manis ya mbak Dewi
MasyaAllah senangnya bisa meluangkan waktu di bulan Ramadan untuk membaca buku-buku penuh ilmuuu. Ikutan challenge menulis juga salah satu bentuk produktivitas loh mbak di bulan Ramadan. Saya juga ikutan, meskipun dar-der-dor dan selalu setor menjelang jam Cinderella, alhamdulillah lolos juga 10 hari. Hihi..
ReplyDeleteMasyaallah... Produktif sekali mbak. BW ke blog mbak selalu bikin aku termotivasi untuk maju lagi. Terutama masalah menulis fiksi. Walaupun aku masih butuh banyaaaak sekali belajar dan jam terbang. Semoga suatu hari bisa menerbitkan novel cetak punyaku sendiri. Doakan ya... Kudoakan juga semua rencana mbak dimudahkan.
ReplyDeleteAamiin teh semoga berjodoh novel dan penerbitnya , kegiatan ramadhan diisi dengan hal2 positiv itu keren bangeut. Rajin ngeblog , kemudian nulis naskah kaka keren sekalii alu ingin belajarrrr dong
ReplyDeleteMbak Dedew keren nih, tetap produktif menulis walau bulan Ramadan. Dan salah satu caranya ikut tantangan menulis ya. Jadi terus memacu semangat menulis kita. Dan tantangan terbesar itu rasa malas karena juga job dari blog semakin menurun ya Mbak. Saya juga ikut tantangan menulis blog posting 2x seminggu. Dan saya menyerah Mbak di Minggu ini. Makanya salut pada Mbak Dedew yang masih bisa juga menulis naskah buku.
ReplyDeleteRamadan bukan berarti malas malasan ya mbak
ReplyDeleteMelainkan bisa diisi dengan berbagai kegiatan kreatif
Aku juga ikut tantangan menulis di ramadan kali ini
Bulan Ramadan memang tidak seharusnya menghentikan produktivitas ataupun melambat akan tetapi memang tantangannya cukup nyata apabila harus menulis saat-saat yang kritis seperti jam 02.00 siang maupun jam-jam di mana lagi harusnya. Sebenarnya tidak ada alasan karena harusnya sudah terbiasa ya
ReplyDeleteSemangat terus mengikuti tantangan menulis nya mbak. Semoga diberikan kelancaran dan kemudahan ya.
ReplyDeleteKeren banget, sudah mengajukan naskah novel. Semoga goals dan bukunya laris manis ya 🫶🤩 salut deh, Ramadan tetap aktif dan banyak kegiatan yang berfokus pada dunia literasi.
Semoga dua blog yang dilanjut domain nya bisa lebih maksimal ya. Bismillah mendatangkan banyak cuan juga.
Saya juga tertarik mba Dew di Ramadan ini membaca buku² biogragi istri² Rosulullah soalnya menginspirasi sekali deh. Jadi pengen mengikuti jejak langkah para umahat solehah ini.selamat menjalankan ibadah puasa ya mbak, sshat selalu
ReplyDeleteWaaahhh baru inget nih ada tantangan menulis IIDN haha. Keren mbak tetep konsisten di tengah2 melakukan ibadah Ramadan, walau kadang ya bisanya di malam hari nulisnya yaa.
ReplyDeleteJadi target berikutnya mau mencetak Kos Horor Mimi ini ya menjadi buku? Aamiin semoga dimudahkan yaa.
Soal blog, iya nih mbak, sekarang punya satu aja berat apalagi punya lebih dari 2 yaa.
Aku pun memilih bertahan karena nggak mau kehilangan kenang2an aja sih. Semoga saja selalu ada rezeki buat memperpanjang hosting domain aamiin :D