Self Love, Tentang Mencintai Diri Sendiri - Small Things, Kecil Tapi Penting

Self Love, Tentang Mencintai Diri Sendiri


Dear Temans,

Pada suatu scene episode terakhir drama Korea When The Camellia Blooms, ada percakapan tokoh utama Dongbaek dengan sahabatnya Nyonya Kwak yang ckup berkesan untukku. Kau harus bahagia agar anakmu bahagia, begitu Nyonya Kwak mengingatkan Dongbaek.


Ya, kita sering mendengar quote ibu bahagia membesarkan anak bahagia. Atau Kebahagiaan ibu menjadi kunci kebahagiaan keluarga. Tapi kesibukan menjadi anak, ibu dan istri, dan berbagai peran dalam hidup terkadang membuat kita melupakan kebutuhan sebagai pribadi utuh. Melupakan keinginan kita sebagai individu.


Self love mencintai diri sendiri
Self love mencintai diri sendiri


Bahkan, terkadang kita lupa berbahagia karena kesibukan sehari-hari yang padat membuat semua hal jadi rutinitas belaka. Kita terbiasa mendahulukan kepentingan keluarga dan orang lain daripada kebutuhan kita dan ajaibnya, kita bahagia dan sukarela melakukannya. The power of emak ya, hehe. Hal ini tidak salah, tapi jangan lupa mencintai diri sendiri, Temans.

Apa itu self love?

Mencintai diri sendiri, berarti kita mencintai dan menghargai diri sendiri. Ya, siapa sih yang tak cinta dirinya? Jangan salah, ada banyak! Ya, banyak orang yang membenci dirinya sendiri. Menganggap diri mereka jelek, tidak punya kemampuan apapun, bahkan tidak layak dicintai.


Cara mencintai diri sendiri

Sikap tidak cinta diri sendiri membuat kita sering mendahulukan kebahagiaan orang lain dibandingkan diri sendiri. Membiarkan diri kita tidak dihargai atau dirundung orang lain. Membiarkan orang mengatur kita dan memperlakukan kita seenaknya. Tidak merawat diri dengan baik, membiarkan diri hidup di lingkungan pertemanan yang tidak positif. Fatal, kan. Itulah mengapa begitu penting kita mencintai diri sendiri. 


Bagaimana caraku mencintai diri sendiri?


Panggil Namaku


Menjadi ibu dan istri kadang mengaburkan identitas kita. Salah satunya, adalah kita dipanggil dengan Panggilan Bunda (nama anak) atau Ibu (nama suami). Orang sekeliling kita jadi nggak tahu nama asli kita ya. Hehe.


Paling hanya teman komunitas atau teman zaman kuliah dan sekolah yang tahu nama kita. Atau teman di kantor. Di lingkungan rumah, berubah jadi Ibu Bagus dan Bunda Nailah, hehe. 


Makanya di perumahanku, para istri juga terbiasa disapa dengan nama masing-masing, sehingga kita tahu nama asli tetangga kiri-kanan. Ada rasa senang jika dipanggil dengan nama sendiri, deh. 


Penuhi Kebutuhan Pribadi


Saking  banyaknya  kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi, kadang kita mengesampingkan keinginan dan kebutuhan kita. 


Zaman ngantor, Aku terbiasa membeli barang yang kuinginkan, untuk memberi reward pada diriku. Aku suka membeli perhiasan saat gajian rasanya bahagia pergi ke toko emas dan membeli cincin kecil yang cantik hihi. 


Cara mencintai diri sendiri

Sekarang, karena banyak kebutuhan keluarga, biasanya aku menghadiahi diriku sendiri hal sederhana yang menyenangkan misalnya membeli segelas es kopi susu,  novel tebal hingga lipstik berwarna cantik, hehe. 

Baca Juga: Peduli Kesehatan Mental Agar Bahagia



Coba perhatikan, Kebutuhan kita sudah terpenuhi belum? Makan yang bergizi, tidur cukup, olahraga adalah kebutuhan tubuh kita. Jangan diabaikan ya. Kebutuhan untuk mengobrol dan berkumpul dengan keluarga, sahabat dan teman juga kebutuhan penting. 


Sisihkan waktu untuk bertemu sahabat, luangkan waktu untuk ikut kajian agama dan seminar, workshop, untuk menambah nutrisi otak. Bergantian dengan suami untuk menjaga anak-anak. 


Mengurangi over thinking 


Ya, cara menyayangi diri sendiri untukku adalah stop over thinking. Aku dulu terbiasa memikirkan yang tidak-tidak, kata mamaku, hehe terkadang sampai menangis hingga tertidur. 


Cara mencintai diri sendiri

Kadang teringat kesalahan masa lalu terus mikir seandainya waktu bisa diulang aku  akan begini begitu. Ah, ribet banget memang kalau semuanya dipikirkan. Akibatnya, hal itu berpengaruh ke tubuhku, aku jadi sakit. Dari pikiran, pindah ke fisik. Fatal kan! 

Padahal, kata orang bijak masa lalu sudah berlalu, masa depan belum terlihat, yang kita miliki adalah hari ini, maksimalkan.


Sekarang, aku berusaha untuk easy going, tidak banyak pikiran. Menjalani hari dengan bahagia dan syukur. Ternyata, hal ini bikin perasaan lebih ringan dan bahagia. Aku berusaha olahraga teratur dan bernafas dengan panjang dan lega. 


Mantra Aku Cantik  


Dulu, aku sering insecure dengan tubuh kerempengku, rambut keriting, dan lainnya. Huhu parah kan diriku. Aku lalu berusaha menggali hal positif dariku dan menuliskannya. 


Aku juga mulai membiasakan mengucapkan  dan menuliskan berbagai kalimat positif untuk menyemangati diriku. Setelah aku sering menemukan bahwa keinginan yang kuucapkan Alhamdulillah satu-persatu terwujud, salah satunya ingin jadi pembicara dan guru menulis, hehe. Ajaib rasanya. 


Self love mencintai diri sendiri


Belajar Sesuatu Yang Disukai


Walaupun menjadi ibu dan usia kian bertambah, jangan berhenti belajar dan punya mimpi.


Apa yang menjadi impianmu, cobalah untuk diwujudkan. Jangan pikir mimpi itu terlalu tinggi atau konyol untuk terwujud.


Salah satu impianku adalah ikut writer residence di luar negeri. Ingin rasanya pergi ke negara lain, dan menulis buku tentang hal yang menarik di sana. Untuk itu, aku harus fasih berbahasa Inggris. Aku mulai belajar bahasa Inggris dari buku, film dan lagu, gabung dengan klub bahasa Inggris demi mencapai impian itu. 


Jadikan Iri Sebagai Pemacu Semangat 


Kehadiran media sosial membuat kita bisa mengintip sebagian kehidupan orang lain. Kadang terbersit rasa iri pada kehidupan orang lain Kalau aku sebagai penulis, biasanya tidak jauh-jauh dari pencapaian teman-teman. Hm, Kok bisa sih dia lolos seleksi penulis GLN? Diundang ke sana-sini? Bisa punya ide sekeren itu?


Rasa iri yang timbul adalah manusiawi,  biasanya kujadikan pemacu agar lebih semangat berkarya. Pelajari cara mereka memperoleh kesuksesan itu. Ikuti cara mereka, tiru etos kerja, kedisiplinan dan konsistensi mereka. Tidak mungkin kan, rebahan terus tapi ingin sukses. Huhu.  


Ungkapkan Isi Hati


Ya, terkadang tidak mudah mengungkapkan isi hati pada orang lain. Khawatir apa yang kita sampaikan membuat orang tersinggung atau tidak enak. Akibatnya, Kita jadi suka memendam perasaan. Perasaan negatif seperti marah atau kesal jika dibiarkan bisa mempengaruhi kesehatan tubuh. 


Cara mencintai diri sendiri



Jadi, aku berusaha mengungkapkan perasaanku pada orang lain. Jika terasa susah, akan kuungkapkan lewat tulisan. Ya, Mengungkapkan perasaan lewat tulisan terbukti mampu menyembuhkan luka batin, lho. Sudah pernah mencoba?

Nah, Itulah beberapa caraku mencintai diri sendiri. Bagaimana dengan kalian? Yuk, berbagi denganku di kolom komentar ya! Aku tunggu ceritanya! 












33 comments:

  1. yes, love yourself first then you can love another <3

    ReplyDelete
  2. Tulisannya bagus banget.
    Jadi membuka mataku kalo tidak mengabaikan diri sendiri dengan penuhi kebutuhan2 pribadi, tidak melulu pikirin orang lalain, seperti keluarga, teman dan orang sekitar.

    Dengam mencintai diri sendiri, hati bahagia, bisa menular ke orang lain juga kan :)

    ReplyDelete
  3. Bagus sekali Mbak Dedew. Aku toh nggak terpikir yang ini. Caraku mencintai diri sendiri itu apa ya?
    Kayaknya lebih banyak bersyukur dan meminta maaf pada diri sendiri.

    ReplyDelete
  4. Sama, nih. Aku juga kalau di lingkungan tetangga ya dipanggilnya Mbak/Bu Farida, tidak pakai nama suami atau anak.

    ReplyDelete
  5. Kayaknya paling susah itu, mengurangi overthinking mbak 😂
    Stres dengan tekanan dari extrenal maupun kadang dari kelurga terdekat. Haha

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah sekarang modal ikhlas melakukan apapun nampaknya berefek jadi bahagia. Tapi kalau kata suami memang sudah saatnya saya mulai memikirkan diri sendiri. Menyenangkan diri sendiri.

    ReplyDelete
  7. Jadi narsis boleh ya Mba? Atau beda ama narsis ya?

    ReplyDelete
  8. Dulu aku juga overthinking. Segala macam dipikirin, sampai yang hal kecil-kecil. Hasilnya, susah tidur dan tak mudah terlelap. Kebawa tuh sampai sekarang kalau susah tidurnya. Tapi kalau overthinking-nya udah berkurang jauh banget. Cape hati boooo...

    ReplyDelete
  9. mba dewi makasi udah sharing banyak hal terkait self love.... sangat memotivasi dan menyadari bahwa baiknya cintai diri sendiri terlebih dahulu untuk dapat mencintai makhluk lain

    ReplyDelete
  10. Yap mmba. Aku pun selalu berusaha agar aku bahagia biar keluarga dan orang orang terdekat juga ikut aura bahagia :)

    ReplyDelete
  11. Mencintai diri sendiri, terdengar mudah tapi pd praktiknya kt lebih sering mendahulukan kepentingan org lain dan mengenyampingkan kebutuhan pribadi.

    ReplyDelete
  12. Menghadiahi diri sendiri penting menurutku sebagai bentuk cinta pada diri. Aku juga suka gitu mbak abis gajian beli apa kek yg aku suka tanpa perlu mibta suami dan ga mikir pendapat orang pokoknya aku suka dan bahagia hahahah

    ReplyDelete
  13. Ada saatnya kita butuh memperhatikan apakah memang diri kita sudah terpenuhi kebutuhannya atau tidak ya.

    ReplyDelete
  14. Panggil namaku, ini nih yangdulu bikin bete waktu masih tinggal di perumahan yang lama. Saat teman-teman kantor mau ke rumah terus tanya rumahku di mana, tak satupun yang tahu, hiks... mereka tahunya bu Nasir, nama suamiku. Padahal ibunya Nasir sudah lama almarhum, hahaha

    ReplyDelete
  15. benar banget mbak dewi, kalau mau membuat orang lain bahagia kita sendiri harus bahagia. dengan demikian kita bisa menularkan aura positif ke orang-orang di sekitar kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju dengan Mbak Liza. Kebahagiaan untuk orang lain harus dipancarkan dari diri sendiri terlebih dahulu.

      Delete
    2. Bener juga ya mba, kalau diri kita sendiri aja ga bahagia dan mencintai diri, gimana coba mau menularkan aura positif ke orang lain.

      Delete
  16. Betl sekali mbak Dedew. Panggil orang dengan namanya diyakini memberikan penghormatan dan perasaan berbeda loh di hati. Seperti ada pengakuan kalau diri kita ini ada. Mengungkapkan isi hati juga mesti tuh supaya orang2 di sekeliling kita tahu apa yang kita rasakan jadi plong deh ya :)

    ReplyDelete
  17. Iya mba. Aku juga pernah berada dalam posisi tidak percaya pada diriku sendiri. Tapi allhamdulillahnya seiiring waktu aku temukan apa yang mmebuatku bahagia dan memang salah satu cara mencintai diri sendiri adalah ketika kita belajar menerima diri kita sendiri, memperbaiki kesalahn dan semakin lebih baik dengan cara terus upgrade diri ya.

    ReplyDelete
  18. Aku sempat berada di posisi tidak bahagia setelah anak pertama saya lahir.
    Tapi akhirnya bongkar isi otak dan ubah mindset dibantu sama suami.
    sejak itu, aku jadi semakin giat mencari jalan supaya selalu sehat dan bahagia.

    ReplyDelete
  19. Soal pangggilan itu menarik Mba soalnya aku kenalkan anak dan panggil nama neneknya . Jadi tidak nenek saja karena begitu banyak anakku punya nenek. Supata tidak lupa siapa aja nama neneknya

    ReplyDelete
  20. Dulu saya sempat seperti itu. Duluin keluarga dulu, deh. Asalkan mereka bahagia, saya juga bahagia. Tetapi, sekarang mulai terbalik. Saya juga harus bahagia dulu. Bukan berarti gak lagi sayang keluarga. Justru sebaliknya. Kalau membahagiakan diri sendiri dulu, malah jadi lebih semangat menyayangi keluarga

    ReplyDelete
  21. Duh aku belum nonton drakor yang ini mbak baru mau mulai, pesan yang disampaikan nacep banget ya "Kau harus bahagia agar anakmu bahagia". Bener banget kita harus bisa mencintai diri sendiri dulu sebelum orang lain

    ReplyDelete
  22. beneeeer banget mbaaa...aku selalu menjaga positivity sebagai mantra kuat untuk maju terus berkarya

    ReplyDelete
  23. Kadang di pikiran emak-emak itu selalu keluarga, jadi lupa bahwa diri sendiri berhak bahagia.
    Aku sering banget bahagia kalau belanja sendiri.
    Terus boleh hambur-hambur, hahaha...apa aja yang aku mau, aku beli.

    Tapi setelah di rumah di cek, laa...barangku cuma satu, berbanding terbalik sama barang suami dan anak-anak (lagi).

    Ternyata self-love ku itu, aku gak dilarang-larang.
    Hhehee...bahagia.

    ReplyDelete
  24. mencintai diri sendiri dengan terus menambah ilmu, dari kelas online berbayar dan gratisan, bahkan aku ikutan jualan hehe... serulah mengisi hari-hari dibanding duduk di rumah aja.

    ReplyDelete
  25. Sekarang aku ada di posisi tidak menyukai diriku yang sepertinya telah salah langkah
    Namun, aku kembali lagi kalau Tuhan pasti punya jalan

    ReplyDelete
  26. Iya bner mba mengungkapkan perasaanku pada orang lain itu agak riskan.tapi diungkapkan lewat tulisan, mampu menyembuhkan luka
    batin , aplg klo curhat k Allah pasti Ada jln kluar nya

    ReplyDelete
  27. Banyak cara untuk mencintai diri sendiri.. salah satunya yang aku suka tuh ya nyenening diri sendiri dengan melakukan hal2 yang emang kita pengen..Beli barang apa gitu misalnya

    ReplyDelete
  28. Tentang "panggil namaku" kalo aku malah sering diomong ama tetangga karena aku lebih suka dipanggil sebagai "Bunda Nurul" nama anak pertama.

    ReplyDelete
  29. Mencintai diri sendiri dengan rajin me time udah cukup untuk saya, me time nya mulai dari belanja sampai baca novel hehe.

    ReplyDelete
  30. Self love memang bener2 penting buat perempuan. Karena pasti ke depannya orang-orang di sekitar kita bakal ngrasain dihargai sama kita. Ngerasain banget saya soalnya ketika tuntutan orang jadi beban hidup, akhirnya ada tahap yang bikin gagal. Inspiratif sekali tulisannya!

    ReplyDelete
  31. Duh salfok sama bukunya mbak Dew, keren ih, hihi..
    Memang self love adalah modal utama untuk bisa tampil lebih percaya diri ya mbak.
    Salam kenal Mbak Dedew :D

    ReplyDelete

Recent

recentposts