Cermin Hati Aa Gym: Bicara Yang Baik atau Diam

Dear Temans,
Alhamdulillah, kita sudah memasuki Ramadan hari ke-13. Sambil menunggu waktu buka puasa hari Jumat (01/05) ini, aku menyaksikan acara Cermin Hati Bersama Aa Gym di Metro TV dengan pembawa acara Bayu Oktara.

Cermin Hati Aa Gym bicara yang baik atau diam
Rumus Bicara Yang Baik 


Tema kajian yang diangkat kali ini begitu klik dengan keseharian kita. Rumus bicara yang baik menurut Islam. Kita tahu kan saat ini di mana media sosial sangat hits, orang berlomba-lomba ingin didengar dan diikuti.

Saat ini, banyaknya follower di media sosial menjadi suatu kebanggaan. Ketika kita menulis status di media sosial dan jadi viral, rasanya wow. Video kita di YouTube mendulang ribuan likes dan teman-teman jadi kagum, rasanya senang.  Demi konten yang ramai, apapun kita lakukan.

Padahal, menurut Aa Gym, dai asal Bandung ini Kalau kita menulis atau bicara dengan tulus dari hati maka dibaca dan didengar pun adem. Orang yang menjaga lisan akan lebih mudah menjadi ahli surga dan begitu pula sebaliknya. Orang yang sembarangan bicara mudah jadi ahli neraka. 

Jadi, kapanpun mau bicara atau menulis tanyakan dulu hati kita apakah kita menulis atau bicara karena mau dicintai Allah atau mau diakui orang lain? Karena terkadang kita maunya pengen diakui orang lain makanya kalau ngobrol kita kadang melebihkan, mengada-ada hingga keranjingan berghibah. 

Sebaiknya, Ramadan ini kita juga berusaha puasa mulut yang asal njeplak. Tugas mulut kita sebenarnya hanya ada dua yaitu zikrullah dan amar maruf nahi mungkar. 

Pertama, zikrullah atau zikir mengingat Allah, mulut kita digunakan untuk zikir dan berdoa pada Allah. Kedua, amar maruf nahi mungkar yaitu mengingatkan orang lain pada kebaikan dan mencegah keburukan. Itu saja tugas mulut kita. Selebihnya, sebaiknya kita diam saja. 

Jika ingin selamat dunia dan akhirat kita harus memiliki kesungguhan untuk menjaga lisan, kata-kata yang keluar dari mulut kita itu seperti pistol yang meletus atau singa yang kita lepas, tidak bisa lagi kita kendalikan, maka kita akan tunggu mudharatnya. 

Cermin Hati Aa Gym bicara yang baik atau diam
Bicara yang Baik atau Diam 

Tertariklah untuk jadi orang yang bicara benar, bisa dipertanggungjawabkan, jangan mau jadi orang yang jago bicara, atau dapat pengakuan orang lain saja. 

Bagaimana dengan memuji? Pujian bisa bermata dua. Pujian ada tujuannya, kadang ada pujian dikeluarkan karena ingin menjilat atau ingin mendapatkan sesuatu maka itu buruk. Tidak tulus. 

Ada pula yang memuji karena memang orangnya layak dipuji tapi karena yang memuji kurang ilmu, makanya pujian kita jadi lebay. Pujian seperti ini malah akan menjerumuskan orang yang dipuji. 

Rasulullah menganjurkan kalau ada yang memuji, bawa pasir untuk ditaburkan kepada orang itu hehe ini kiasan ya karena jika orang terlalu sering dipuji maka ia akan addict, berusaha cari cara untuk dipuji. 

Orang akan bela-belain nyicil, bohong demi dipuji dan dianggap hebat di mata orang lain. Hidup mereka nggak akan normal karena pengen dipuji terus. Kasihan, kan?

Bagaimana cara memuji orang? Kaitkan dengan Allah. Jangan berlebihan! Misalnya, kita merasa orangnya baik, tanyalah diri kita pernahkah kita serumah dengan dia? Pernahkah bermuamalah dengan dia? Melakukan perjalanan dengan dia? Orang bisa dinilai baik kalau kita sudah pernah serumah, bermuamalah dan safar dengan dia. Kita jadi tahu betul bagaimana orang itu sebenarnya, ya. 

Cermin Hati Aa Gym Bicara yang baik atau diam

Jika ingin memuji teman, jangan lupa untuk kaitkan dengan Allah. Misalnya, Alhamdulillah saya pernah bertemu di masjid beberapa kali dan orangnya jujur. Alhamdulillah, kamu diberi kemudahan Allah sudah hapal Qur'an!  Jadi yang dipuji adalah Allah, bukan orangnya, jadi tidak ada kesempatan dan celah orang yang kita puji untuk menyombongkan diri.

Bagaimana dengan panggilan khusus atau kebiasaan bicara seenaknya karena sudah akrab dengan orang? 

Menurut Aa Gym, sebetulnya semakin banyak bicara, semakin terbuka aib kita, semakin terlihat keburukan kita. Jadi, tidak aman sebenarnya perilaku banyak bicara itu. 

Walau akrab, perkataan kita harus tetap dijaga jangan sampai ucapan kita menyakiti hati orang, membuatnya teraniaya, merasa terpojok, malah nanti merusak keakraban kita. Sayang kan! Ingatlah, Segala ucapan kita tulisan kita dihisab Allah.  

Jadi ingat, pergaulan zaman sekarang, orang dengan mudahnya memaki anjing, bangsat dll, begitu juga dengan nyetatus di media sosial ya, Teman! Segala kata makian berhamburan. Hm, apakah itu keren? Sekali lagi ingat, ucapan dan tulisan kita semuanya akan dihisab.

Nah, Bagaimana dengan orang yang nada bicaranya tinggi seperti orang marah, dari suku tertentu? Dan kadang menyebabkan orang tersinggung? Menurut Aa Gym, kita tak bisa disalahkan karena logat kita karena itu sudah dari sananya, hehe. Tapi tak ada salahnya kita melatih diri agar nada bicara kita lebih aman dan ramah.  Tentu saja, agar orang tidak berburuk sangka karena kita tidak bisa menjelaskan ke semua orang latar belakang kita.

Ada pemirsa yang bartanya, bagaimana dengan pekerjaan atau influencer yang suka berkata kasar atau menjelekkan orang demi hiburan atau konten? 

Menurut Aa Gym, bekerjalah dan cari nafkahlah dengan cara yang baik. Jangan mencari popularitas, cari nafkah dengan menjelekkan orang untuk tujuan menghibur. Nanti tidak berkah rezekinya! Jangan sampai follower bertambah, dosa kita bertambah juga!

Terus Jangan bangga banyak follower atau populer, karena hal itu bukan berkah tapi ujian. Karena kalau kita berbuat buruk dan ditiru maka dosa kita akan bertambah pula karena mengajak orang lain pada keburukan. 

So, jadi populer itu bukan kehebatan tapi ujian, kita yang menjadi populer harus sekuat tenaga berusaha agar dapat menjadi contoh yang baik. Jika kebaikan kita ditiru, kita akan mendapatkan pahala. jika kita suka mencela, menyakiti hati orang dan ditiru orang banyak perilaku kita, maka tunggulah ganjarannya! Huhu.

Jadilah orang yang berbuat baik, berhati baik, bersikap baik, Allah maha tahu segalanya, isi hati dan pembicaraan kita. Jika kita menyadari telah bicara salah, atau melakukan kesalahan, jangan lupa minta maaf pada orang yang kita sakiti dan minta ampun pada Allah. 

Kesimpulan tausiyah hari ini, Allah menciptakan mulut dengan tidak sia-sia, kita punya dua mata, dua telinga tapi hanya punya satu mulut. Kita harus  mendengar lebih banyak, melihat lebih banyak barulah bicara.

Jangan lupa, bicara yang baik.
Usahakan perkataan yang kita lontarkan, niatnya sama dengan yang ada di dalam hati kita. Tidak usah ingin dikagumi orang lain, yang penting Allah suka pada kita. Berkata baik, benar, atau diam. 





Comments

  1. Tak jauh beda dengan menulis.
    Menulis yang baik atau nggak usah menulis hehehe.
    Semoga kita termasuk hamba-Nya yang bisa menjaga lisan, hati, dan jari

    ReplyDelete
  2. Pas banget aku juga nonton nih mba sesi cermin hati sama Aa gym tema ini.
    Jangan dikira apa yg keluar dr mulut kita itu gak dimintai pertanggungjawaban gitu kata Aa.
    Makjleb... Kadang kita suka ngomong Santuy ga jelas tanpa pikir panjang smp kesana ya.
    Astagfirullah

    ReplyDelete
  3. Bicara yang baik atau diam .. iya ya memang ajaran Islam demikian.
    Tapi tetap saja sering kepeleset mulut ini ya Allah ... semoga bisa menjadi lebih baik di Ramadhan ini

    ReplyDelete
  4. Semoga kita selalu diberi kemudahan dalam menjaga perkataan ya...baik lisan maupun tulisan. Ahhh ada ulasan ttg influencer juga ya...Alhamdulillah semoga kita juga berpengaruh baik bagi para follower..AMinnnn

    ReplyDelete
  5. Aku sukaa banget sama Aa Gym ini, beberapa kali suka ikut kajiannya. Emang selalu mengademkan hati trus senyum2.
    Setuju banget dengan bicara yang baik atau diam, itu selalu melekat juga dalam pikiranku.

    ReplyDelete
  6. Masyaallah lidah memang bagai pedang bermata dua ya. Kita bisa menggunakannya utk kebaikan atau keburukan. Seneng banget bs baca rangkuman tausiyah begini. Adem

    ReplyDelete
  7. Aku suka dengan kata-kata ini "bekerjalah dan mencari nafkah dengan cara yang baik" tapi memang aku selalu suka kalau cara Aa Gym sedang berdakwah. Lebih baik melakukan yang baik-baik ya mbak, karena toh nanti akan ada karma baik untuk kita.

    ReplyDelete
  8. Iya, Mbak. Karena kelak semua akan ada pertanggungjawabannya. Saya juga mending diam aja lah daripada bicara, tapi efeknya gak bagus

    ReplyDelete
  9. betul banget yang dikatakan AA Gym, kadang kita suka berlebihan memuji orang padahal kita belum pernah jalan bareng, makan bareng, dan belum kenal dekat..jadinya kadang terkesan lebay ya kalau muji berlebihan

    ReplyDelete
  10. Banyaknya follower di media sosial itu juga amanah, tentang kemanakah kita akan mengajak mereka, ke jalan yang benar atau ke jalan yang salah. Btw, tausiyah AA Gym memang selalu menyejukkan ya Mbak

    ReplyDelete
  11. kalo dengar tausiah Aa' Gym mah, jd merasa paling amit2 jd manusia. rezeki banget Indonesia punya beliau. makasih tulisannya mbak, faedah banget!

    ReplyDelete
  12. Banyak follower berarti banyak pula kebaikan yang bisa disebarkan. Tapi kalau ada keburukan yang disebarkan dosanya pasti ditanggung juga kan? Ya setiap pilihan pasti ada plus dan minus nya. Siap-siap aja. Makanya heran sih dengan orang yang sampai bela-belain beli follower, buat apa coba?

    ReplyDelete
  13. ah selalu adem nyimak tausiahnya aa gym.
    kalo aku pilih lebih banyak diam aja karena belum bisa berkata baik :)

    ReplyDelete
  14. Baca ini sambil istighfar, takut keceplosan ngomong jelek selama ini.
    Aku kalo baca di timeline gitu suka ngelus dada, banyak banget yang maki-maki dan kotor nulis komentarnya. Sedih ya mbak, mengapa makin banyak orang yang gampang terhasut dan menebar kebohongan

    ReplyDelete
  15. maasyaallah mba, belajar banget buat bicara yang baik dan diam jika gak ada yang perlu dibicarakan secara baik

    ReplyDelete
  16. Duh jleb banget petuah Aa Gym ini. Kita tuh malah banyak senengnya follower nambah tapi lupa buat ga jaga konten. Soal amalan hati kita tuh suka kelepasan kayak dibilang Aa Gym itu ya, Dew. Huhuhu thanks for reminding

    ReplyDelete
  17. iyah, gampang ngomongnya sih, parktiknya susah, sebagian orang baru puas klo udah ngomel2 kan yah. mari jaga hati

    ReplyDelete
  18. Bener banget, Mba. Kalau dipuji agak berlebihan itu kesannya lebay banget. Saya juga ga biasa begitu. Memuji juga harus pakai ilmunya ya kalai ga mau dilempar pasti sam yg dipuji.. xixixi

    ReplyDelete
  19. QUL KHOIRON au LI YASMUT. betul seklai, daripada menyakiti hati orang mendingan diam aja

    ReplyDelete
  20. Beberapa malam lalu menonton Aa Gym dialog dengan Hotman Paris. Seru banget obrolan mereka. Tapi yang malam selanjutnya saya kelupaan buat nonton lagi.

    ReplyDelete
  21. Selalu merasa lebih adem kalau mendengarkan tausiah dari Aa Gym. Beliau selalu mengajak kita untuk menjaga hati dan lisan. Lebih baik diam daripada berbicara yang tidak ada gunanya.

    ReplyDelete
  22. Untuk urusan2 dunia, hablumminannas, saya pun suka dengerin ceramah aak. Sejuk dan ngena biasanya. Dan benar banget ya, kalau kita ga punya bahan untuk bicara yang baik mending diam aja, daripada nanti ada yang tersakiti... Catet ah, self reminder..

    ReplyDelete
  23. Kok aku malah jadi keingetan lagunya Nusa dan Rara Mbak. Anakku suka nyanyi. Lagunya gini..
    " Bicara baik..atau diam.., jangan sakiti orang tuamu"
    Hihihi...ini pakai nada Nusa Rara bacanya yaa..

    ReplyDelete
  24. Betul betul...bicara yang baik dan jangan lupa kendalikan jempol ya, mbak. Kadang suka pada komen tanpa pakai mikir. Jatuh2nya malah nyakitin orang lain.

    ReplyDelete
  25. Memang godaan untuk berkata-kata yang tidak pantas kalau lihat postingan di media sosial tuh ya ampun. Mendingan menghindari postingan orang-orang yang gak pantes daripada kita terpancing untuk ikutan komentar yang belum tentu juga berpengaruh besar buat memperbaiki hal itu.

    ReplyDelete
  26. Memuji pun perlu etika ya mbak! Karena sejatinya pujian itu ibarat pedang yang ditebaskan ke leher saudara yg kita puji. Jadi harus tetap pakai etika dan menyertakan Allah dalam pujia kita. suka banget dengan ulasannya mbak. trimksh.

    ReplyDelete
  27. masya Allah, siraman rohani banget. makasih ya Mbk jadi tertekun soal banyak followers tapi enggak mengajak kebaikan, iih ngeri deh

    ReplyDelete
  28. Khasnya Aa Gym ya Teh, materinya tentang gimana menjaga hati menjaga lisan. Bicara baik atau diam, masih susah di aku, apalagi kalo gemess yaa sama kondisi, ya Alloh, sedihnya itu merembet2

    ReplyDelete
  29. lebih baik diam itu prakteknya berat ya mba, nahan bibir sama nahan tangan buat ngetik gosip itu emang sesuatu ^_^

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Terlanjur Betah di Perpustakaan Cinta Baca di Bogor