Tentang Rezeki, Jangan Takut Ada Allah - Small Things, Kecil Tapi Penting

Tentang Rezeki, Jangan Takut Ada Allah

Dear Temans,
Sering nggak merasa cemas tanpa alasan? Akibatnya, jadi susah tidur dan lainnya. Sebagai freelance writer yang pendapatannya nggak tetap aku kerap merasa cemas diawal bulan. Hm, sebentar lagi waktunya bayar arisan, cicilan dan uang les serta SPP, nih. Masalahnya, ada duit masuk nggak ya untuk bayar? Hihihi.




Ya, masalah keuangan sering menjadi masalah untuk freelancer sepertiku. Kami tidak punya gaji tetap yang bisa dialokasikan setiap bulan. Jadi, cara seorang teman mengatur keuangan dengan cara mengalokasikan gajinya untuk ini dan itu kurang bisa kuterapkan.

Setiap bulan kadang banyak pekerjaan, kadang biasa saja. Alhamdulillah, harus disyukuri. Gara-gara bisa dapat uang cepat dari blog inilah aku sempat terlena dan tidak menulis buku baru.

Maklum, proses penulisan dan penerbitan buku yang panjang membuat penulis lama baru bisa menikmati hasil kerjanya. Karena itu, disarankan penulis buku produktif, punya banyak buku yang terbit sehingga royaltinya tiap bulan ada terus, ya.

Suatu siang, tiba-tiba di sebuah grup penulisan di WA berdiskusi tentang rezeki. Dan sharingnya benar-benar membuka mataku. Aku jadi malu sendiri, sering mencemaskan berbagai hal.


Oh iya, awalnya kami mengobrol tentang biaya sekolah dan kuliah anak. Terus, lanjut ngobrolin investasi dan tabungan. Ada yang berpendapat sebaiknya nabung Logam Mulia untuk persiapan biaya kuliah anak, persis seperti yang kulakukan saat ini walau sedikit-sedikit, hehe. Terus, seorang sobatku B nyeletuk dengan ikon meringis.  

"Aku malah tidak punya tabungan. Suamiku nggak mau ada tabungan khusus, disedekahkan untuk yang membutuhkan. Tidak boleh numpuk-numpuk harta katanya. harap Maklum ya, beliau penceramah. Biarkan berjalan saja. Kalau sudah saatnya ada aja jalannya. Dan selama ini sih selalu begitu. Ini anak mau kuliah, mau masuk SMA, Alhamdulillah dapet proyek buku. Ya sudah, memang itu jalannya kali buat biaya sekolah mereka😁Tapi kadang,  aku juga bingung nggak punya tabungan masa depan. Terus aku di ceramahin lagi deh🤣🤣🤣

"Benar, rezeki sudah ditetapkan Allah. Tinggal menjalani saja, yang penting bersyukur," timpal K.

"Aku juga pernah dengar beberapa ceramah tentang ini. Katanya manusia itu memang selalu digoda setan dengan banyak ketakutan-ketakutan, salah satunya ketakutan akan rezeki dan masa depan. Padahal semua udah tertulis jauuuuh hari sebelum kita lahir. Dan Allah enggak akan pernah dzolim terhadap makhluk-Nya. Semua udah tertakar dan terbaik, Masya Allah," tulis Mbak S.


"Sekadar share, memang kalau menerapkan "cukuplah dengan yang ada hari ini" kita jadi tidak banyak pikiran dan lebih tenang. Yakin Allah yang mencukupkan rezeki. Apalagi setiap butir harta itu ada hisabnya. Semakin banyak harta semakin lama kita dihisab. Jadi lebih baik, keluarkan, keluarkan, keluarkan untuk kebaikan. Kalau kita bantu orang hari ini, Insya Allah ada yang akan membantu kita di saat kita membutuhkan,"

Dulu kami sering berpikir begini (tepatnya mengeluh): Ya Allah, kok setiap ada uang, selalu ada kebutuhan yang harus keluarkan uang. Yang anak sakitlah, inilah itulah. Yang jelas gaji gak pernah bersisa.

Tapi sekarang mikirnya dibalik: Ya Allah, terima kasih. Setiap ada kebutuhan yang memerlukan uang, uangnya selalu ada. Masya Allah, aku jadi jleb. Selama ini, aku yang kerap dirundung cemas.

Akang penulis pun menimpali. Semua memang perlu pelan-pelan ya, paling nggak, ada target: bebas dari riba. Saya beneran, setahun lalu belajar lagi wudhu, shalat, tilawah, tinggalin yang riba, sampai sekarang tinggal rekening bank umum satu saja yang belum bisa dilepas.

"Ini saya cerita beneran ya, mudah-mudahan bagian dari pembelajaran. 3 kali sengaja nabung buat umroh, entah mengapa adaaa aja yg kemudian bikin gagal.

Setahun lalu, pas di hari ke-6 Ramadhan saya beneran introspeksi, merenung, nangis, intensif ngaji sama Ustad Adi. Benerin semua tata cara ibadah, pola pikir, dan sebagainya.

Ya Allah, setahun kemudian, tepat di hari ke-6 Ramadhan ada yg berangkatkan Umroh. Awalnya awal Ramadhan, tapi entah kenapa akhirnya tgl 6. Allah beneran Mahabaik. Itu contoh aja #MewekDeh.

"Saya dikasih pesan sama Ustaz Adi, kalau sudah benar wudhu dengan shalatnya, niatin dan mantepin shalat sehari minimal 40 rakaat. Awalnya lumayan berat, alhamdulillah, sekarang ketinggalan satu aja nyeselnya bukan main."

"Iya, Mas. Selama ini kami ya kurang lebih kayak gitu. Mau jalan-jalan ke luar negeri, ada yang bayarin. Tertunda jalan-jalan karena nggak cukup uang, eh tahunya ada diskon Air Asia, bisa berangkat semua malah tambah mertua dan ipar.

Suamiku umrah juga tiba-tiba ada yang bayarin😁 Kalau uang simpanan sih nggak ada. Tapi Alhamdulillah keinginan sering terkabul walaupun gak secepat kilat. Yang penting berbuat baik dan bersabar aja deh,"

Satu lagi cara agar kita agar selalu bersyukur adalah dengan bersedekah. Menurut kata Ustad Andre, penulis buku *Rezeki Level 9,  sedekah bukan mengurangi rezeki, tapi justru mendatangkan keberkahan untuk rezeki kita.


"Insyaallah akan adaaa saja jalan Allah atas solusi hidup kita saat bersedekah rutin, masyaallah. Rezeki kita sudah tertulis jauh hari sebelum kita dilahirkan, sudah tertakar dan enggak akan tertukar. Sandal di Masjid yang sering tertukar."

Kita hanya dicoba dengan *cara untuk menjemput rezeki kita itu*, dengan cara halal atau haram. Kalau dengan cara halal, insyaallah dapat berkah. Kalau dengan cara haram, berdosa.

"Insya Allah ya, rutin sedekah dan sholat dhuha, rezeki akan datang sendiri. Ku alami sendiri, jarang ikut atau mendaftar job untuk blog, tapi selalu ada tawaran. Begitu juga dengan kerjaan menulis. Alhamdulillah," timpal Mbak D.

Sobat yang lain pun bercerita, "Bisa teman-teman coba praktikkan sedekah rutin, misalnya tiap Jumat. Pernah datang ke suatu acara, ketemu salah satu ortu temen Keisya. Bener2 membuka hati. Teman Keisya itu sakit leukimia. Sejak ortunya tahu anaknya sakit, mereka rutin sedekah nasi bungkus tiap jumat. Sekeluarga bagiin sendiri.

Alhamdulillah, Anaknya sampai sekarang sehat, bersemangat, berprestasi. Dia juga suka berbagi seperti didikan ortunya.


Bersedekah banyak caranya.
Teman-teman di grup lalu berbagi kiatnya bersedekah. Ada yang rutin memasak dan membagikan nasi bungkus setiap Jumat bersama teman-temannya. Ada yang sedang mencoba rutin bersedekah Qur'an dan mukena untuk masjid. Dan banyak cara lainnya.

Duh, aku jleb banget selama diskusi siang itu. Aku aslinya adalah mamak-mamak yang sering mencemaskan keuangan, masalah ini itu, bahkan sebelum terjadi, dan terkadang bikin aku susah tidur.

Ternyata, selama ini aku keliru. Kenapa harus cemas? Rezeki sudah ada yang mengatur, rezeki pun tidak melulu tentang uang. Sekeluarga sehat, tidur nyenyak, teman yang baik, dan lainnya adalah rezeki.

Rezeki sudah disediakan Allah, tinggal kita berusaha memetiknya. Kita mempersiapkan diri dengan berusaha, bekerja dan menyiapkan diri dengan menabung dan lainnya. Juga beribadah kepadaNya. Serta berbagi dengan yang membutuhkan dengan sedekah.

Jangan takut, ada Allah. Cukuplah dengan yang ada pada kita hari ini, maka hati kita tenang. Hati tenang, hidup bahagia, kan kata Ustaz Hilman Fauzi? Hehe. Terima kasih sahabat-sahabatku untuk pengingatnya. Semoga kalian selalu sehat dan diberkahi Allah, aamiin.

48 comments:

  1. Betul banget mbak. Dulu aku selalu memaksakan diri untuk punya tabungan, supaya ketika sewaktu-waktu butuh, kita gak bingung cari dana. Tapi sekarang gak lagi, gak pernah terpikir untuk nabung. Jalani hidup sebagai mana adanya, insyaa Allah, Allah sudah mengatur semuanya.

    ReplyDelete
  2. persis dengan yang aku alami kemarin. Sudah akhir semester, aku nggak ngelesi, suami juga enggak.. nanti gimana?

    hahaha... khawatir banget dan sampai akhirnya aku pasrah Äda ALlah"

    makasih mbak Dedew udah mengingatkan... love :*

    ReplyDelete
  3. Aaahh jleb banget ini untukku. Selama ini juga sering over worried tentang kecukupan rejeki, terutama setelah full lepas dari kerja kantor. Padahal ya selalu ada saja berkah Allah yang kuterima tanpa aku minta sekalipun. Jadi malu sama Allah deh kalau gini ya. Apa yang kulakukan masih belum ada apa2nya euy. Thanks ya udah diingatkan melalui tulisan ini, Dedew sahabatku yang supeeerrr...

    ReplyDelete
  4. iya, Mak, rezeki dari Allah itu sudah nggak terduga, pernah pas rekening kering, belum waktunya gajian, alhamdulilas pas royalti turun, hehehe

    ReplyDelete
  5. Ya Allah mbak makasih banyak sharingnya yaz aku lun sering ngalamin galau ga jelas terutama setelah abang jd pengusaha kan uang kadang ada kadang tiada. Sebelum lebaran juga kami baru aja dapet ujian, tempat usahanya abang dibobol maling kami rugi puluhan juta. Nyesek banget rasanya mo lebaran ga punya uang malah kemalingan pulak tapi alhamdhulilah Allah langsung kasih jalan dpt uang dr jasa konsultannya abang. Allah memang selalu punya cara yg indah.
    Eh aku js curhat di sini hehehhe

    ReplyDelete
  6. Thanks sharing-nya mb. Kalau aku pribadi sedang belajar jauh-jauh dari hutang, apalagi hutang riba. Cash is King :)

    ReplyDelete
  7. Wah bener banget tuh Mbak, sudah jangan khawatir lagi. Masalah rezeki sudah ada yang ngatur

    ReplyDelete
  8. Iya nih Mbak, jauh sebelum kita lahir semua sudah ditulis

    ReplyDelete
  9. Wah bener juga tuh Mbak, rezeki juga nggak akan ketuker kok Mbak hehe

    ReplyDelete
  10. Wah iya nih Mbak, memang saya sendiri juga biasanya gitu. Tapi kembali lagi semua sudah diatur

    ReplyDelete
  11. Wah alhamdulillah ya Mbak setelah rutin bagiin nasi akhirnya anaknya sembuh

    ReplyDelete
  12. Allah itu Maha Kaya dan Maha Tahu yang dibutuhkan hambanya jadi jangan pernah takut nggak punya rejeki insyaallah sudah ada takarannya masing-masing...

    ReplyDelete
  13. Terima kasih sudah diingatkan ttg hal ini, mba Dew.. Mungkin membaca tulisan mbak ini juga salah satu jalan yg sudah ditentukan dari-NYA utkku..utk membuka mata hatiku.. Sekali lagi terima kasih ya mba..

    ReplyDelete
  14. Iya mba, aku tuh udah gak nabung khusus pendidikan sejak anak-anak lulus SMP. Alhamdulilah adaaa aja rejeki untuk bayar uang kuliah atau SPP anak-anak ketika SMA. Bahkan kemrink waktu Naufal masuk kuliah tuh bayarnya sampe 24 juta, alhamdulilah ada rejeki. Padahal suami abis kena serangan jantung. Tapi aku udah lama berada di kondisi pasrah dengan setiap ketetapan NYA. Yakin, tawakal, ikhlas menerima takdir, insyaa Allah bisa tercukupi rejeki kita

    ReplyDelete
  15. YaAllah Alhamdulillah ada yg ngingetin. Kalo ga baca yg kaya gini nih suka kebablasan pgnnya numpuk uaaang aja dgn alasan nabung. Yg penting sedekah jgn lupa ya mba Dew padahal

    ReplyDelete
  16. Mantap mbak... Aku sebagai freelance kadang khawatir juga soal ini. Terlebih aku kan udah nggak sendiri, deg deg serrr... Juga... Akhirnya pasrah sama Allah, tetapi tetep ikhtiar

    Alhamdulillah, rezeki malah lebih banyak ketimbang pas sendiri dulu hehehe

    ReplyDelete
  17. Perbaiki wudhu dan sholat, ini PR banget. Mau khusus sholat saja kadang susaaaaaah banget, Mbak. Sering jadiin anak sebagai alasan. Baru sholat, anak sudah ada di punggung, tarik-tarik mukena. Maasyaaallah, semoga kita semua diberikan kemudahan dan barokah rezeki yang kita terima. Terima kasih sudh sharing tentng rezeki ini, Mbak. Menyentuh banget.

    ReplyDelete
  18. MasyaAllah teh, makasih banyak ya teh udah dibagi ceritanya
    aku juga kadang mencemaskan, renkening yang kering, terus keluarnya ada aja, tapi alhamdulillah masuk lagi rejeki yang lain. Percaya sama Allah kuncinya ya Teh

    ReplyDelete
  19. Mbak Dew,, ini tulisannya dalem banget.
    Emang ya, kalo khawatir itu semacam udah nyepelein Yg Kasih Hidup. Tapi sebagai manusia, rasa khawatir suka datang seenaknya sendiri. Padahal rejeki kan udah diatur sedemikian rupa ya. Tinggal kitanya menyikapinya bagaimana.

    ReplyDelete
  20. Tulisanmu ini makjleb bgt mba, dlu aku bersyukur tiap mau apa2 ada aja jlan kluar, tapi saat skrg aq merasa sempit hingga aku mnempuh jalur riba sebulan yg lalu hingga 10blan kdepan. Smoga gl smpai 10bln sdh bza mlunasi

    ReplyDelete
  21. Bener banget, rezeki itu sudah diatur. Tahun ini anakku tiga2nya masuk kuliah, DMP dan SD barengan. Padahal biayanya kalo dihitung-hitung puluhan juta (karena swasta semua). Aku dan suami sama2 ga punya tabungan apalagi investasi. kami hanya bisa berdoa aja, semoga dimudahkan semua urusan dan diberi jalan keluar. Allah memang Maha Besar, alhamdulillah aku dapat jobdari Combiphar dengan nilai fee yang lumayan buat bayar sekolah anak-anak. Allahu Akbar

    ReplyDelete
  22. Mak jleb baca postingannya mbak dedew, sangat menohok ya. Keliatan banget kalau saya juga masih sering khawatir besok makan apa? Besok rezeki dapat darimana? Padahal sudah ada ALlah yang menjamin, Terima kasih sharingnya mbak, barakallah ya tulisannya semoga menjadi amalan baik mbak karena telah mengingatkan saya

    ReplyDelete
  23. Saya juga kadang-kadang resah kalau udah mikirin rezeki. Memang penting banget punya circle yang bisa mengingatkan seperti itu. Keresahan kita jadi gak berlarut-larut. Kalau saya, paling cuma sama suami aja ngobrolnya

    ReplyDelete
  24. aku suka banget temanya. jangan takut, ada Allah. Banyak-banyak bersedekah, berbuat baik insyaallah orang yang mau bekerja keras pasti akan dibukakan pintu rezeki dan kemudahan. gak usah pelit-pelit banget nahan jajan, kalau mau mah beli aja. gak usah maksa nabung kalau memang memeras keperluan sehari-hari, buat apa.

    ReplyDelete
  25. Iya mb, sepakat... Selalu berhusnudzon kepada Allah itu yang sulit. Bahwa Allah pasti memberikan apa yang kita butuhkan, bukan kita inginkan. Makasih mb... Sudah diingatkan. Agar terjauh dari rasa was-was...

    ReplyDelete
  26. Kalo baca tulisan ini jadi ingat jaman masih tinggal jauh dari Ibu, usaha suami bangkrut. Sampai tiga kali memulai usaha dan bangkrut lagi, hikss. Tapi alhamdulillah kesabaran kami ada hikmahnya. Mendadak ada yang mau beli rumah, padahal nggak ditawarkan. Uang dari jual rumah bisa untuk membeli rumah dekat dengan ibu, sisanya untuk bayar biaya ONH haji dan renovasi rumah yang kami tempati sekarang.

    Allah akan memberikan apa yang menjadi kebutuhan dan doa dari hambaNYA, aku dan suami meyakini itu sekian tahun ini. Jadi nggak baper lagi ketika nggak megang duit. Kami yakin Allah akan mencukupkan harta untuk setiap kebutuhan kami, aamiin

    ReplyDelete
  27. MBaa, kisahnya sungguh menginspirasi dan menyentuh hati terkait anak yang leukimia :(. JAdi ingat kadang sedekah pun masih pikir-pikir :( padahal sedekah sedikit atau banyak yanng penting niat tulus insyaAllah lebih berkah ya mba. Makasih mbaa

    ReplyDelete
  28. Ahh,,jleb banget Mba Dedew. Ku mengalami masa2 kekhawatiran sekitar 16 taun yg lalu, berhenti kerja, suami bolak balik PHK, rasanya udah kebal dengan cobaaan dan banyak2 bersyukur dengan yg ada.
    Kupercaya Allah Sang pemberi Rizki asalkan kita meminta yang dibutuhkan, alhamdulilllah selalu dikabulkan.
    Semoga kita semua termasuk orang2 yang pandai bersyukur ditengah ekonomi dan biaya sekolah yang wow. Semangat menjemput rezeki dengan happy, kalo kita happy bakalan banyak kemudahan eeAAA...

    ReplyDelete
  29. Masyaallah, senangnya berkumpul dengan orang2 baik ya. Aku baru tahu lho, kalau leukimia bisa sembuh. Memang ga ada yg ga mungkin ya...

    ReplyDelete
  30. Aku dulu juga sering mencemaskan keuangan mbak karena aku dan suami sama² freelancer. Apalagi kena omongan sana sini yang nyaranin bla bla bla, rasanya kemropok kalo orang jawa bilang. Tapi suami selalu kasih pengertian bahwa nggak usah khawatir rejeki itu dari Allah. Asal berusaha pasti Allah kasih 😁. Terima kasih sharingnya mbak, menginspirasi sekali buatku.

    ReplyDelete
  31. Iya ya, harusnya kita bisa "sumeleh" kalau orang Jawa bilang. Karena semua sudah diatur. Tugas kita hanya berikhtiar, hasilnya biar Allah yang menentukan. Lagi pula, was-was itu bikin capek juga sih.. Tfs mb...

    ReplyDelete
  32. Saya juga sering ngalami mbak, pas lagi ada kebutuhan mendadak dan tak diperkirakan sebelumnya, eh tahu-tahu ada aja dana nyangkut di rekening ataupun di tangan.

    ReplyDelete
  33. Saya setuju banget, Mbak. Rezeki itu datang di saat yang sangat tepat. Waktu itu saya pernah rada jengkel karena bayaran freelancerku belum dibayarkan semuanya (agak gede memang), baru 40% yang dibayarkan. Dan yang 60% dibayarkan 2 bulan berikutnya. Dan betul, 2 bulan berikutnya bayaran itu datang, dan saya harus menyervis kendaraan dengan biaya yang tidak sedikit. Di situlah saya benar-benar bersyukur, kalau saja dibayarkan awal 100%, mungkin sudah habis uang itu dan nasib kendaraan yang diservice entah bagaimana.

    Rezeki itu memang luar biasa. Allah sudah menentapkan dan rencananya selalu baik.

    ReplyDelete
  34. Tapi sekarang mikirnya dibalik: Ya Allah, terima kasih. Setiap ada kebutuhan yang memerlukan uang, uangnya selalu ada.

    ini bener banget mbak. Membalik pikiran itu memang harus selalu diupayakan supaya bisa memiliki cara pandang berbeda. Tapi kok jadi berasa jauh banget level imannya sama si mbak yang ga punya tabungan karena mending disedekahkan drpd nyimpan uang lama-lama. Sementara saya tipe investor yang suka simpan uang untuk jangka panjang :D

    ReplyDelete
  35. Yup benar banget, ada Allah yang mencukupkan segala kebutuhan kita sepanjang kita meniatkannya untuk kebaikan. Kadang jadi malu juga, selalu mempertanyakan apakah ntar bisa cukup dengan pendapatan yang ada saat ini.

    ReplyDelete
  36. Bener banget semua serahkan pada Allah sambil berusah apastinya. Wah aku tertarik dengan sholat minimal 40 rakaat ya di bulan Ramadhan, pastinya berat tapi Insya Allah harus bisa, jangan cuma bisa menyelesaikan tantangan menulis aja ya

    ReplyDelete
  37. Yup, rejeki sudah ada yang mengatur. Berbagi tidak harus menunggu menjadi ahli atau kaya. Yang terpenting berusaha selalu menjadi orang yang bermanfaat ya mba. Aku pun masih selalu belajar untuk itu :)

    ReplyDelete
  38. Terharu pas sampai bagian ini:

    "... dan Allah enggak akan pernah dzolim terhadap makhluk-Nya. Semua udah tertakar dan terbaik, Masya Allah"

    Dan ini juga

    "... satu lagi cara agar kita agar selalu bersyukur adalah dengan bersedekah!"

    ... dan bersedekah juga bukan melulu harta atau barang.
    Nasihat dan senyuman juga sedekah^^

    Terima kasih mba Dewi, sudah diingatkan..

    ReplyDelete
  39. Betul mba rejeki tidak hanya uang, diberi kesehatan,anak2 dan orangtua sehat walafiat itu rejeki luar biaaa

    ReplyDelete
  40. MasyaAllah suka mbak baca ceritanya. Aku juga lagi dilanda ketakutan2 kyk gtu ttg finansial. Blm lagi rasanya kebutuhan hidup makin banyak, lalu banyak jg keinginan yg ingin dipenuhi. Sholatnya nih yg kudu dibenahin, Thanks sharingnya ya

    ReplyDelete
  41. Sejuk banget bca ini sekaligus terharu 😭 kadang kalau mau sedekah mikir2 dulu, padahal sebenarnya untuk kebaikan kita sendiri malah Balik ke kt berlipat ganda

    ReplyDelete
  42. Allah menurut prasangka hamba²nya. Dan betapa bersyukurnya saya karena Allah SWT senantiasa mencukupkan kekurangan² saya. Ketika ditimpa hal apapun saya sering berfikir Allah tetap akan baik sama saya sehingga semuanya tetap baik-baik saja. Alhamdulillah.

    ReplyDelete
  43. Bener mbak, jangan takut urusan rejeki. Allah maha kaya. Semut aja dikasih makan apalagi manusia yg ciptaan terbaik-Nya. Masya Allah

    ReplyDelete
  44. Berasa ketampol karena masih suka meragukan rejeki. Padahal kalau diinget-inget selalu aja ada jalannya. Masalahnya aku suka banyak maunya tapi keknya effortnya kurang. Solat 40 rakaat sehari rasanya berat. Terus masih banyak maunya amalnya masih kurang. Sedih akutuh

    ReplyDelete
  45. Betul mbak, rezeki itu gak akan tertukar. Aku pun semenjak gak ngantor dan jadi freelancer agak sedikit berbeda dengan dulu yang tiap bulan punya masukan tetap. Sekarang alhamdulillah selalu afa aja.

    ReplyDelete
  46. Betul mbak, rezeki itu gak akan tertukar. Aku pun semenjak gak ngantor dan jadi freelancer agak sedikit berbeda dengan dulu yang tiap bulan punya masukan tetap. Sekarang alhamdulillah selalu afa aja.

    ReplyDelete
  47. Bahkan mikir besok kita makan apa sebenarnya ketakutan yang menganggap Allah tidak berkuasa akan rezeki.
    Yuk diperbaiki mindset bahwa rezeki nggak harus selalu uang

    ReplyDelete
  48. Ya Allah...
    Sesungguhnya memang konsep matematika Allah tidak akan pernah sama dengan konsep matematika manusia.
    Jadi,
    Rejeki mah...Allah sajalah yang mengatur.
    Semoga kita menjadi manusia-manusia yang beruntung karena berbisnis dengan Allah melalui sedekah-sedekah kecil.

    ReplyDelete

Recent

recentposts