Tuesday, July 14, 2015

Tips Menulis Duet dari Dian Kristiani & Aan Diha :)

Dear Teman,

Alhamdulillah, hepi banget nih perasaan dakuw. Ada apa siih, ditransfer royalti buku sebagai THR ya?
Hihi, beluum! Tapi, Draft novel yang ngendong di folder kompi selama 6 bulan lebih, kini sudah masuk Bab 6 dalam waktu tak sampai dua bulan. Nggak nyangka!
Ya, sekitar enam bulan lalu, outline novel ini di-acc editor unyu, tapi apa daya tenaga untuk menggarapanya, low batt. Hehe. Sang editor memintaku menulis naskah novel dengan tema #kekinian yaitu, LDR. 

Tips menulis duet Dian Kristiani dan Aan Diha (Foto: Syafiq)
Whaat?
Akhirnya, aku menyanggupi dan mengutak-atik tema itu untuk novel komedi romantis untuk teenager.
Ketika sudah semedi dan mengirimkannya ke mbak editor, dia suka dan memberikan ide-ide lebih segar untuk calon naskahnya. Sayangnya, aku lesu dan lelah untruk memulai menulisnya. Halaman satu melulu selama beberapa bulan! Huhu *tutup muka.

Lho, sekarang kok bisa sampai Bab 6?  
Katanya low batt? Yup, karena benar-benar nggak punya tenaga untuk mengerjakannya, aku cuekin deh itu draft. Dan suatu hari, Ichen my lovely friend mencolekku di WA, eh atau aku duluan colek ya? Hihi. Lupa. 
Aku memberanikan diri, mengirimkan sinopsis novel komedi romantisku ke Ichen. 

Pucuk dicinta ulam tiba, Ichen setuju berduet! Proyek Jakarta-Ungaran pun dimulai, jreeng!
Dan ternyata, kami klik banget. Kami menulis naskahnya bergantian. Dan, dua kepala memang lebih cucok. kami bisa saling memberi ide tentang naskah ini, bikin sinopsis sederhana ini jadi lebih berwarna. Aaak...nggak sabar ingin tahu endingnya!

komik favorit Nailah dibaca sampai lecek
Nah, sudah tahu kan the power of duet?  
Apa sih tips menulis duet?
Yup, menulis duet adalah salah satu cara cepat untuk menyelesaikan naskahmu. 
Sering kan, mendengar penulis kesulitan menyelesain draftnya? Kenapa tidak mencoba berduet?
Aku beberapa kali lho melakukannya. Diantaranya dengan Nunik Utami, sobatku. Kami menulis Keajaiban Bunga dan satu buku novel anak secara duet. 

fabel anak saleh yang ciamik

Tentu saja, menulis duet ini tidak bisa dengan sembarang orang. 
Apa saja tips menulis duet?
Harus klik dan sehati dalam menuliskan suatu naskah.
Nah, kali ini dakuw mau mengorek cerita duet dari dua penulis anak hebat yang beberapa kali berduet menulis buku. Dan hasilnya, buku anak yang laris kayak kolak pisang di waktu Ramadhan!

Yup, untuk rubrik Kenal Lebih Dekat kali ini, dakuw mewawancarai Dian Kristiani dan her soulmate, Aan Wulandari! Yeaay!

Sudah tahu, kan Dian Kristiani? Penulis cerita anak ini asli Semarang namun tinggal di Sidoarjo. Ia telah menulis sekitar 120 buku. Dia pun lupa jumlah tepatnya saking banyaknya, hihi. Sedangkan Aan Wulandari aka Aan Diha, seorang penulis buku anak dan editor lepas. Penulis kelahiran Magelang ini kini tinggal di Semarang bersama keluarga kecilnya. 
Aan and me
Kedua penulis hebat ini sudah menulis beberapa buku duet bersama-sama.
Diantaranya adalah Malaikat Allah, Komik Sunnah Itu Mudah, Komik Akhlak dalam Al Quran, Fabel Anak Saleh dan yang akan terbit Komik Peribahasa. Buku-buku keduanya termasuk laris manis lho. Wow, keren! 

Bagaimana ya caranya, emak-emak kece ini membagi waktu?
Menurut Mbak Dian, ia menulis saat anak-anak sekolah. Atau malam hari. Ia juga membawa pulpen dan notes kemana-mana, jadi tetap bisa menulis ketika menunggui anak les, misalnya. Sedangkan Aan, mengalir saja. Ia menulis jika anak-anak berkegiatan. Kalau tidak menyunting, ia menulis. Fleksibel saja.

Menurut Mbak Dian, ia beruntung karena bisa melihat sisi lain dari sebuah peristiwa. Jadilah, ia memiliki banyak ide dari pengalaman sehari-hari. Apa yang ia lihat,totonton, baca, dan rasakan. Semua itu ia olah di kepala agar jadi ide yang nggak biasa-biasa saja. 

Nah, bagaimana ceritanya mereka bisa berduet, mengerjakan proyek Dynamic Duo, Sidoarjo-Semarang?
Awalnya, karena Mbak Dian merasa keteteran mengerjakan naskah sendirian. ia memiliki banyak ide di kepala. Tapi, ia tidak memiliki cukup waktu untuk mengeksekusinya. 

Kebanyakan order, soalnya dese. Hihi. Plak!
Jadi, kenapa nggak mengajak teman yang sevisi dan semisi untuk menulis bareng?

"Dua kepala, pasti lebih baik daripada satu kepala. Dan pastinya, lebih cepat. sayang, kalau ide-ide keren di ini tidak dieksekusi." ujar Mbak Dian Kristiani yang sehari-harinya, ramai dan kocak banget ini. 

Kopdar IIDN & PBA bareng Dian Kristiani di Semarang
Bagaimana proses menulis duet mereka?
Ternyata, berawal dari saling lempar ide dan didiskusikan bersama. Jadilah sebuah konsep buku.
Lalu, mereka membagi tugas. Siapa yang membuat outline, siapa yang menghubungi redaksi, mencari ilustrator, dan siapa yang menulis cerita ABC, misalnya. 

"Kelebihan menulis duet, selain lebih cepat, kita juga semangat menyelesaikannya. Apalagi kalau partner kita sudah selesai menulis bagiannya. Kita jadi dikompori," jelas Aan, penulis yang juga aktif dalam kegiatan parenting ini.

Menurut Aan, Konsep naskah duet harus jelas. Ia memberi tips bagaimana menulis duet, untuk naskah dengan tokoh sama, sebelum mulai menulis, harus dideskripsikan sifat dan karakter tokoh dengan jelas. Bagaimana penampilan fisiknya, sifatnya dan lainnya agar konsisten dalam menulis. 

Jangan sampai kejadian, kita menuliskan si tokoh A dermawan, eh teman duet kita menulis A orangnya pelit. Atau di bab 1 panggilnya Mama eh di bab selanjutnya, panggil Ibu. Bingung deh pembaca, ni penulisnya galau berat, ya? Hihihi. 

Apa kendala menulis duet?
Dian dan Aan merasa, selama ini tidak menemui kendala berarti. 
Paling mengganggu, kalau kita rajin eh sang partner malah malas-malasan. Itu menghambat kemajuan naskah. 

"Nyaris nggak ada kendala. Karena saya selektif memilih teman duet. Syaratnya hanya satu. Ia harus lebih pintar daripada saya dalam satu hal. Misalnya ia pintar agama, bisa mengoreksi tulisan saya kalau ada kekeliruan. Jadi, saya nggak mau ngajarin partner saya. Partner saya adalah orang pintar yang siap melaju," tegas Mbak Dian yang beberapa kali menulis duet dengan partner berbeda, diantaranya dengan Mbak Wylvera Windayana dan Ina Inong.

Wow, jadi ternyata, ini rahasia kesuksesan mereka, ya?Kita contek yuk!
Apa proyek mereka saat ini? Ternyata mereka berdua sedang mengerjakan proyek komik peribahasa agar anak-anak Indonesia lebih memahami maksud peribahasa ini. Kalau dihapal, bakal susah kan ya, jadi mereka tulis dalam bentuk komik dan cerita. 

Ahh, irii banget deh dengan ide-ide Dynamic Duo inii...selalu out of the box!

Nah, setelah selesai menulis buku, apakah pekerjaan kalian sudah selesai?
Ternyata, belum, saudara-saudara! Setelah menulis buku dan terbit di toko buku, tugas penulis adalah giat mempromosikan buku-bukunya. 

Mbak Dian dan Mbak Aan ini termasuk penulis yang aktif mempromosikan bukunya di sosmed. Selain memajang buku-bukunya di wall FB, blog dan Twitter, mereka juga aktif membuat kuis, lomba atau apa saja yang berhubungan dengan buku mereka. Keduanya aktif menjual sendiri buku-buku karya mereka. Ya, siapa sih yang nggak tertarik membeli buku bertanda tangan penulis? Mauu banget!

"Saya memaksimalkan sosmed untuk promosi buku. Tapi yang terpenting adalah, sikap penulis itu sendiri terhadap pembaca. Penulis harus bersikap positif, agar pembaca merasa nyaman membaca status-status kita. Jika merasa nyaman, mereka akan menjadi fans kita." tegas Mbak Dian.

Yup, good attitude, please!
Terakhir, apa saran Mbak Dian dan Mbak Aan untuk newbie

"Banyak membaca ya. Asupan gizi penulis adalah dengan banyak membaca. Agar apa yang kita tulis lebih berkualitas. Karena inputnya bagus," kata Aan, ibu dua anak, Syafiq dan Sofie. 

Kalau pesan Mbak Dian, "I've been there. Nggak ada yang tahu, siapa sih Dian? Tapi pede saja, jangan minder. Kirimkan naskahmu yang terbaik. Penerbit hanya melihat naskahmu, apakah laku dijual? Tak peduli nama besar, kok. Kalau karyamu jelek ya tetap saja ditolak. Maju terus, ya!"

Betul bangeet!
Terima kasih sudah berbagi tips menulis duet dengan pembaca blog ini ya. Sukses dan sehat selalu Mbak Dian dan Mbak Aan, aamiin. 

Nah, bagaimana, jadi mupeng, pengen menulis duet agar cepat terwujud buku impian kamu?
Ayo, pilih pasangan duet yang klik, sevisi dan semisi dengan kamu. Selalu semangat dan disiplin mengerjakan naskah kalian, dan selalu dukung teman duetmu. Saling mengompori deh. Kalian punya mimpi yang sama, kan?

Dakuw tunggu buku duetmu mejeng di toko buku, ya!  Semangat!

 



28 comments:

  1. Aku pengen duet, sama siapa ya, hihihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang bareng santi kemarin, nggak jadi ya mba? hihihi

      Delete
  2. sampai sekarang ga komit komit buat nulis buku hihi.. pemalas saya ini hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe tiap orang ada passionnya masing2 say, jadi don't worry hehe

      Delete
  3. Menulis buku kudu punya nafas panjang ya Mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup. perjuangan banget mba hehe biar dapat ratusan lembar, kalau dikerjain bareng bisa lebih semangat :)

      Delete
  4. Pertanyaan selanjutnya...trs yg mo kuajak duet sapa atuhh??? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. tawarin aja mba, pasti banyak yang mau :)

      Delete
  5. waaah... sepertinya keren deh komik pribahasa, jadi gak sabar pengen tau seperti apa...

    ReplyDelete
  6. Pernah kepikiran untuk berduet....eh pernah terucap juga dan sepakat dengan seorang teman sih...tapi belum ada realisasinya hi..hi..

    ReplyDelete
  7. selamat dg duo duet nya :) ide jd lbh deras mengalir, jd pengin mengkoleksi novel2nya mbak ... ikut senang novelnya meledak d pasaran.

    ini jd amal jariah yg pahalanya akan terus mengalir ... insya Allah.

    ReplyDelete
  8. Semoga cepat beres mba buku barunya :)

    ReplyDelete
  9. mau nulis duet sama mbak dedew, pasti di tolak hehehe. AKu cukup jadi pembaca aja ya mbak

    ReplyDelete
  10. Nulis duet itu nano-nano. Ngebut, asyik, sekaligus deg-degan :D

    ReplyDelete
  11. Aku duet dengan siapa ya.. Hehehe.. Mungkinkah untuk buat buku sendiri tanpa pengalaman hihihii..

    Http://beautyasti1.blogspot.com

    ReplyDelete
  12. duet nulis ya? bukan duet nyanyi :)

    ReplyDelete
  13. Dipilih2 dipilih dipilih....ayo dipilih pilih aku jadi teman duetmu, xixiix....

    ReplyDelete
  14. hebaaat deh mbaaa...semangat menulisnya dan seneng dapet pasangan duet menulis yang okeee...kalau aku duetnya karaoke aja deh ehehehe

    ReplyDelete
  15. Aku pikir tadi 2 penulis diet hahaha

    ReplyDelete
  16. senangnya baca tentang para penulis inspiratif.
    terus... inspirasi aku kok ga nongol2 :D

    ReplyDelete
  17. Aku pingin nulis juga tapi kok susah banget ya nulis buku itu. Nulis sendiri susah, apalagi nulis duet. Keren deh penulis2 hebat ini :)

    ReplyDelete
  18. alhamdulillaaah.... semangat ya Dew... trus kita kapan Dew, duetnyaaaa

    ReplyDelete
  19. sudah mulai nulis, walo acak-acakan....ajarin dong mbak, kita di desa ungaran, siapa tau ketemu teman duet.....salam

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...