Monday, November 10, 2014

Asyiknya Ke Kalisidi Dairy Farm Ungaran Bersama Sekolah Kucica :)

Dear Temans,

Alhamdulillah, Jumat (07/11) my baby boy,  Aldebaran ikut kegiatan Sekolah Kucica ke Peternakan. Yup, Alde sekarang jadi anak Play Grup Besar, mengikuti jejak Kak Nailah, di Kucica. Masuk sekolah tiga kali seminggu. Dan bersenang-senang hehe.

Ceritanya, Jumat sebelumnya mereka belajar tentang binatang di kelas. Masing-masing anak membawa binatang peliharaan ke sekolah. Berhubung Alde nggak masuk seminggu, jadi aku nggak tahu kalau harus bawa binatang hihi. Ngomellah si pony boy. 

 


Alde excited banget pas dikasih tahu bu guru mereka akan pergi ke peternakan melihat sapi. 
"Adek mau perah-perah susu sapi," katanya. 
"Sekalian nenenin sapi nggak?" godaku.
"Eww.." katanya. 
Padahal sih doyan banget susu Ultra. 

Hari H, pagi-pagi sekali sudah bersiap-siap. Bawa bekal dan botol minuman. Dengan naik angkot bareng bu guru dan teman-teman sekolahnya, Alde nggak mau ditemani. Hiks. Sudah dewasa ya pony boy. 

Tak lama kemudian, dua angkot kuning meluncur di jalanan. Mereka menuju Kalisidi Dairy's Farm di Dusun Gebuk, Desa Kalisidi, Ungaran Barat. Arahnya ke Mapagan, menanjak sedikit ke arah Gunungpati. 

Desa Kalisidi terkenal sebagai sentra peternakan sapi di Ungaran, penghasil daging dan susu. Ada banyak peternakan tersebar di desa ini. Menjadi sumber pendapatan bagi Ungaran.

Memasuki area peternakan, anak-anak Kucica disambut Pak Ook, pengelola peternakan. Menurut Pak Ook, jumlah sapi mereka sekitar 15 ekor sapi dewasa dan dua baby sapi. Hasil dari peternakan tidak diolah di sini, tetapi langsung dikirim ke pabriknya di Semarang. Menghasilkan susu segar, yoghurt dan lainnya. 

Bersama Pak Ook


Anak-anak diajak ke sebuah rumah asri yang menjadi tempat persinggahan sebelum mengelilingi peternakan. Mereka excited melihat peternakan ayam yang juga ada di sana. Peternakan ini menananm sendiri rumput gajah yang menjadi makanan sapi-sapi ini.

Ke depan, ada rencana menjadikan peternakan ini sebagai tujuan wisata edukatif, seru kan berkunjung ke peternakan, memberi makana, belajar memerah susu. Tapi, saat ini baru dalam tahap rencana dan lagi-lagi Kucica jadi bahan percobaan hihihihi.

Anak-anak diajak menikmati hasil olahan peternakan, yoghurt yang yummi. 

Setelah itu, mereka bersama-sama menuju kandang sapi yang luas. Melihat sapi-sapi yang besaar. Beda banget dengan sapi qurban yang dilihat Alde di mesjid Idul Adha lalu. Apalagi, sapinya dalam jumlah banyak dan berhadapan di kandang. Kita melewati sapi-sapi di lorong kecil.

kasih makan sapi yuuk dengan rumput segar

Alde ketakutan! Hilang sudah minatnya untuk memberi makan sapi.
Kaget my pony boy, sapinya genduuut. Hahaha. 

"Adek disini saja," katanya lalu nangis hihihi.
Jadilah, Alde nggak berani masuk kandang. Cuma melihat-lihat dari pintu kandang hehe. 
"Tapi, adek lihat jelas kok. Adek kan di pintu kandang." celotehnya hihi.

 

Beberapa anak mencoba memerah sapi didampingin para peternak. Tapi, sapinya gelisah. Ngerti kali yaa yang megang nggak ahli hihi.  Tapi, giliran Bu Desi, yang memerah, sapinya tenang hihi. Kata Bu Hana, kemungkinan karena sesama ibu jadi sapinya tenang. Atau mungkin aura Bu Desi berwibawa jadi sapinya keder? Hihihi. 

bu Desi memerah susu sapi



Pulangnya, masing-masing anak diberi goodie bag berisi es yoghurt, sereal dan susu segar UHT. Yummi.  Alhamdulillah, hari ini Adek dapat pengalaman baru yang seruu. Melihat sapi-sapi langsung. Nggak hanya fotonya saja. Terima kasih bu guru, sudah mengajak adek...

abisin es yoghurt dari bu guru hihihi ngga jadi ngasih kak nai deeh

Photo Courtesy of Sekolah Kucica



11 comments:

  1. Anak-anak jadi tau ya..bagaimana cara merawat sapi penghasil susu, minuman favorit anak-anak

    ReplyDelete
  2. hihihi... seru yah...
    klo sapinya msh kecil, mgkn ga akan takut ;)

    jav br jmt dpn mau ke jendela alam, panen & ngasih mkn hewan ternak :)

    ReplyDelete
  3. Kegiatan sekolah kucica keren-keren yaaa

    ReplyDelete
  4. Asyik dan seru ya mbak dampingi anak-anak. Aku dullu yg beginian jarang bisa dampingi Lantip. :)
    Pasrah bonkokan ke Ustadjahnya

    ReplyDelete
  5. @Nurul: Iya mak..jadi ngerti prosesnya gimana..selama ini kan baca buku aja hehe nih liat langsung :)

    ReplyDelete
  6. @Nurul: Iya mak..jadi ngerti prosesnya gimana..selama ini kan baca buku aja hehe nih liat langsung :)

    ReplyDelete
  7. @nathalia: hihi iyaa mestinya diliatin anak sapi dulu yaa...wah hari ini kakak Jav outing yaa, selamat bersenang-senaang :)

    ReplyDelete
  8. @fenny: hihi iya mak fen, bersyukur deh anak-anak skul disini, biayanya juga terjangkau, gurunya care..Alhamdulillah..

    ReplyDelete
  9. @Mbak Tatit:

    Iya mba, ini juga sebenarnya ngga boleh didampingi, aku ngintil tapi anaknya nggak tahu..nggak boleh ikut kata Alde..

    ReplyDelete
  10. @lida: iya mak lidya, emaknya juga dapat pengalaman baru hehehe

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...