Mohammad Hanif Wicaksono, Pelindung Buah-Buahan Langka Khas Borneo


“Tanaman ini kan identitas. Kalimantan Selatan itu buah khasnya kasturi, tapi sampai sekarang belum ada kebun kasturi di Kalsel. Malah di California, mereka sudah panen kasturi berkali-kali dengan pohon yang pendek,"

Hanif Wicaksono, Pelindung Buah-Buahan Langka Khas Borneo Add caption

Hanif Wicaksono, Pelindung Buah-Buahan Langka Khas Borneo-Namanya Mohammad Hanif Wicaksono. Seorang  ASN (Aparatur Sipil Negara) BKKBN yang mengabdi di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Lelaki asal Blitar ini merantau ke Kalimantan dan jatuh cinta pada buah-buahan langka asli Borneo. Ia yang berlatar belakang S1 Komunikasi semakin dalam menyelami ilmu pertanian. Bidang yang jauh berbeda dengan latar belakang pendidikan, bahkan bidang pekerjaan yang ia geluti saat ini.

Ketertarikan pada Buah Khas Borneo

Lelaki kelahiran Blitar, 18 Agustus 1983 ini awalnya adalah seorang guru di Malang. Namun, saat mertuanya di Kalsel wafat tahun 2011, ia pun boyongan bersama istrinya untuk menetap di Kandangan, Kalsel.

Saat pertama tinggal di Kandangan, ia menemukan buah-buahan yang jangankan didicipinya, dilihat pun belum pernah semasa hidup di Jawa. Ada buah lahung sejenis durian berkulit merah, ada buah limpasu sejenis mangga tapi bentuknya kecil dan rasanya malah mirip kedondong. Ia takjub ketika menemukan buah kacai, buah berduri berkulit kuning tapi rasanya mirip labu.

Hanif Wicaksono Pelindung Buah Langka Kalimantan

Karena penasaran, ia pun bertanya pada orang-orang. Bagaimana bentuk pohonnya? Ternyata, banyak yang tidak tahu. Memang agak sulit karena kebanyakan pohonnya ada di pedalaman.

Untuk mengisi waktu luang, setiap akhir pekan ia memulai kebiasaannya masuk-keluar hutan. Tak disangka, keindahan hutan begitu memikat hati. Betapa banyak pohon dan tanaman yang baru ia lihat untuk pertama kalinya, di hutan ini!

Akhirnya, ia bisa melihat wujud pohon buah-buahan yang telah dicicipinya. Bahkan, ia menemukan banyak buah unik lainnya. Menakjubkan! Di pasar, tak ada yang menjual buah-buahan endemik itu. Malah lebih banyak buah impor seperti apel dan anggur.

Ia pun bertanya para warga setempat dan  prihatin ketika menemukan kenyataan bahwa tak banyak orang yang kenal buah-buahan yang ditemukannya di hutan. Mengapa penduduk asli tak mengenal kekayaannya alamnya sendiri? Batinnya bergejolak.

Baca Juga: Lindungi Anak Kita

Ia semakin resah karena melihat buah-buahan unik ini perlahan mulai punah dan jadi langka. Penyebabnya, adalah kerusakan hutan yang makin meningkat dari waktu ke waktu. Ia khawatir, beberapa tahun ke depan anak cucunya tak mengenal lagi berbagai kekayaan alam berupa tanaman dan buah-buahan karena terlanjur punah. 

Petualangan Seru Pun Dimulai

Akhirnya, terbersit  ide di benak Hanif untuk mengumpulkan informasi tentang buah-buahan yang ditemukannya saat menjelajah hutan. Ya, untuk koleksi pribadi saja. Jika menemukan suatu pohon, ia akan mengumpulkan informasi dari warga sekitar hutan. Hanif akan memotret pohon dan buahnya. Sepulang menjelajah, ia akan berdiskusi dengan para ahli tanaman, ahli taksonomi di grup yang diikutinya di internet tentang buah tersebut.

Hanif Wicaksono, Pelindung Buah-Buahan Langka Khas Borneo

Hanif juga menambah pengetahuannya dengan membaca berbagai bahan pustaka seperti majalah Trubus dan buku-buku terkait. Bapak beranak tiga ini pun rajin menghubungi Herbarium Online Internasional. Luar biasa ya dedikasinya pada buah langka. Karena kecintaannya pada hutan.

Kesukaannya itu berlanjut.  Dengan merogoh kantongnya sendiri, ia berkelana di dalam hutan untuk menemukan berbagai jenis pohon buah yang langka.  Bahagia rasanya saat blusukan, menjelajahi setiap sudut Rimba.

Hanif Wicaksono, Pelindung Buah-Buahan Langka Khas Borneo

Tak terasa, peraih penghargaan Kalpataru 2019 ini telah menjelajah berbagai hutan di enam kabupaten di Kalimantan Selatan. Kadang, ia ditemani tokoh masyarakat setempat untuk blusukan. Suatu hal yang didapatkannya karena kesupelannya bergaul. Ia juga kerap menjelajah sendirian dan bahkan pernah tersesat!

Ya, ia tak bisa menemukan jalan pulang dan kelaparan di tengah hutan.

Hanif pun nekad memakan buah asing yang ditemuinya. Apa yang terjadi? Lidahnya mati rasa selama tiga hari! Ternyata, buahnya beracun!

"Setelah itu, lidah saya mati rasa, nggak bisa menikmati makanan apa pun. Saya biarkan, setelah tiga hari hilang sendiri," 

Untunglah, jika berada di Kalimantan patokannya adalah sungai. Hanif pun berusaha mencari sungai. Ya, Kalau kalian menemukan sungai, biasanya kalian akan menemukan perkampungan. Ia berhasil menemukan perkampungan dan meminta petunjuk keluar darii hutan. Hanif akhirnya bisa pulang ke rumah dengan selamat. 

Baca Juga: Piknik di The Wujil

Pekerjaan sebagai penyuluh KB dari BKKBN, mengharuskannya untuk mengunjungi warga di berbagai tempat. Saat bertugas di Marajai, ternyata tempat kerjanya berbatasan langsung dengan hutan yang penuh buah lokal langka. Di sinilah segala penasarannya makin terpenuhi. Ia bak menemukan oase.

Bayangkan, ia pernah menemukan 40 jenis buah yang berbeda dalam satu kawasan yang hanya seluas 100 meter persegi! Sayangnya, tak semua buah khas yang ia temui itu masih banyak pohonnya. Ada buah yang pohonnya hanya sedikit, bahkan hanya satu-dua saja! Misalnya buah durian segenggaman tangan hanya ada 10 pohon saja. Sayang kan jika sampai lenyap?

Hanif Wicaksono Pelindung Buah Langka Kalimantan

Tak Lagi Sendiri, Mendirikan Tunas Meratus

Karena khawatir buah langka ini punah, ia pun berinisiatif menyisihkan pendapatannya untuk mendirikan Kelompok Usaha Tunas Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Lelaki yang kini menetap di Kandangan itu mengajak anak muda dan warga masyarakat untuk ikut serta dalam program Tunas Meratus yang kegiatannya adalah konservasi, mendokumentasikan serta membudidayakan buah langka ini.

Setiap menjelajah, ia mengumpulkan biji dari pohon buah yang ditemuinya dalam hutan. Atau, ia mencari mata tunas pohon itu. Ada juga yang hasil cangkokan tapi Hanif lebih memilih membawa pulang bijinya karena lebih mudah dibawa, gampang beradaptasi dan bisa sekalian untuk bahan observasi sepulang dari hutan.   


Hanif Wicaksono, Pelindung Buah-Buahan Langka Khas Borneo

 

Ilmu bercocok-tanam akhirnya ia pelajari secara otodidak. Dengan banyak membaca, nekad mencoba-coba, dan dan berdiskusi dengan para ahli botani di komunitas yang diikutinya. Tak hanya itu, Ia juga rutin memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya pelestarian tumbuhan. Agar tumbuh kesadaran masyarakat menjaga lingkungan hidup mereka.

Buah Kasturi Kebanggan Kalsel

Salah satu buah-buahan yang berhasil ia budidayakan adalah buah kasturi, salah satu spesies buah mangga asli Kalsel, tumbuhan endemik kalimantan. Mangifera Casturi nama latinnya. Pohonnya bisa mencapai 25 meter dan besar seperti pohon beringin. Pohon ini baru berbuah setelah berusia 14 tahun. Buahnya lebih kecil daripada mangga pada umumnya dan rasanya manis.

Hanif Wicaksono Pelindung Buah Langka Kalimantan

Bahkan buah kasturi ini telah masuk daftar IUCN Red List dari International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) sebagai buah yang hampir punah di habitat aslinya. Hanif memulai pembibitan kasturi ini dengan dicangkok, ada juga dengan biji. Salah satu jenis buah kasturi yang khas ini bahkan dikembangkan di California. Tapi, di tempat asalnya sendiri tak ada yang berminat menanamnya. Sayang banget!

Jangan kaget ya, Hanif berhasil membudidayakan ratusan pohon kasturi. Hingga kini, ia telah membudidayakan sekitar 170 jenis buah dari seluruh Pulau Kalimantan. Sebut saja buah mundar, jumanjing, mahrawin, kerantungan, silulung, hingga berbagai spesies rambutan dan durian langka. Ada yang pernah kalian dengar namanya?

Hanif Wicaksono Pelindung Buah Langka Kalimantan

Menerbitkan Buku Untuk Hutan Indonesia

Semangat Hanif mencintai hutan dan alam ternyata menulari ketiga anaknya. Memang, anak-anak selalu ia libatkan dalam setiap aktivitasnya sejak mereka kecil mulai dari menjelajah hutan hingga pembibitan. Sehingga anak-anaknya akrab dengan aktivitas bercocok-tanam ini. Ia tak pernah menyuruh atau memaksa anak untuk menanam, tapi rasa penasaran mereka tinggi dan Hanif tinggal mengarahkan. Proses ini berlangsung alami, mengalir saja.

Hanif pun terus berupaya membudidayakan berbagai jenis tanaman. Tak terasa, catatan pribadinya tentang buah-buahan khas Borneo ini terkumpul banyak. Apa yang harus dilakukannya agar banyak orang tahu tentang buah-buahan unik dari Borneo?

Tak disangka, ada kesempatan emas diraihnya. Pada tahun 2106 ia dan mentornya maestro buah Nusantara, Dr. Reza Tirtawinata, akhirnya berhasil menerbitkan buku berharga yang berjudul 'Potret Buah Nusantara Masa Kini.

Hanif Wicaksono Pelindung Buah Langka Kalimantan

Buku setebal 200 halaman memuat sekitar 170 jenis buah dan tanaman langka Kalimantan. Sumbangan yang berharga untuk mendokumentasikan kekayaan hutan Indonesia. Ia juga memiliki naskah 6 buku tentang buah langka Kalsel yang sedang ia jajaki penerbitnya.

Terus Menanam, Terus Memperkenalkan

Hanif berusaha menanam sebanyak-banyaknya. Jika ada yang mau mengadopsi bibitnya, Hanif senang sekali. Ia tidak menjual bibitnya. Hanif mempersilakan orang-orang yang berminat agar datang langsung ke Tunas Meratus. Hingga kini, sudah ribuan bibit yang dibagikan. Biasanya bibit-bibit ini diambil oleh yayasan, kebun raya balangan dan warga masyarakat yang tertarik.

Hanif Wicaksono Pelindung Buah Langka Kalimantan

Hanif terheran-heran karena banyaknya orang dari luar negeri seperti Eropa dan  Amerika Selatan yang mengontaknya untuk mendapatkan berbagai benih buah. Buat Hanif sangat aneh, karena buah-buahan yang ia temukan banyak yang tidak diketahui masyarakat dan kerap dipandang sebelah mata tetapi malah jadi target buruan di negara lain! Orang-orang dari negara lain berlomba-lomba ingin membudidayakannya.

Hanif yakin, Jika saja banyak yang mau menanam, maka spesies buah langka ini akan tetap ada. Seperti satu spesies mangga yang dietemukannya, tinggal satu spesies. Kalau tak ada yang menanam maka akan punah.

Sungguh, melihat sepak-terjang Hanif, aku jadi teringat Butet Manurung yang juga mencintai hutan sepenuh hati. Aku menemukan persamaan diantara Butet dan Hanif, keduanya punya cinta yang besar dan tekad untuk membuat perubahan. Awalnya, mereka pasti dianggap aneh. Tapi, keduanya tetap melangkah maju.

Tak heran, suatu hal yang tadinya nampak mustahil untuk diraih, akhirnya berhasil mereka capai. Butet dengan cita-cita memberikan pendidikan untuk anak-anak Orang Rimba di Hutan Jambi dan Hanif dengan mimpinya melestarikan kekayaan alam Kalimantan.

Satu Indonesia Award adalah Amanah

Prinsip Hanif, Marilah kita berbuat dan bermanfaat, sekecil apapun perbuatan yang bermanfaat akan lebih baik dari seribu angan.

Maka suatu keniscayaan, jika Hanif akhirnya diganjar penghargaan Satu Indonesia Award 2018. Satu Indonesia Award adalah penghargaan yang diberikan oleh PT. Astra International, Tbk sejak 2009 untuk para anak muda yang memiliki kepedulian dan berjuang di berbagai bidang diantaranya kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan dan teknologi.

Hanif Wicaksono, Pelindung Buah-Buahan Langka Khas Borneo

Hanif berhasil meraih penghargaan Satu Indonesia Award Bidang Lingkungan pada tahun 2018 setelah menyisihkan 5000-an peserta lain yang juga berdedikasi tinggi.

“Penghargaan Satu Indonesia Award adalah amanah besar, karena award ini merupakan harapan ASTRA untuk pemuda agar lebih bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Jadi ini seperti tugas baru untuk lebih berbuat banyak ,” ucapnya bersahaja.

Perjuangan Terus Berlanjut

Hingga detik ini, Suami Dewi Ratna Hasanah ini tetap memperjuangkan impiannya, mengenalkan buah-buahan Borneo pada masyarakat. Saat ini, ia dan teman-teman komunitasnya sedang membuat kebun induk-Arboretum untuk tanaman Kalimantan terutama buah. Kebun induk-arboretum ini selain  menyimpan plasmanutfah juga sebagai sumber edukasi maupun penelitian bagi masyarakat dan akademisi untuk lebih mengenal dan mendalami keragaman tanaman edible Kalimantan.

Hanif Wicaksono Pelindung Buah Langka Kalimantan

Hanif berharap agar buah-buahan khas dari Pulau Kalimantan tidak lagi  langka dan semakin dikenal masyarakat Indonesia. Sebab buah nusantara itu banyak sekali ragamnya baik warna, bentuk dan rasa.  Sangat disayangkan sekali banyak orang yang belum tahu.

Hanif juga memimpikan munculnya komoditas hortikultura baru,mengingat keragaman buah yang luar biasa banyak harusnya ada yang bisa dimunculkan sebagai unggulan baru.

Semoga masyarakat Indonesia makin mengenal buah-buahan khas ini, bahkan tertarik untuk mengembangkannya. Hanif yakin, mereka akan mendapatkan sumber penghasilan yang memadai.  Sehingga, perekonomian masyarakat Indonesia meningkat, dan buah-buahan lezat khas Kalimantan tak akan punah.

Sumber Foto: Instagram Tunas Meratus

 














 

Comments

  1. Belum pernah cobain buah2 itu semua. Hebat yaaa smpai terpikir membudidayakn buah langaka. Emang aset banget sih jangan sampe punah.

    ReplyDelete
  2. Waah di Kalimantan Selatan ya, aku di Kalimantan Tengah nih mbak. Sudah mencoba beberapa macam buah khas sini seperti kapul, tangkuhis, cempedak, mata kucing dll. Tapi ternyata masih banyak banget macamnya yaa...keren ah si bapak nih programnya. Salut!

    ReplyDelete
  3. Ya Allah... Indonesia begitu kaya ya. Banyak nama buah yang baru sy tau, Mbaaa

    ReplyDelete
  4. Masyaallah, kereeen!
    Hanif Wicaksono hadiah dr Allah utk Kalimantan! Inspiratif banget, aku selalu kagum dg org2 yg dedikasinya pd hutan begitu luar biasa.

    ReplyDelete
  5. Nah, iya, Teh. Setuju sama ini, bahwa harus ada yang memulai buat mengambil perubahan. Ceritanya menginspirasi banget, karena banyak yang mikirin soal melestarikan spesies langka, tetapi nggak berani bergerak mulai atau justru berhenti di tengah jalan karena nggak ada support system yang bagus.

    ReplyDelete
  6. Pernah tinggal di kalimantan timur mba. Emang bener, banyak buah yang tidak pernah tau nama dan bentuknya tapi exist disana. MasyaaAllah sumber daya alam di kalimantan ini. Semoga perjuangan mas hanif di mudahkan dan selalu di berkahi, sehingga anak cucu kita masih bisa mencicipi buah2 asli kalimantan.

    ReplyDelete
  7. Salut sama Pak Hanif. Peduli sama hutan Kalsel yang kaya banget huhuhu. Semoga kedepannya buah2an ini tetep ada jadi bisa ngerasain juga. Amiin...

    ReplyDelete
  8. Pengin nanam durian yang buahnya berwarna merah itu. Di Jawa cocok nggak ya?

    ReplyDelete
  9. Berawal dari isi waktu luang yang produktif, jadinya malah jauh bermanfaat buat banyak orang ya

    ReplyDelete
  10. Seru sekali hidup pak Hanif, bermakna dan bermanfaat.

    Bisa eksplor Borneo sekaligus mengenal aneka buah khas disana, lalu melestarikannya. Indonesia sangat butuh orang-orang seperti pak Hanif ini.

    ReplyDelete
  11. Salut sama Mas Hanif ini, kepikiran untuk membudidayakan buah langka.
    Saya surprise dengan Buah Bengkala, bentuk pohonnya unik.

    ReplyDelete
  12. Saya jadi malu. Sbg penduduk asli Kalimantan ada banyak buah endemik di atas yg tidak saya tahu namanya apalagi menjumpai dan memakannya. Salut untuk beliau. Keren.

    ReplyDelete
  13. Seru banget, buah asli Indonesia ternyata banyak sekali di Kalimantan. Aku belum pernah mencoba satupun buah-buah yang ditulis di atas, bahkan lihat saja baru kali ini..ternyata ragam buah di Indonesia melimpah ya.. cerita yang menginspirasi sekali, Mbak

    ReplyDelete
  14. Kereeeen banget kiprah Hanif ini. Semoga makin banyak Hanif-hanif lainnya yg melestarikan plasma Nutfah Indonesia!

    ReplyDelete
  15. Ya ampuuun... Pengeeeeen buah-buahan itu. Belum pernah nyicipin. Masa kecilku di Aceh. Akrabnya dengan buah rumbia, sentul, dan jamblang. Ada juga buah-buahan liar yang aku lupa namanya.

    ReplyDelete
  16. Kemarin aku tinggal di kalsel mba selama 8 bulan, ada eventnya sendiri utk menikmati buah2 langka tersebut. Nyesel juga pas ada event itu kita lagi ada kondangan ke luar kota. Tapi memang bnyk di jual jg, cuma saya lupa nggak tanya namanya, dan memang nggak bnyk yg dikasih nama sih.

    Mendengar cerita pak hanif ini masya Allah bersyukur bgt yaa masih ada org yg peduli bahkan hingga menghasilkan karya berupa buku. Semoga anak2nya menjadi penerusnya kelak dan semoga hutan kalimantan semakin lebat bukan semakin gundul yaa

    ReplyDelete
  17. Wah saya belum pernah tahu semua buah-buahan yang disebutin di atas mbak, Indonesia memang kaya ya mbak, sayangnya karena ga dibudidayakan jadi justru incaran negara luar :(

    ReplyDelete
  18. Memang banyak buah langka di kalimantan, tapi aku enggak tahu kalau sampai lebih dari 100. Beruntung sekali ada yang peduli untuk membudidayakannya.

    ReplyDelete
  19. Banyak banget buah langkanya, paling fokus sama tertarik dengan durian segenggaman tangan itu hehehe

    ReplyDelete
  20. Duren segenggaman tangan aja nih jadi penasaran sama rasanya

    ReplyDelete
  21. Indonesia butuh lebih banyak orang seperti mas Hanif ini, yg setia menjaga keragaman hayati khas negeri. Jadi penasaran sama buah2 itu deh 🀀 kecuali yg beracun ya πŸ˜„

    ReplyDelete
  22. Huaaah.. Asli itu buah semua belum pernah ku lihat apalg makan.. Baru tau jg ada buah mscem begitu di indo.. Subhanallah kaya banget indonesia ini mba 😍😍

    ReplyDelete
  23. Luar biasa nih dedikasi Hanif untuk melestarikan buah-buahan langka di Kalimantan, padahal dia sendiri bukan orang sana ya. Kok banyak Dew, ternyata ada 170an spesies gitu ya. Keren banget ya Indonesia punya aneka jenis tanaman istimewa gitu.

    ReplyDelete
  24. Yuni pernah tinggal di pedalaman Kalimantan karena kerja di perkebunan kelapa sawit. Dan yuni pernah nemu dong pohonnya durian segenggaman tangan. Kalau yang lainnya belum pernah. Hehehe

    ReplyDelete
  25. sebenarnya masih banyak lagi buah2an Kalimantan Mbak, waktu saya tinggal di sana... Tapi rata-rata rasa masam.. umang sayang kalau punah.. Alhamdulillah ada yang peduli untuk dibudidayakan..

    ReplyDelete
  26. Mna Dew, buah Bengkala itu bentuknya kayak Siwalan ya. Keren apa yang udah dilakukan Hanif, bahkan mendapat perhatian dari orang luar negeri yang ingin melestarikan pohon buah unik dan langka dari negri kita

    ReplyDelete
  27. Aku takjub saat tau beliau yang tidak punya background perkebunan tapi tertarik untuk melestarikan buah-buahan langka. Jaraaang sekali ada orang seperti ini.

    Semoga makin banyak yang mengikuti jejaknya yaa

    ReplyDelete
  28. Aku baru tau ada buah-buahan itu. Berarti masih banyak buah-buahan di Indonesia ya yang belum ke eksplor? Ih jadi pengen nyicipin tapi ga mau kalau sampe mati rasa lidahnya wkwkwk.

    Dan aku sakut sama Pak Hanif, dia mindset-nya bagus. Satu award berarti amanah, patut ditiru.


    Dan emang aneh, buah-buahan asli Indonesia gini malah ga dikenal masyarakat, malah dikenal orang luar. Aku juga baru tau sih 😭🀭

    ReplyDelete
  29. Luar biasa banget Mas Hanif ini. Keberaniannya menjelajah hutan, mencoba buah yang belum di kenal, lalu menanam buah-buah langka tersebut. Duh petualananya itu lho, bikin saya ngiler. Spalnya saat remaja saya juga pengen jadi penjelajah seperti ini :)

    ReplyDelete
  30. Indonesia itu kaya banget ya Mba Dedew, aku juga pernah baca artikel ttg beliau di majalah, sampe merinding baca cerita ttg buah2an langka itu

    ReplyDelete
  31. Luar biasa ya, ternyata Indonesia kaya akan buah-buah langkanya. Indonesia beruntung memiliki seorang Hanif yang masih mau peduli untuk membudidayakan.

    ReplyDelete
  32. Penasaran banget aku pengen nyobain buah durian sekecil genggaman tangan itu ih mba. nampak menggoda. Semoga Allah kasih kesempatan bisa nyobain ya, aamiin...

    ReplyDelete
  33. Baru tau klo ada buah kayak gini mbak, pengen nyoba juga rasanya😍

    ReplyDelete
  34. Wah.. Masya Allah membaca ini saya kembali menyadari kaya sekali tanah kita. Allah baik sekali memberi kita beraneka ragam tumbuhan bush untuk manusia..

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Abe Mencoba Bantal Anti Peyang Baby CloudFoam

Tips Penulis Ali Muakhir Menghadapi Masa Pandemi Covid-19