Ruang Aksara, Kelas Menulis Daring yang Mendadak Ide

Dear Temans,

Apa kabar kalian? Semoga selalu sehat dan bahagia, ya!

Kali ini aku ingin berbagi cerita tentang Ruang Aksara. Ya, Bulan Juli 2020 aku memulai kelas menulis daring. Awalnya, aku mengikuti kuliah watsapp bersama Mbak Eka, seorang pengusaha restoran yang banting setir jadi penjual masker dan makanan beku karena restoran dan butiknya terdampak pandemi. Sungguh luar biasa ia berjibaku demi tetap mempertahankan keryawannya.

Kelas menulis ruang aksara Dewi Rieka


Kegiatanku sebagai blogger dan penulis pun terdampak. Kegiatan liputan blogger ditiadakan, acara kepenulisan dan kegiatan rutinku mengajar ekstra Jurnalistik di sekolah anak-anak pun otomatis berhenti. Alhamdulillah, ada saja pekerjaan untuk blogger dan penulis secara daring.

Saat membaca penjelasan Mbak Eka bahwa ia berusaha putar otak banting setir usaha lain demi bisa tetap menggaji karyawannya, aku jadi kepikiran. Apalagi, ketika Uni Dian Onasis, sahabat penulis bercerita tentang kelas menulis idamannya. Ia ingin mencari admin untuk mengurus printilan administrasi kelas daringnya.


Baca Juga: Kelas Sinau Picture Book


Oh iya, kenapa kelas menulis daring ini tidak diseriusi? Pikirku. Beberapa teman penulis sudah membuka kelas menulis daring dan tatap muka di kota masing-masing. Seperti Kang Ali Muakhir dengan Winner Class, Fita Chakra dengan Sahabat Kata, Norma Keisya dengan DNA Writing Club hingga Daeng Bambang dengan Kelas Kurcacinya. Ya, pengalaman menulis dan mengajarku sih belum sekeren mereka. Tapi, apa salahnya mencoba, ya? Hihi untuk melatih keberanianku juga yang sering tidak pede.

Kelas menulis ruang aksara Dewi Rieka

Beberapa bulan silam, aku dan sahabatku Winda membuat Kelas Menulis Picture Book secara tatap muka. Pengisi acara di Semarang saat itu adalah Fita Chakra, penulis buku anak produktif yang sedang mudik di Semarang. Alhamdulillah, acara kami berjalan lancar. Pesertanya sesuai target dan antusias mengikuti acara. Kami bertekad membuat acara sejenis dibawah nama Sinau. Tapi, kesibukan melanda dan pandemi pun datang. Tidak mungkin ya, membuat kelas tatap muka saat ini.

Baca Juga: Tips Menulis Cerita Horor


Saat pandemi, aku beberapa kali diajak membimbing kelas daring. Diantaranya Kelas Menulis Cerita Perjalanan bersama Sahabat Kata milik Fita Chakra dan Netty. Alhamdulillah, pesertanya antusias. Kemudian, mbak Widyanti ketua IIDN Pusat mengajakku berkolaborasi di Kelas Cerita lucu untuk anggota IIDN. Tak hanya kelas menulis, aku juga diajak memberi masukan untuk naskah antologi cerita lucu IIDN.

Kelas menulis ruang aksara Dewi Rieka

Tak lama kemudian, Mbak Yuli Arinta menghubungiku untuk mengajar putrinya, Zahira menulis cerpen secara daring. Duh, aku bisa tidak ya? Kegiatan ini sudah berlangsung tiga kali dan semoga perkembangan menulis Kak Za semakin baik, ya. Aamiin!

Setelah kuliah WA itu, aku pun mengaktifkan kembali akun Instagram jualanku yang sudah dua tahun tak diperbarui. Nama akunnya berganti dari @TokoNabihah menjadi @RuangAksaraku. Kegiatanku sih tetap sama seperti sebelumnya yaitu menulis cerita dan blog, mengajar, dan terkadang menjadi juri lomba.

Hanya dengan wadah Instagram Ruang Aksara ini aku bisa lebih fokus dengan kelas menulis. Jadi, Ruang Aksara rencananya akan membuat pelatihan menulis tatap muka dan daring baik secara kelompok atau privat, aku juga menerima pesanan naskah buku biografi dan artikel juga menjadi juri lomba blog dan artikel.

Kelas menulis ruang aksara Dewi Rieka

Jadi, kegiatan mamak bertambah lagi setiap hari memposting berbagai hal yang berkaitan dengan kepenulisan dan buku di Instagram Ruang Aksara. Untunglah, ada aplikasi canva yang memudahkan banget orang yang nggak mengerti desain sepertiku, hehe. Selain informasi kegiatan akan datang, akun Ruang Aksara juga kuisi berbagai quote dari penulis ternama, kutipan buku, hingga kosakata dari KBBI. Rencananya, aku ingin mempromosikan buku-buku karya teman-teman penulis, hehe. Ada usul sebaiknya konten apa lagi ya untuk Ruang Aksara?

Baca Juga: Berkirim Surat dengan Sahabat Pena


Alhamdulillah, tadi malam aku mengajar kelas cerita anak melalui Zoom di acara Kampung Dongeng Semarang. Rasanya deg-degan karena aku belum pernah mengajar lewat Zoom sebelumnya. Mana aku nggak tahu cara membagikan materi berupa PDF yang sudah kubuat untuk para peserta. Jadinya, butuh bantuan moderator. Tapi, tetap semangat hahaha sambil belajar kan ya. Benar-benar ya, proses belajar itu kita lakukan setiap hari selama kita masih bernafas.

Rencana selanjutnya, aku membuka Kelas Menulis Cerita Lucu lagi di Bulan Agustus. Masa pandemi yang berat membutuhkan pasokan cerita-cerita lucu untuk menghibur pembaca ya, Temans. Hehe. Doakan semoga lancar ya acara perdana yang Ruang Aksara gawangi. Semoga nanti Ruang Aksara semakin berkembang dan aku bisa menggandeng teman-teman penulis dan blogger untuk berkolaborasi.

Mungkin membuat kelas blog untuk pemula, kelas copywriting untuk penjual toko daring dan banyak lagi, aamiin! Pengen juga bisa membuat kelas tatap muka setelah situasi aman dengan Winda. Jadi, jika kalian atau teman dan saudara ada yang membutuhkan kelas menulis daring boleh lho colek aku, haha.  Yang belum follow akun @ruangaksaraku bisa saling follow yaaa! Untuk info lengkap tentang kelas menulis di Ruang Aksara, main saja ke blognya ya banyak informasi seputar penulisan kubagi di sana. Terima kasih sudah membaca curhatanku, Temans!

 

 


Comments

  1. Barakallah ... keren idenya. Semoga ruangaksara makin berkembang sesuai harapan mbak dedew

    ReplyDelete
  2. Wah keren mbak kelasnya :D
    Aku terakhir belajar cerpen keknya tahun 2017 ttg cerpen anak dan belum lahir karya lg hahaha. Semoga nanti kalau agak selow, sekolah normal dan ada lah waktu emak menyendiri bisa aktif lagi bikin2 cerpen. Kangen Ya Allah :D

    ReplyDelete
  3. Sukses terus buat Ruang Aksara, memang pandemi ini bikin kita jadi lebih memutar otak beradaptasi cepat dengan hidup yang tiba-tiba berubah

    ReplyDelete
  4. Bener banget Mak, semua kalangan kena imbasnya sama covid ini. Salut sama Mba Eka dan mentemen yang lainnya yang banting setir untuk mempertahankan hidupnya. Mengambil sisi positif, agar kita harus mempunya skill yang bisa menjual yaa. Apalagi kek Mak Dedew skillnya udah ada, makin seneng mengaplokasikannya , namun saat ini berkolaborasi akan lebih baik. Sukses pokonya buat ruang aksara.

    Aku pun samaaa, memberikan private2 serba digital buat mentemen yang mepunyai berbagai usaha untuk go online. Sukses buat kita semuaaaa.

    ReplyDelete
  5. Jadi ingat jaman sekolah dulu suka nulis cerpen buat mading sekolah dan majalah internal sekolah. Kalau sekarang nulisnya di blog deh sebagai rekam jejak.

    ReplyDelete
  6. Wuiiih, Mbak Dedew ini memang seorang penulis hebat dan kini makin sering menjadi ibu guru 'tukang nulis' hehehe :D Keren banget dong, apalagi ada tema2 khusus yang lucu, ga melulu serius bikin tulisan anu atau ini. Semoga Ruang Aksara bakal tetap terus menyegarkan suasana dan memberikan pencerahan bagi para penulis supaya makin cangih hasilnya.

    ReplyDelete
  7. Keren banget dirimu Mbak Dedew ..... bisa-bisanya sempat merasa ndak sekeren penulis2 yang disebutkan di atas ... wuih, ndak banyak orang yang karyanya difilmkan lhooo .... masya Allah, moga lancar ya kelasnya.

    ReplyDelete
  8. Keren sekali mbaaak,
    Tetap berkarya walau pandemi menerpa, selama bisa dilakukan secara online yaah.
    Semoga sukses untuk Ruang Aksara dan semua kelas menulisnya yah mbaak

    ReplyDelete

  9. Memang banyak perubahan yang terjadi karena pandemi ini. Teman-temanku banyak juga yang banting setir, jualan online sekarang ini, banyakan frozen food.

    Semoga makin berkembang dan sukses ya Ruang Aksara nya, lancar juga kelasnya. Keren nih ide ttg menulis cerita lucu. Cerita lucu memang perlu sekarang biar nggak stress ya mbak :)

    ReplyDelete
  10. Asik juga kalau ikut kelas menulis online, Mbak. Jadinya saya yang jauh kan juga bisa ikutan :D

    ReplyDelete
  11. Ah yang bulan agustus sepertinya menarik, aku baru kali ini liat kelas menulis cerita lucu

    ReplyDelete
  12. Barakallah untuk Ruangaksaranya ya, Dew. Masa-masa pandemi ini jadi berkah buat kita untuk tetap kreatif ya.
    Aku juga diajakin sama Miranti ngajar online menulis dengan peserta anak-anak, tadinya nggak pede, pas dicoba menarik juga.

    ReplyDelete
  13. Salut mba masih bisa mengajar di tengah pandemi gini. Aku belum pernah ikut kelas menulis cerpen, kapan-kapan kalo ada waktu pengen ikut supaya bisa nulis buku cerita anak.

    ReplyDelete
  14. Waah Mbak Dedew keren. Sukses terus buat Ruang Akasara ya Mbak. Ngerti nama Mbak Dedew pertama kali tahun berapa ya 2007 kali ya. Nulis duet cerita laktasi sama sahabatku Syafaatus Syarifah yang sekarang sudah hijrah.

    ReplyDelete
  15. Salut banget sama Mbak Dedew ini. Produktif sekali. Bagi-bagi tips dong Mbak supaya tetap dapat menjaga semangat dan produktivitas itu bagaimana?

    ReplyDelete
  16. Semangat mba Dew, terus berkarya. Apapun harus dicoba meskipun awalnya ragu bisa gak ya? Karena ketika sudah mencoba, pasti akan ada jalan untuk itu :)

    ReplyDelete
  17. Wohoo mba dedew always kece bin inspiratif.. iya ya mba.. sebenarnya apapun keadaannya kita tetap bisa mencari kesibukan ya.. karena memang selalu ada cara untuk berbagi ilmu..

    ReplyDelete
  18. Sukses dengan Ruang Aksaranya yaa. Di masa seperti sekarang kita memang harus kreatif supaya tetap bertahan. Semangat untuk kita semua

    ReplyDelete
  19. Semangat mba
    aku pengen buat anakku ini dilatih bener2 tapi dia belum punya hape sendiri buat belajar jadi pasti aku yang join ya
    :V

    ReplyDelete
  20. Mantap banget mbak... Semoga Ruang Aksara lancar terus dan semakin sukses ya...

    ReplyDelete
  21. Mbak Dedew emang keren. Kreatifnya kebangetan. Hahaha. Aku ditularin dong mbak. Ruang aksara ada kelas bikin cerita horor nggak?

    ReplyDelete
  22. Wah.. Sukses selalu ya mba dg ruang aksaranya. Inspiratif banget loh. Walau ditengah pandemi tetap produktif yaa. Semoga semangatnya nularr

    ReplyDelete
  23. keren teh dedew, mau ikutan belajar nulis juga teh, saya wa ya teh, sukses teh dew

    ReplyDelete
  24. Semoga lancar semua kelas online menulisnya ya Dew. Salut dengan semangatmu untuk menginspirasi banyak orang agar rajin menulis dalam bentuk apapun.

    ReplyDelete
  25. Keren mb, bersyukur yang memiliki bakat merangkai kata menjadi kisah atau cerita. Selalu punya kesempatan untuk berkarya dan menyampaikan ide meskipun di rumah saja..pengen suatu saat bisa ikut kelasnya..

    ReplyDelete
  26. dampak pandemi nggak menyurutkan niatan untuk tetep berbagi ya mba, apalagi kelas kelas seperti ini, aku suka, sayangnya aku nggak ikut hehehe

    ReplyDelete
  27. masya Allah keren amat mba, bisa nyari banyak peluang. aku juga merasakan dampak blogger pas corona ini. kalau menulis fiksi, harus belajar lagi dari awal. tapi benar insya Allah rejeki darimana aja

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Tips Penulis Ali Muakhir Menghadapi Masa Pandemi Covid-19

Let's Read, Inilah Cerita Kami Mencintai Buku Sepenuh Hati