Tips Melindungi Keluarga dari Ancaman Luka Bakar di Rumah Kita - Small Things, Kecil Tapi Penting

Tips Melindungi Keluarga dari Ancaman Luka Bakar di Rumah Kita

"Ya ampun Mbak, anaknya kok sampai begitu tangannya? Kasihan!" ujar pegawai apotek ketika kusodorkan tangan Baby Nai yang melendung. Tangisan Nailah terdengar memilukan hati.

Lindungi keluarga dari luka bakar 


"Tolong, Mbak! Harus dikasih apa ya!" balasku setengah histeris, panik mengayun badan Nai lembut di pelukan agar tangisannya reda. 

Tak peduli, orang-orang di apotek memandangku aneh bercampur iba. Bak mimpi buruk di siang bolong. Itulah yang kurasakan saat itu. 

Nailah masih berusia satu tahun. Pagi itu, aku hanya berdua dengan Nailah. Mas Bagus sudah berangkat kerja. Aku sedang masak tempe goreng ketika Nailah terbangun dan menangis.

Segera kumatikan kompor dan menggendongnya. Aku sungguh kelaparan karena sudah mendekati Dhuhur, belum sempat sarapan. Sambil menggendong, aku mengambil piring. Alhamdulillah, nasi di dalam rice cooker sudah matang. 

Aku akan membuka tutupnya, bermaksud mengambil nasi. Tak menyangka, Nailah mengulurkan tangannya tepat diatas uap yang sedang mengepul. 

Spontan, aku jauhkan. Tapi geralanku kurang cepat. Jari tengah Nailah terkena uap panas nasi! Kontan ia menangis jejeritan menahan perih. Kupegang tangannya yang langsung berubah bengkak, dan melendung. 

Aku ikut menangis saking paniknya. Aku memberinya sedikit mentega lalu menelpon Mas Aril tukang ojekku. Kami buru-buru ke apotek. Rasanya lama sekali perjalanan ke apotek dan Mas Aril agak panik memacu kendaraannya. Aku sesenggukan.  Alhamdulillah, di apotek segera diberikan salep. 

Akhirnya Nailah tertidur karena lelah menangis. Sesekali wajahnya mengernyit menahan perih. Tangisku tak kunjung mereda, perasaan bersalah berkecamuk. Terbersit penyesalan mengapa begitu teledor hingga bayiku terluka? 

Kejadian itu membekas di hatiku. Hingga lebih waspada terhadap bahaya yang ada di sekitarku. Daripada menyesal kemudian? Yes, Regret Comes Later, definitely! Hiks. 

Seminar Regret Comes Later Semarang 

Karena itulah, aku bersemangat untuk hadir di acara seminar Regrets Come Later dari Combiphar, Bebas Beraktifitas di Rumah dengan Meminimalkan Luka Bakar Ringan, di Hari Minggu yang cerah itu. Biasanya,aku jarang ikut acara di hari libur. Tapi, aku merasa informasinya akan sangat bermanfaat untukku dan pembaca blogku. 

Narasumbernya adalah Mbak Erythrina Permata Sari dari Divisi Bedah Plastik RSUP Dr. Karoadi, Semarang. Menurut dokter yang ramah ini, 69% kejadian yang mengakibatkan luka bakar terjadi di rumah. 

Kecelakaan Banyak Terjadi di Rumah & Sebenarnya Dapat Dicegah

Luka bakar adalah kerusakan kulit yang diakibatkan
panas dan sangat menyakitkan. Mengakibatkan gejala seperti kulit memerah, kulit mengelupas, luka melepuh, kulit hangus hingga bengkak.

Menurut dokter Ery, sebanyak 21.5% kasus luka bakar diakibatkan tersiram air panas dan mie panas! Bikin kaget kan informasinya! Bayangkan, tempat yang kita anggap paling aman di dunia, ternyata berpotensi untuk membahayakan kita dan anak-anak. 

Untuk itu, kita harus mengetahui bahaya apa saja yang mengancam keselamatan keluarga kita di rumah. Dan bagaimana cara penanganannya agar kita terhindar dari bahaya ini. 

Menurut dokter Ery, 80% kasus kecelakaan di rumah sebenarnya bisa kita cegah. Duh, miris kan, Temans? Karena kurangnya pengetahuan kita jadi kecelakaan di rumah sering terjadi. 

Dokter Ery on action 

Sebelumnya kita harus mengenali dulu beberapa tipe luka bakar diantaranya luka karena terkena panas Matahari, luka radiasi, luka karena tersengat listrik hingga luka karena api. 

Duh, asli merinding deh melihat gambar-gambar korban luka bakar yang ditunjukkan dokter Ery. Komplikasi yang terjadi akibat luka bakar adalah infeksi, timbulnya bekas luka dan kontraktor. 

Banyak juga anak yang cedera hingga bekas lukanya tetap ada hingga dewasa. Ternyata karena penanganan kurang tepat saat kejadian. Kasihan kan, seseorang bisa jadi kurang percaya diri karena bekas luka yang dimilikinya. 

Ya, proses penyembuhan luka bakar sangat tergantung dari Pertolongan Pertama yang diberikan. Waktu krusialnya adalah pada empat jam pertama. Sebelum luka bertambah parah dan terinfeksi. Kadang luka bakar terlihat kering dan tidak nyeri, tapi sebenarnya tipe luka seperti itu yang lebih berbahaya dan dalam. 

Agar Rumah Aman Untuk Si Kecil

Beberapa cara untuk meminimalisir bahaya kecelakaan di rumah diantaranya:

1.Menyimpan pisau, gunting dan benda tajam lain di tempat aman dan tidak terjangkau anak-anak.
2. Memasang pengaman pada stop kontak.
3. Tidak menggendong anak sambil memasak.
4. Tidak bermain ponsel saat memasak.
5. Jangan biarkan kompor menyala ditinggal tanpa pengawasan.
6. Jauhkan gorden, kain dan bahan mudah terbakar dari kompor
7. Mengecek air mandi terlebih dahulu sebelum memandikan bayi.
8. Meletakkan botol berisi bahan kimia seperti semprot nyamuk, pewangi ruangan di rak bawah dan tidak terlihat anak-anak.
9. Memasang pintu pengaman pada tangga.
10. Menyediakan Alat pemadam kebakaran di rumah.
11. Mengenakan sarung tangan saat membersihkan kamar mandi dengan bahan kimia. 

Nah, bagaimana jika kita mengalami kejadian kecelakaan di rumah? Apa yang harus dilakukan? 

Cara Pertolongan Pertama Luka Bakar

Pertama, tentu saja usahakan jangan panik. Namanya melihat anak terluka, kita rasanya mau jerit-jerit. Tarik napas panjang, istighfar, tenangkan diri dulu ya, Mom. Agar kita bisa berpikir jernih dan anak juga jadi tenang. 


Kedua, jauhkan sumber bahaya. Misalnya anak terkena air panas. Jauhkan pancinya di tempat yang aman. Matikan listrik dengan alat pelindung, jangan dengan tangan kosong.

Ketiga, Lepaskan sumber panas. Buka baju pasien jika perlu, untuk mempersingkat kontak luka dengan kain baju. 

Keempat, dinginkan luka dengan menggunakan air mengalir selama 20 menit. Gunakan air bersih dengan suhu normal.  Ingat, Jangan gunakan air es ya. Jangan sekali-kali mengoles luka dengan margarin, pasta gigi atau bahkan kecap seperti kebiasaan orang selama ini. Pemberian bahan itu akan menyulitkan luka untuk sembuh

Kelima, keringkan bagian yang luka dengan bahan yang lembut misalnya kain. Ingat, Jangan mengeringkan luka dengan kapas atau tisu. Karena kedua bahan itu akan menempel pada luka terbuka. Gelembung yang muncul di luka jangan dipecahkan ya, biarkan pecah dengan sendirinya. 

Keenam, keringkan luka berikan salep kulit yang ampuh. Dokter Ery dan para dokter kulit menganjurkan untuk menggunakan salep Mebo untuk pertolongan pertama. 

Ketujuh, Balut luka dengan perban yang bersih. Lalu pergilah ke dokter atau rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. 

Menurut dokter Ery, untuk meminimalisir resiko seperti infeksi dan bekas luka, sebaiknya setelah anak-anak diberikan pertolongan pertama, kita harus segera membawa mereka ke dokter atau puskesmas. 

Karena kulit anak lebih tipis dan lebih rentan mengalami infeksi. Kadang kita melihat anaknya tidak rewel dan luka tidak dalam atau lebar, namun ternyata lukanya dalam dan bisa mengakibatkan bekas luka kelak. Kasihan kan! 

Saat sesi tanya jawab, ada peserta yang menceritakan keponakannya yang berusia balita tersiram air panas setahun lalu dan bekas lukanya di bagian payudara masih tampak jelas. Penanya khawatir akan masa depan keponakannya apakah bisa tetap menyusui kelak. 

Menurut dokter Ery, untuk tahu keadaan anak lebih lanjut harus dibawa ke rumah sakit. Bisa diberikan terapi sejak dini agar sembuh dengan sempurna lukanya dan tidak mengakibatkan scars yang bisa mempengaruhi pertumbuhan payudara. Duh, miris dengarnya. Ya Allah! 

Tentang Mebo dan Mederma dari Combiphar

Setelah Mebo dan Mederma direkomendasikan oleh dokter Ery, aku jadi makin penasaran dong dengan dua salep ini. Untungnya, pembicara kedua adalah Mbak Hernita Astriani, S. Farm, Apt, Brand Manager Mebo dan Mederma.

Mbak Hermita dari Combiphar 
Nah, kita kenalan dulu dengan Mebo dari Combiphar, yuk. Mebo adalah salep untuk mengobati luka bakar, luka jatuh dan luka lecet. dokter Ery merekomendasikan salep ini karena bahan-bahannya terbuat dari bahan alami yaitu minyak wijen, dan tidak mengandung antibiotik. 

Informasi produk:
Zat aktif: Coptidis rhizoma, Phellodendri chinensis, Scutellariae radix, Sesame oil dan Beeswax. 

Tiga jenis tumbuhan dengan nama latin Coptidis rhizoma, Phellodendri chinensis, Scutellariae radix ini sudah diteliti berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti infeksi dan membantu regenerasi sel. 

Sedangkan beeswax dan sesame oil atau minyak wijen berfungsi sebagai pelembab. Keduanya berfungsi sebagai pendingin luka. Panas yang berlebih dari area luka bakar pada saat dioleskan Mebo, akan diserap oleh salep ini sehingga akan mengurangi tingkat keparahan luka bakar. 

Minyak wijen melindungi area luka sehingga mencegah penguapan air dari area luka dan luka menjadi lebih lembab. Hal ini akan membantu proses regenerasi sel lebih cepat sehingga penyembuhan berjalan baik. Meminimalisir bekas luka. 

Mebo efektif untuk luka bakar. Mengobati dengan minimal bekas luka dan sakit. Juga membuat area luka lembab dan tidak kering. Serta tidak mengandung antibiotik kimia. Terbuat dari bahan herbal dan alami dan menjadi rekomendasi dokter di Indonesia. 

Mederma, Untuk Menyamarkan Bekas Luka

Nah, selain Mebo, ada Mederma dari Combiphar. Mederma ini khusus untuk mengobati bekas luka baik lama ataupun baru agar tidak menimbulkan scars atau bekas luka. Mederma mengklaim bisa memudarkan bekas luka dalam 8 Minggu dengan pemakaian teratur. Jadi, penggunaan Mederma dilakukan segera setelah luka tertutup, ya. 

Mederma mengandung bahan alami yaitu Cepalin, Allantoin, dan Aloe Vera yang bekerja tak hanya di permukaan kulit, tapi juga meresap di kulit. Sehingga bekas luka memudar lebih cepat. 


Prinsip kerja Mederma adalah 
Meresap, bahan alaminya meresap di kulit.

Memperbaiki, Mengandung bahan alam yang membantu proses perbaikan kulit.

Menyamarkan, membantu menyamarkan bekas luka.  

Nah, itulah hasil seminar yang aku peroleh di hari Minggu nan cerah itu. Semoga bermanfaat, ya. Hehe. Biasanya, aku rebahan kalau hari libur, hari itu aku keluar rumah dan mendapat ilmu bermanfaat dari Seminar Regrets Come Later dari Combiphar, Bebas Beraktifitas di Rumah dengan Meminimalkan Luka Bakar Ringan. 

So, No regrets anymore ya karena kita telah berusaha semaksimal mungkin menjaga keluarga kecil kita di rumah dari bahaya. Jadi, sediakan selalu Mebo dan Mederma di kotak P3K di rumah, ya! 








26 comments:

  1. Begitu ya. Penting banget menjaga rumah tetap aman. Kalaupun kejadian, udah tahu harus ngapain

    ReplyDelete
  2. Wah perlu banget nih sedia Mebo dan Mederma di rumah buat jaga-jaga kalo ada yang mengalami luka bakar. Bbrp tahun lalu aku mengalami luka bakar karena uap panas, kirain cuma merah aja eh nggak taunya tambah hari tambah sakit sampai harus ke dokter. Bekasnya masih ada sampai sekarang.

    ReplyDelete
  3. Mebo dan Mederma beneran jadi andalan tiap ibu2 ya mbaaa
    karena luka bakar ringan bisa terjadi kapan aja
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. Aaah untung ada Mebo dan Mederma ya Dew,
    aku sekarang selalu sedia MEBO dan MEDERMA

    ReplyDelete
  5. waduh padahal selama ini kupakai kecap, pasta gigi atau mergarin nih saat punya luka bakar. Mesti di stok Mebo di rumah kalau gitu buat jaga-jaga jika ada kejadian luka bakar tak terduga. Penting ini.
    Kalau Mederma pasca sesar dulu dan diresepin sama dokterku

    ReplyDelete
  6. Ya Allah, baca kisah adek nay ikutan sedih. Saya ada juga pengalaman, anak saya megang setrikaan dan alhamdulillah nggak parah lukanya cuma memerah aja.

    Perlu banget sedia mebo ini dirumah ya mbak, untuk jaga-jaga. Tapi semoga siy keluarga selalu sehat, aamiin

    ReplyDelete
  7. Tidak menggendong anak sambil memasak.
    ======
    Susah ini Mak, Kalau nggak di gendong ntar dia nangis. Kalau gendong dan tidak masak, anakanteng tapi ntar emaknya kelaparan

    ReplyDelete
  8. Kayaknya perlu sedia Mebo atau Mederma ini di kotak P3K di rumah ini. Ngeri juga kalau kena luka bakar dampaknya bikin bekasnya sulit hilang
    Jadi tahu fungsi Mederma itu menyamarkan luka ya mbak
    Makasih sharingnya yah mbak

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah ada yang bisa disiapkan selalu tersedia di rumah ya untuk mengatasi luka bakar..Karena kadang ada aja ya eksiden di rumah ..

    ReplyDelete
  10. Duh jangankan anak kecil, orang dewasa juga kalau kena uap panas dari rice cooker memang sakit. Suami saya juga pernah mengalaminya.Kalau saya sendri sering kena cipratan minyak saat menggoreng. Memang harus sedia Mebo dan Mederma di rumah ya

    ReplyDelete
  11. Wasyik teryata bisa juga untuk menyamarkan luka bakar ya mba. Makasih tipsnya mba. Kayaknya emang aku harus sediakan di rumah deh :)

    ReplyDelete
  12. Penting banget nih sedia mebo dan mederma untuk pertolongan pertama luka bakar di rumah. Aku pernah loh kena cipratan minyak panas sampai melendung gitu. Gara2 gak sedia p3k di rumah, akhirnya terlambat ditangani dan membekas :(

    ReplyDelete
  13. Sebenarnya kalau anak kenapa2 pinginnya ngga panik, tapi kok ya susah banget buat ngga panik. Apalagi yang udah kelihatan, gitu, seperti luka, paniikkk, Bunda. :D Btw, aku banyak "luka lama" yang sudah ketutup, nih. Cocok kalik yaaa pakai Mederma. Hahaha.

    ReplyDelete
  14. Kalau aku duli seringnya bukan kena bakar pas masak tapi kena knalpot. Bekas tuh sampai sekarang

    Dan kalau masak2 memang baiknya jauhkan dari anak2 ya. Ada tuh saudaraku yg kaki anaknya masuk ke sayur panas. Alhamdulilah sekarang udah sembuh

    ReplyDelete
  15. Jadi ingat, dulu pas kecil, saya pernah kesiram sop panas yang baru diangkat dari kompor oleh Mama. Dan itu meninggalkan bekas luka di pundak kiri. Ya, pas dulu saya cuma pakai kaos singlet tiba-tiba nyeruduk ke Mama di dapur yang lagi ngangkat panci isi sop. :(

    Kalau luka bakar sekarang bisa banget ya pakai mebo untuk tahap awal. Dan untuk selanjutnya bisa pakai laderma. Produk combiphar ini selalu mengerti kita.

    Dan saya pengen pakai laderma juga buat ngilangin bekas luka ini. Mudah-mudahan bisa.

    ReplyDelete
  16. Wah selama ini sih aku pake air mengalir tapi tidak lama. Ternyata 20 menit ya

    ReplyDelete
  17. yes, daripada regrets comes later yan mending bersiap dan sedia MEBO sebelum luka terjadi! Ini jadi inget peribahasa SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN gitu kali yeee

    atau peribahasa Ary Nilandary " Terlambat, rambut sudah dicukur!"

    ReplyDelete
  18. saya langsung beli mebo seusai dari acara ini saat di surabaya tempo hari. apalagi saya kan biasanya kena setrikaan, duh. belum lagi kena minyak goreng nakal. emang yaaa kita buuibuu resiko tinggi kena luka bakar

    ReplyDelete
  19. Harus sedia Mebo dan Mederma nih mbak di rumah buat Jaga-jaga. Apalagi sebagai ibu kita harus siap sedia

    ReplyDelete
  20. Subhanallah...
    Punya anak kecil memang harus ekstra segalanya ya, kak..
    Semoga Nai sehat selalu.

    Duet maut Mebo dan Mederma ini harus selalu sedia di rumah.

    ReplyDelete
  21. Baru aja semalam kena setrikaan nih saya haha. Duuh lupa terus mau nyetok Mederma ini. Benar mbak, kecelakaan di rumah itu sebenaenya bisa dicegah dan kalau sudah terjadi bisa segera diatasi.

    ReplyDelete
  22. Tak bisa memang dipungkiri kalau biasa saja ad kejadian luka bakar di dlm rumah sendiri, sebagai seorg ibu tentu kt hrus menyiapkan pengobatan, noted in ntuk mederma, hrus ad di rumah

    ReplyDelete
  23. Itu tios agar rumah aman dr anak, yg no 1 saya sampai penuh tuh fentilasi pintu buat naro barang2 berharga.

    ReplyDelete
  24. Aku juga baru saja menghadiri event yang sama di Balikpapan, mba.
    Sepakat!
    Ada banyak fakta baru yang dibagikan para pemateri yang memang berkompeten dibidangnya seperti dokter Sp. Bedah dan dokter yang mewakili PT Combiphar misalnya anak-anak adalah pasien yang paling banyak menderita luka bakar yang kebanyakan terjadi di rumah sendiri.
    Fakta yang bikin miris, ya mba.

    ReplyDelete
  25. Duh mbak Dedew, aku kalau ngebayangin anak kena percikan minyak panas aja, udah ngeri banget. jadi aku kalau lagi masak pintu dapur di tutup biar saki gak bisa masuk. pernah kena kecipratan minyak aja aku udah sakit banget, sampai banyak nih sisanya item item hihihi

    alhamdulillah sekarang ada Mebo dan Mederma, kayaknya penting nih disimpan di kotak obat

    ReplyDelete
  26. Klo punya anak kecil di rumah memang kudu lebih ati-ati nyimpen barang dan ati-ati dalam hal-hal kecil yang bisa membahayakan mereka ya...

    ReplyDelete

Recent

recentposts