Thursday, October 19, 2017

Seseruan Ngobrol Penulisan Kreatif di Unissula Semarang.

Seseruan Ngobrol Penulisan Kreatif di Unissula Semarang. Dear Temans, Bulan lalu, aku diundang oleh HMJ Sastra Inggris Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Ajakan untuk mengisi seminar sehari bertema Creative Writing: Stop Dreaming Start Writing ini bermula dari colekan di akun Instagramku. Wah, happy dapat undangan untuk berbagi seperti ini. Walau deg-degan juga. Hihi.

Karena tema menulis kreatif cukup luas, aku dan Ika, panitia seminar berdiskusi topik apa yang akan diangkat. Apakah mau tentang menulis di blog? Cara menulis cerpen atau yang lain?

Ternyata, panitia ingin seluk-beluk menulis kreatif. Baiklah. Setelah sepakat dengan waktunya, aku siap-siap bikin PPT untuk bahan mengisi seminar nanti. Biasanya aku pilih template PPT gratis dari website penyedia template


Kupilih template yang sesuai untuk peserta nanti. Kalau untuk anak SD biasanya pakai template yang lucu-lucu bertema boneka gitu biar nggak pada bosan. Untuk anak kuliahan dan SMA bertema colourful. Juga aku pasang foto seleb yang lagi hits kayak Hamish Daud atau Gal Gadot biar suasana cair. Hehe.

Pas hari H, aku sudah berangkat pagi, turun gunung. Kebetulan lokasi kampusnya cukup jauh dari rumahku, hehe. Tapi, mendadak bodiku meriang. Lapar atau demam panggung, yes? Hihi. 

Ulala, di tengah perjalanan, aku turun buat sarapan. Daripada pas di acara akuh kolaps? Alhamdulillah, bodi agak baikan setelah sarapan. 


Sudah ditelponin mulu sama Ika, sampai di mana? Huhu, maafkan! Untung, banyak taksi depan RS aku mampir makan. Langsung cuss.

Sampai di Unissula, peserta sudah membludak. Duh, asli grogi. Panitia langsung pasang wajah lega melihatku, hihi. 

Mereka sudah nyaris setengah jam stand up comedy di depan peserta biar nggak rusuh. Maafkan akuu! #sungkem. Nggak ada waktu buat ngopi syantik, yuk kita mulai acaranya!

Alhamdulillah, acaranya berlangsung gayeng dan akrab. Aku memaparkan manfaat menulis untuk mahasiswa. Diantaranya memudahkan mereka mengerjakan tugas laporan serta bisa melancarkan mereka saat melamar beasiswa. 

Biasanya kita kudu bikin esai, kan? Aku juga cerita tentang Tia, putri Mbak Shinta Handini yang kini duduk di kelas 12 SMA.
Tia mantan penulis cilik yang penuh prestasi. Bukunya bergenre KKPK bejibun terbit di Penerbit Mizan. 

Ia terpilih berkunjung ke Harvard University AS karena esainya disukai panitia. Ia pun mendapat tawaran tiga beasiswa penuh bebas memilih jurusan apapun dari tiga kampus swasta beken karena pihak kampus kagum akan prestasinya. 


Tia sering diundang untuk mengisi seminar, acara TV dan lainnya. Dahsyat kan jadi penulis?

Setelah mengiming-imingi enaknya jago menulis, baru deh aku sharing tentang bagaimana mendapat ide, apa itu menulis kreatif dan seluk-beluk menulis lainnya. Senang pas kutanya, ternyata para peserta banyak yang sudah punya karya berupa cerpen, komik dan artikel di blog. Keren.

Rahasia sukses jadi penulis adalah mampu mengolah ide menjadi cerita yang seru dan bermanfaat bagi pembaca. Tips lainnya adalah konsisten menulis. 

Penulis kawakan seperti Daeng Bambang Irwanto yang tulisannya kerap nongol di Bobo dan Mbak Nurhayati Pujiastuti yang tulisannya malang-melintang di media massa, mengaku mencontoh konsistensi Mas Donatus A. Nugroho, penulis fiksi senior dari Solo.


Mas Donatus, konsisten menulis satu cerita satu hari selama puluhan tahun. Uniknya lagi, begitu ada ide cerita. Langsung, ia eksekusi. Duduk manis mengetik cerita. Tanpa menunda agar dapat feelnya.

Mbak Nur mencontoh resepnya, langsung menulis begitu ada ide. Daeng Bambang meniru konsistensinya, 1 hari 1 cerita anak. Maka, lihatlah kesuksesan keduanya hari ini. Tidak mengherankan. 

Sesuai tema seminar ini ya, Stop Dreaming Start Writing! Jangan ngayal melulu pengen jadi penulis. Mulailah menulis hari ini!

Setelah itu, aku pun mengerjai peserta dengan praktek bikin karakter unik saat itu juga. Katanya susah cari ide? 

Ternyata tidak berlaku buat anak Unissula, haha. Idenya ajaib! Akupun memberikan souvenir berupa dua bukuku kepada dua pemenang dengan ide tokoh paling keren.

Pas sesi tanya jawab, aku dibombardir pertanyaan. Bagaimana jika punya banyak ide, gimana menuliskannya? Bagaimana cara kirim naskah buku ke penerbit? Seru. 

Tak terasa, waktu tiga jam berakhir sudah. Acara pun berakhir. Semoga bermanfaat ya teman-teman, keep writing. Terima kasih buat panitia sudah mengundangku, jangan kapok ya! Hehe.

Photo Courtesy of 
Panitia Seminar Unissula, 
Tony Trax dan Kodamaya 

8 comments:

  1. Lhoo mbak, dari Unissula kok aku gak tauu... hiks :(

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Hihi makasih udah hadiir, terus ngilang pulaaa, dicariin!

      Delete
  3. Mantap! Kapan2 aku saranin juga ah adik tingkat buat ngundang mbak Dedew, hihi

    ReplyDelete
  4. Kalau ke Makassar, kontak aku yah...Mau serap ilmunya yang keren. hehehe...nanti aku ajak jalan-jalan (hehe..mau nyogok nih ceritanya).

    ReplyDelete
  5. Wah seru! Mahasiswa memang butuh banget ditularin virus menulis mbak dedew :)

    ReplyDelete
  6. Kalau ke Lampung lagi aku mau ngobrol2 sama, Mbak Dedew.. Seru ih ceritanya

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...