Tuesday, July 25, 2017

Me Time dengan Lulur Rempah Hitam Roro Mendut

Me Time dengan Lulur Rempah Hitam Roro Mendut. Sejak ABG, aku paling suka yang namanya pijat dan lulur. Juga maskeran. Dua perawatan tubuh yang simpel dan tradisional banget. Iya, tentu aku yang dipijat, bukan tukang pijatnya, hihi.



Paling nikmat deh berbaring dengan rileks, tubuh kita dipijat dengan sistematis lalu diakhiri dengan luluran untuk merontokkan daki dan kotoran tubuh. Saking enaknya, aku menahan kantuk dengan susah-payah. Ya iya masa sudah bayar cukup mahal eh ditinggal bobok? Rugi atuh haha #MakIrits.

Habis pijat dan lulur terus maskeran. Pengen kan punya tubuh dan muka yang bersih, halus dan sehat. Biarpun nggak secantik Tatjana Saphira, ya 11-12 lah sama-sama perempuan asal Indonesia, wkwkwk. 

Untuk muka dan badan, aku nggak pengen memutihkan sih tapi cukup biar bersih dan menghilangkan noda jerawat. Setelah maskeran dan pijat lulur, muka dan badan rasanya ringan, segar, halus dan wangi! Siap deh untuk kembali bekerja hehe. 

Lulur Rempah Hitam Roro Mendut Yogya



Biasanya saat masih tinggal di Bogor, aku punya langganan Mbak Lulur. Namanya Mbak Mar. Ia perempuan setengah baya dengan tenaga jumbo. Orangnya pun ramah dan supel jadi sepanjang acara pijat itu kami ngerumpi. Pijatannya enak dan nggak bikin memar. 

Hihi aku pernah dipijat di salon dan malah berasa babak belur sesudahnya, pijatan mbak salon nggak keras tapi meninggalkan bekas memar di punggungku. Hakdesh, jangan-jangan si mbak salon mantan pendekar? 

Balik ke Mbak Mar, ini punya kelebihan. Jadi kalau orang ia pijat masuk angin, pas, pijat bahu atau leher dan kepala kita, dia gelegean terus alias bersendawa, hihi unik ya. Nah setelah tinggal di Ungaran, rasanya kehilangan banget dengan hobi luluran ini. 

Lulur Rempah Hitam Roro Mendut

Aku sempat mencoba luluran di salon. Tapi rasanya nggak nyaman dan risih karena aku kudu bugil di ruangan salon yang notebene asing. Terus yang pijat juga mbaknya asing. 

Beda dengan mbak Mar yang sudah akrab dan lulurannya pun di rumah, kamar sendiri. Kalau di salon, was-was jangan ada yang intip? Hiiy. Akhirnya, hobi luluran pun dilupakan sementara. 

Beberapa hari ini kangen banget pengen luluran. Badan rasanya kotor banget setelah pulang dari Jakarta menghadiri Zenfinity 2017 minggu lalu. 

Aktivitas tinggi saat di sana bikin tubuh rasanya gatal dan lengket, walau sudah mandi. Apalagi Ramadan ini, cuacanya very hot ya. Baru saja mandi, eh bodi berkeringat lagi. Masak mandi lagi? Hihi selain sedang rempong ngerjain deadline naskah nggak hemat air juga! #TerMakIrits, hihi. 

Suatu siang pas Ramadan, akhirnya mencoba luluran di salon setelah mikir 100 kali. Sudah nyampe di salon, akhirnya batal dan balik lagi karena kurang nyaman itu, salonnya campur pula. Idih. Luluran sendiri? Mau sih tapi membayangkan repotnya, jadi malas. Dulu aku sering juga luluran sendiri. 

Lulur Rempah Hitam Roro Mendut

Bersih sih, hanya setelah dibersihkan dan disabuni pun, bekas lulurnya bisa menempel di baju dalam. Malas kan baju dalan kita jadi bernoda kekuningan gara-gara luluran? 

Suatu hari, tetangga sebelah rumah memberiku sekotak lulur dan masker rempah hitam Roro Mendut asli Yogya. Kebetulan, ia baru pulang piknik dari Yogya. 

Selain lulur rempah hitam, ada juga produk skincare Roro Mendut lain. 

"Ini oleh-oleh khas Yogya, Mbak," 

"Wah boleh juga ya. Biasanya oleh-oleh Yogya tuh bakpia. Keren juga oleh-oleh perawatan tubuh jadi kayak Bali ya, oleh-olehnya lulur dan lotion. Makasiiih!" 

Alhamdulillah, rejeki mamak solehah. Pas pengen luluran, eh ada yang kasih oleh-oleh lulur dan masker rempah hitam Roro Mendut yang punya tagline budaya cantik Indonesia. Gimana kalau minta logam mulia ya? Hihi. 

Paket perawatan wajah dan tubuh rempah hitam Roro Mendut ini isinya 5 bungkus per kotak. Terdiri dari masker Roro Mendut dan lulur rempah hitam. Tapi setelah kubaca, sebungkus masker/ lulur Roro Mendut untuk wajah dan tubuh sekaligus. Irit dan simpel. 

Roro Mendut Traditional Beauty merupakan jamu dalam bentuk rangkaian produk perawatan kecantikan spa tradisional khas Keraton Mataram Yogyakarta. 

Diformulasikan dari ramuan resep jamu yang digunakan untuk ritual kecantikan tradisional Keraton Mataram Yogyakarta. Roro Mendut juga merupakan oleh-oleh dari kota Yogyakarta, sehingga dapat ditemukan di toko oleh-oleh seperti Mirota Batik Malioboro. Kalau mau beli online sih bisa di Lulur Roro Mendut Yogya.

Lulur Rempah Hitam Roro Mendut

Nggak sabaran, langsung kucoba. Kemasan kardus membungkus tiap kemasan plastik. Jadi kalau kita mau kasih teman sebungkus untuk dicoba, nggak masalah tetap rapi dibawa. Untuk kemasan plastik, ada jepitannya jadi kalau plastik sudah dibuka tapi isinya belum habis bisa disimpan rapi kembali. 

Yuk, kita review lulur Roro Mendut. Bubuk lulurnya wangi mirip kopi susu. Isinya beras ketan hitam, rempah-rempah, dan aneka tumbuhan lain manfaatnya untuk eksfoliasi sel kulit mati, mencerahkan atau memutihkan kulit wajah, mengangkat kotoran, daki dan juga komedo, mengatasi kulit kusam, membersihkan noda bekas jerawat dan meratakan warna kulit. 

Benarkah ini skincare terbaik Indonesia? Baiklah, kita coba! Takaran penggunaannya, sebungkus untuk 1x luluran atau 3x masker wajah. Cara pakainya seperti biasa, bubuk lulur dicampur air secukupnya. Setelah itu, kita balurkan ke wajah dan tubuh hingga rata.

Tunggu hingga setengah kering, lalu digosok. Aku sudah memakainya dua kali. Sejauh ini, daki terangkat dan kuli wajah dan tubuh jadi lebih bersih ya. 

Enak juga karena tidak meninggalkan bekas di pakaian dalam. Coba kupakai rutin ah siapa tahu jadi sekinclong Raissa kulit akuh, hihi. Aamiin!  

15 comments:

  1. Pasti seru tuh. :D Me time dengan merawat diri pakai lulur. Jadi pengen coba lulurnya juga deh.

    ReplyDelete
  2. Kemarin ditawari temanku, tapi gak beli. Kalau lihat hasilnya punya Mbak bagus di kulit, jadi nyesel. :'D Ntar beli dah

    ReplyDelete
  3. kayaknya udah lama deh aku gak luluran..wisshh kayaknya kudu belajar ngerawat tubuh nih..
    kayaknya patut dicoba..

    ReplyDelete
  4. Aku sudah lama banget tidak luluran. Baik di salon maupun sendiri. Tulisan Mbak Dedew memberi inspirasi agar aku kembali merawat diri hehehe... Yuk luluran

    ReplyDelete
  5. Aku belum pernah pake lulur roro mendut,jadi pingin nyoba

    ReplyDelete
  6. aku pakai lulur ini juga buat Me Time, mba :)

    ReplyDelete
  7. Ntar saya kasih tunjuk ke nyonya besar, kali aja dia tertarik :)

    ReplyDelete
  8. wiiih jadi pingin luluran niih...wangi, syantik, dan haluuus.
    dah brp purnama gak luluran *wanita macam apaaah*

    ReplyDelete
  9. aku kapan ya terakhir pake lulur...............kayaknya udah lamaa banget. semenjak punya anak kecil, kayaknya nggak pernah lagi. pengen, tapi jarang bisa mandi lama.

    btw, afternya mulus ya mba. kinclong

    ReplyDelete
  10. kebayaaang nyamannya dipijat sambil pakai lulur mbaaa...Aaaah, aku jadi kangen Indonesia! Banget!

    ReplyDelete
  11. Waahh ternyata rahasia kinclongnya ada di lulur roro mendut ini yaaa, mau juga cobain mba Dew ^_^

    ReplyDelete
  12. Kudu coba nih, buat sambil me time di rumah. Siapa tahu kaya kalimat Mba, Mungkin kulit Kita bisa sekinclong Raisa hehehe

    ReplyDelete
  13. Aih...baru inget udh lama ga luluran.asyikkk...jd ada referensi nih...

    ReplyDelete
  14. hahaha, sedikit OOT... aku jg pernah merasakan pijatan di salon yg bikin sakit kepala setelah selesai :)))

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...