Sunday, March 22, 2015

Kenal Lebih Dekat dengan Watiek Ideo, Penulis Buku Anak Produktif :)

Dear Temans,

Kalian suka baca buku anak? Atau suka membacakan buku untuk buah hati?
Kalian tentu tidak asing lagi dengan nama yang merajalela di dunia perbukuan anak Indonesia saat ini. Selain Arleen Amidjaja, Ali Muakhir, Veronica Pujiastuti, Dian Kristiani, ada satu nama lagi yang ngehits saat ini. Yuk, kenal lebih dekat dengan Watiek Ideo, penulis buku anak yang kini tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur. 

buku Watiek yang ditandatangani untuk Nailah horee

Dakuw bertemu anggota Komunitas Penulis Bacaan Anak ini pertama kali saat pelatihan menulis buku anak di Lembang, Bandung.

Saat tahu dia ikut, langsung deh buru-buru beli bukunya yang unyu di tobuk. Agak bingung memilihnya karena bukunya banyak mejeng di rak utama toko buku. Aku mau minta bukunya ditandatangani dan diberi kata mutiara untuk Nailah yang sedang belajar menulis.

Selama ini sumpah penasaran, gimana sih Watiek Ideo memulai proses menulisnya hingga melejit seperti saat ini? Mumpung ketemu, mari kita kulik-kulik Watiek Ideo, yaa..

Penulis buku anak kelahiran Lumajang, April 82 ini suka menulis sejak kelas 2 SD lho. Ia suka menulis cerita pendek dan puisi. Namun, sejak punya anak, hobi itu menguap dengan alasan sibuk dan nggak punya waktu.

Buku Watiek Ideo Koleksi Nai
Tahun 2010, ia membuka bisnis clothing line yang bermerek Ideokids.
Saat mencari desainer, ia tertarik melihat portofolio sang desainer yang telah membuat buku anak dengan ilustrasi lucu. Watiek lalu tergerak untuk menulis kembali. Kali ini khusus cerita anak.

Ideokids Clothing Line Watiek
Seperti kerasukan, lulusan Psikologi Universitas Airlangga ini mulai menulis dan mengirimkan naskahnya ke penerbit. Tak disangka tiga bulan kemudian, lima naskahnya diterima penerbit. Sejak itu, ia tak bisa berhenti menulis cerita anak.

Penasaran deh, sepertinya ide Mbak Watiek nggak pernah kering. 
Adaa saja topik buku anak yang ditulis. Gimana ya cari idenya? 

"Ide dari mana saja. Dari anak, dari anak-anak di lingkungan, film, media sosial, cerita teman, apa saja,"

Yup, seperti Kata Dewi Lestari, aktifkan kamera penulismu! :)

Kebetulan, ia suka sekali menonton film terutama film animasi Disney, komedi, drama, film serial di televisi kabel. Ditambah lagi kesukaannya jalan-jalan bareng suami dimana ia bisa mengamati hal-hal unik untuk ditulis. Kebiasaan mengamati ini menjadi sumber idenya. 

Hingga saat ini, Watiek Ideo telah menulis hampir 100 buku. Diantaranya sedang editing dan dalam proses naik cetak. Buku anaknya paling banyak diterbitkan di Bhuana Ilmu Populer.
Selebihnya ada di Gramedia Pustaka Utama, Elexmedia, Andi Publisher, Tiga Serangkai, dan Cikal Aksara. Ada juga sekitar 16 buku yang sedang proses di JawaPos Books (JP Books). Wow!

penulis buku anak produktif

Salah satu bukunya yang menjadi best seller adalah Aku Anak Berani, Bisa Melindungi Diri Sendiri. Buku yang terbit November 2014 ini, sudah beberapa kali cetak ulang dan diendors oleh banyak pakar. Buku ini berisi tentang bagaimana anak melindungi diri dari orang lain yang beniat buruk padanya. Ide ini sudah digodok sejak 2012, awalnya Watiek khawatir karena temanya cukup sensitif.

Alhamdulillah, sebuah penerbit ternama menerima naskahnya. Mbak Watiek bertanya kepada sejumlah pakar untuk mendapatkan referensi untuk bahan buku ini. Ia tidak mau salah tulis. Buku ini terbit disaat maraknya pelecehan seksual pada anak. 

Melalui cerita, anak diajarkan tentang perbedaan jenis kelamin, bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh dan banyak lagi. Sebuah buku yang bermanfaat untuk anak dan orangtuanya. Buku ini cetak ulang sebulan setelah terbit lho. 

Selain menulis buku solo, penulis buku anak yang bercita-cita karyanya disukai anak-anak seluruh dunia ini, juga sering menulis buku duet. Paling banyak dengan Fitri Kurniawan, penulis cerita anak yang kini tinggal di Manchester, UK.
Kalau kita perhatikan, di tiap buku yang mereka tulis ada logo mereka lho. Fitri Kurniawan adalah kakak ipar Watiek dan klop banget dalam menulis buku bareng. 

logo buku Watiek Ideo di Penerbit BIP

Gimana sih proses menulis duetnya?
Biasanya keduanya akan berdiskusi mengenai tujuan dan visi dari buku yang akan ditulis. Lalu mulai menentukan karakter pada tiap tokoh. Setelah itu, barulah menentukan tema-tema persub judul untuk kemudia dibagi berdua. Misal ada 10 judul dalam satu buku, maka akan mereka bagi masing-masing lima cerita. 

"Kesulitannya hanya zona waktu yang beda saja. Saat saya lagi on, Mbak fitri udah bobok. Selisih waktunya 8 jam soalnya,"

Gimana cara Watiek membagi waktu menulis dengan urusan rumah tangga?
Mbak Watiek hanya menulis saat anak sedang di sekolah. Ia juga tidak bisa menulis malam hari apalagi begadang karena pukul 21.00 ia sudah mengantuk dan nggak bisa mikir, hehe. 

Buku anak tak terpisahkan dari ilustrasi yang sesuai dan menarik.
Mbak Watiek kebanyakan mencari ilustrator sendiri untuk naskah bukunya. 
Ia banyak mencari ilustrator melalui media sosial seperti Facebook. Misalnya dengan mengecek album berisi karya sang ilustrator di FB atau webnya. Tapi, keputusan akhir tetap di tangan penerbit. ia hanya menjembatani saja.

Buku Laris Aku Anak Berani

Selain menulis, Watiek juga membuka taman bacaan di desa kelahiran sang suami, Desa Ngelom, Sepanjang, Kecamatan Taman di Sidoarjo. Berasal dari keprihatinannya melihat kondisi masyarakat desanya. Kebanyakan warganya adalah buruh pabrik berpenghasilan rendah.  Buku tentu saja menjadi barang mewah yang perlu berpikir panjang untuk membelinya. 

Karena itulah, ia dan suaminya tergerak membuat Rumah Baca Lintang yang sederhana di rumah tapi ramai dikunjungi anak-anak warga Desa Ngelom. Yang ingin menyumbangkan buku untuk rumah baca milik Mbak Watiek, monggo hubungi Dedew yaa :)

Terakhir, apa pesan Mbak Watiek untuk calon penulis? 

"Saya seriiiiiing banget mendapat inbox dari beberapa teman yang ingin menjadi penulis buku anak, tapi nggak pede, malu, merasa tidak bisa, dll. Pesan saya: Jangan pernah takut untuk mencoba. Kalau naskah diacc, jangan langsung euforia, karena proses yang dijalani masih panjang. Dan kalaupun ternyata ditolak, tetap semangat untuk terus belajar dan mencoba, banyak-banyaklah membaca buku untuk memperkaya ide dan cerita yang akan ditulis, kerja keras, dan pantang menyerah menghadapi segala tantangan yang menghadang, hehe,"

So, tunggu apalagi, temans?
Ayo mulai menulis sekarang juga. 
Kejar mimpimu menjadi penulis buku anak!

Terima kasih ya Watiek Ideo, sudah membuka rahasia dapurnya untuk teman-teman pembaca blog ini semoga makin sukses yaa. 

 
Sumber Foto:
www.watiekideo.com & Dedew


31 comments:

  1. Trims sdh berbagi proses kreatif Watiek Ideo Mak Dedew... Sangat inspiratif :)

    ReplyDelete
  2. wah dapat info baru tentang penulis2 kondang...thanks mbk dew ^_^

    ReplyDelete
  3. Subhanallah, Alhamdullilah sudah 100 Buku. Semoga aku bisa ketularan menelorkan buku :) Makasih mbak, makin semangat nulis

    ReplyDelete
  4. Wah....banyak banget ya karya yg telah ditelurkan oleh beliau.. benar2 penulis yang produktif... gak kebayang gimana caranya beliau mendapatkan ide2 utk semua tulisannya itu ya...

    ReplyDelete
  5. Horee...tambah satu lagi penetaahuan saya tentang penulis-penulis kalem yang ternyata melambung karyanya. Pesan akhirnya membekas banget! Thanks postingannya yaa..

    ReplyDelete
  6. Aseeekk dpet ilmu lageee
    Tfs ya mak

    ReplyDelete
  7. Makasih postingannya, teh Dedew. Bikin semangat menulis saya bangkit dari kubur :D

    ReplyDelete
  8. Aku jarang, bahkan hampir tidak pernah, membaca buku anak. Abis baca ini, jadi terarik buat melirik genre tersebut. Siapa tahu bisa jadi referensi kalo udah punya ank. xD

    ReplyDelete
  9. Haha betul mak, setelah naskah acc masih melalui proses panjang apalagi kalo belum acc yak *kemudian melirik draf naskah

    ReplyDelete
  10. Waw..referensi yg bagus. Saya jadi tahu penulis-penulis cerita anak yg berkualitas. Terima kasih Mak! :)

    ReplyDelete
  11. mba @rita: kamera penulisnya mba watiek benar-benar diaktifkan ya, kemana saja selalu mengamati hal-hal unik, disitulah dijadikan ide cerita..mari kita apgred kamera penulis kita hihihi...

    ReplyDelete
  12. @how haw: menulis cerita anak seru lho, imajinasinya nggak terbatas...ayoo jajal :)

    ReplyDelete
  13. @rahmi: betuuul...lebih baik jangan ditungguin deh, bikin naskah baru lagiii...kayak miss matchingku butuh waktu dua tahun untuk terbit..

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah, seneng banget kalau bermanfaat ya mak-mak...yuk menuliiis...

    ReplyDelete
  15. Waduh, aku ketinggalan, soalnya baru kali ini dengar namanya, ya dari postingan mb dedew ini, padahal bukunya, udah 100 ajaaa...

    ReplyDelete
  16. Wah, ini namanya penulis menulis tentang penulis ya mak, hehehe

    Btw, aku suka lihat foto mbak Watiek Ideo, yang pake baju pink, backgroudnya hijau cetar, heheh

    ReplyDelete
  17. 100 buku?? wah wah saya baru satu buku anak..sekarang mau mulainya lagi bingung :)

    ReplyDelete
  18. Intinya harus mau mencobak dan belajar ya, Mbaaak.. :D

    Tapi gitu baca anak kos dodol, kenapa aku ikut-ikutan nyeleneeeeh.. :P

    ReplyDelete
  19. @eki: kalau ke tobuk bagian buku anak, rata-rata yang dipajang di rak buku utama, buku mba watiek ideo semua eki...

    ReplyDelete
  20. produktif dan efisien ya. Hanya punya waktu pas anak sekolah dan 100 buku. *langsung ambil kaca

    ReplyDelete
  21. Subhanalloh, produktif sekali mbak Watiek Ideo ini ya..

    ReplyDelete
  22. Gilee, produktif bingits! :O

    Aku sering nih ngeliat buku-buku beliau di Gramedia. Aku pernah baca beberapa, dan memang bagus-bagus. Imajinatif. Sependek pengalamanku, imajinasi itu yg cukup susah dari menulis buku anak :D

    ReplyDelete
  23. terima kasih info lengkapnya mbak watiek mbak Dew..membantu sekali dan sangat memberikan inspirasi :)

    ReplyDelete
  24. Wah hebat bener bisa nerbitin buku cerita anak.
    Aku salut banget sama orang2 yg bisa nerbitin buku :)

    ReplyDelete
  25. @ditter: iyaaa...menulis cerita anak mudah terjebak dengan cerita yang menggurui, juga imajinasinya harus sekreatif mungkin tapi logikanya juga masuk..nah lo :P

    ReplyDelete
  26. mba @rizka: iyaa..efisien banget ya..4 tahnu 100 buku..bener-bener dah...emejing...

    ReplyDelete
  27. Wow keren, masih penasaran ni gimana mengaktifkan kamera penulis kayak gini :D

    ReplyDelete
  28. Sekali lagi two thumbs up deh, dan paling wow adalah 100 buku lebih karya Mba Ideo ini, ayoo salman semangat2 :D

    ReplyDelete
  29. saya kepingin beliin jav kisah kota kitanya mbak watik... blum kesampaian aja :D

    ReplyDelete
  30. huaaaaaaaaah senang banget tahu Mbk Watiek Ideo di sini, selama ini keponya diam2 hihihi...makaish telah menulisnya Mbk Dedew :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...