Sunday, December 21, 2014

Menularkan Virus Baca? Gampang!

Dear Temans,

Pengen cerita tentang menularkan virus baca, nih. 
Udah tahu kan manfaat membaca itu besar banget?
Membaca adalah petualangan menjelajahi alam semesta. 

Kalau dipikir-pikir, Aku bisa jadi penulis tuh karena diberi asupan bacaan anak berupa majalah dan buku di rumah oleh orangtua sejak kecil. 

Abah berlangganan majalah Bobo untuk kami waktu di Makassar. Dan kebiasaan tukang korannya, menyelipkan majalah di bawah pintu diam-diam. Jadi, surprais aja kalau lagi jalan di pintu samping eh nemu Bobo baru yang wangii! Horee! Rebutan deh aku dan adikku yang nomer dua. Ah, betapa bahagia itu sederhana ya.

si bayi Alde dengan buku kain kesayangannya


Acara jalan-jalan kami selain ke taman bermain ya tentu saja toko buku. 
Dimana kami bisa memilih buku yang kami sukai, tentu saja setelah dicek-ricek oleh Mama isi dan harganya, hihi. Dan kebiasaan itulah kutanamkan sejak dini untuk Nailah dan Alde. 

Usia Nailah setahun, hadiahnya Ensiklopedi Bocah Muslim, hihi. Jadi, cerita pengantar tidurnya sejak batita dibacakan seri Ensiklopedi terutama yang judulnya Teknologi, hihi. Semoga bisa jadi sepintar Pak Habibie yaa, aamiin :)

asyik baca buku karton aman ngga bisa disobek

Alhamdulillah, setelah membiasakan anak-anak dengan buku, anak-anak jadi suka buku. Mereka punya koleksi buku cukup banyak di rumah. Alde suka buku tentang mobil dan dinosaurus. Nailah sudah bisa membaca di usia 5 tahun, ia suka membaca buku cerita dan pengetahuan alam. Nai mulai suka menulis juga di blognya www.ceritakaknai.blogspot.com. Efek suka membaca, hehe.

bukunya sampe luber di lantai hehe

Nai dan Alde juga sudah jadi anggota perpustakaan daerah dan punya kartu perpus sendiri. Jadi, musim liburan ini ya kesempatan deh. Bolak-balik ke perpustakaan untuk pilih buku sendiri dan meminjamnya untuk dibaca di rumah. Asyik kan, nggak keluar biaya. Cukup bayar ongkos ojek saja, hehe.

Karena hobi berburu buku, rak bukunya jadi cepat penuh hihi, Masa jadi berhenti beli buku sih? Tidaaak!

Karena rak bukunya terbatas, buku yang sudah tidak dibaca lagi, kami sumbangkan ke taman bacaan atau perpustakaan yang membutuhkan. 

sekarang kak nai yang bacakan buku untuk adek

Biasanya, dapat info dari Facebook atau teman, butuh sumbangan buku bacaan. 
Mulai deh, pilah-pilah bersama anak-anak buku yang akan disumbangkan. Dimasukkan ke kardus dan dikirim ke taman bacaan.. Kadang juga diambil langsung oleh pengurusnya.Jadi nambah kenalan deh :)

kompak baca bareng tumben nggak rebutan hehe


Oh iya, virus baca ini juga berusaha kutularkan pada sekeliling kami. 
Aku terbiasa berburu buku anak di pameran atau sale toko buku. Biasanya, aku sekaligus membeli banyak buku dan menyimpannya. Jika ada teman Alde atau Nai yang ultah, tinggal mengeluarkan stok buku, hehe. Jadi nggak pusing memikirkan kado jika mendadak dapat undangan ultah. Maklum, tinggal di desa hehe. Alhamdulillah, pada suka. 

Karena keinginan menularkan virus baca ini pula, dakuw bergabung jadi Book Advisor MDS. Kami menjual buku-buku paket anak dengan cara ringan. Selain tunai, bisa dicicil dan arisan hehe. Emak-emak banget kan. Hobi kreditan, tapi bukan panci, kreditnya buku saja, hehe. Tak hanya jualan buku anak, grup kami juga punya program berbagi buku. 

program berbagi buku tim ratih wulansari Alhamdulillah

Yaitu mengumpulkan donasi dari anggota grup marketing dan teman-teman kami, lalu menyumbangkan buku-buku untuk panti asuhan, PAUD, taman baca yang butuh buku bergizi. Alhamdulillah, kami sudah menyumbangkan banyak buku ke berbagai daerah, diantaranya Panti Asuhan Nurul Huda di Makassar, Rumah Tahfiz Al Fitrah di Bekasi, Rumah Anak Jalanan di Jakarta, dan banyak lagi. Alhamdulillah, semoga anak-anak Indonesia jadi makin pinteer!

pencitraan, difoto pas rapi hihihi
Dua bulan lalu, Rumah Uplik di Sumowono Ungaran kebagian buku-buku komik sains dari Program Berbagi Buku. Kang Walji pengurus Rumah Uplik sendiri yang mengambil bukunya di rumahku. Rumah Uplik dibangun Kang Walji untuk mengajak anak-anak di dusunnya agar lebih suka baca dan berkreasi. Alhamdulillah, dua hari lalu Kang Walji menghubungiku lewat SMS. Kata beliau, anak-anak suka sekali bukunya. Semoga bisa mengirim buku lagi untuk mereka yaa. Aamiin. Ada yang minat ikutan? Boleh colek me lhooo :)

Jadi, menularkan virus baca itu mudah!

1. Bangun lingkungan yang padat buku.  Bikin perpustakaan mini di rumah. Lebih kece lagi kalau bisa dipinjamkan untuk anak-anak sekitar rumah.

2. Membelikan buku untuk anak, sebagai hadiah juga untuk berbagai event.

3. Rajin membacakan buku sebelum tidur.

4. Untuk anak yang sudah bisa membaca, suruh anak menceritakan isi buku yang selesai dibacanya.

5. Ajak ke toko buku dan perpustakaan.

6.  Tapi yang penting, kita dulu yang memberi contoh pada anak-anak. Emak bapaknya juga rajin baca buku hehe. 

Jadi, Ayo, matikan televisi, mari bacakan buku untuk anak :) 


sst nggak boleh ganggu yaa lagi sibuk baca


Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway Bingkisan Cinta Baca

13 comments:

  1. terimakasih partisipasinya mak :D

    ReplyDelete
  2. waduh...bukunya banyak sekali de...itu ngga disobek2 mba sama si kecil??

    ReplyDelete
  3. @kania; kalau masih batita, sesuaikan bukunya mak..buku kain, buku karton, kalau sudah 4 tahunan ke atas, udah bisa dikasih buku kertas biasa, diingatkan jangan disobek. kalau mau sobek-sobek dikasih kertas bekas hehe

    ReplyDelete
  4. @vitobuku: sama-sama maak, topiknya asikk :)

    ReplyDelete
  5. Kakak Nai, koleksi bukunya banyak bingiiit *mupeng*

    Thanks tipsnya ya mak :)))

    ReplyDelete
  6. " Membaca adalah petualangan menjelajahi alam semesta." -suka kaimatnya ^_^.

    Wah, senangnya punya nuansa suka baca buku dalam rumah... Semoga anak2nya kelak jadi anak cerdas & sholeh, ya... :).

    Jadi book advisornya itu keren, Mak ^^

    ReplyDelete
  7. Nice share mak... :)

    Aku juga bingung gimana caranya menumbuhkan minat baca sama anak2 kelak. Aku sendiri hobi banget baca, tapi orang tuaku enggak hobi baca.

    Waktu kecil aku diapain ya :(

    ReplyDelete
  8. Hehe...Bunda juga bingung tuh, dulu paling hebat sebutannya 'kutubuku' tapi setelah menghasilkan beberapa Antologi koq ya hobby membacanya jadi berkurang sekian persen. Kalo baca buku tuh gak pernah selesai. Membaca postingan ini jadi kudu dipaksa untuk baca, baca dan baca, biar anak cucu pada liat kalo sang nenek suka baca.

    ReplyDelete
  9. Nurun banget dari mamanya ya hobi bacanya :)
    Itu koleksi bukunya banyak banget, udah kaya perpustakaan mini lho..

    ReplyDelete
  10. Tipsnya keren mba, memberi hadiah buku ke anak dan teman2nya :)

    ReplyDelete
  11. Supeeerr kereeeennnn!

    Emang semangat gemar membaca kudu disuntikkan sejak piyik bangeeet ya Mak

    ReplyDelete
  12. tipsnya inspiratif banget buat ngajar dan nularin anak biar rajin baca buku

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...