Kenapa Hobi Membaca Bikin Kamu Seksi?


Dear Temans,

Hampiiir saja lupa mau berbagi tentang kebiasaan seksi yang bernama: membaca buku.
Sudah tahu kan kalau kami sekeluarga suka sekali membaca. Semua itu, berkat emaknya yang menularkan hobi baca sejak mereka masih dalam kandungan hihi.

book addict is new sexy
Awal Jadi Kutu Buku

Orangtua dakuw sendiri juga hobi baca buku. 
Sejak kecil, acara jalan-jalan kami adalah ke toko buku. Kami berlangganan majalah Bobo dan Donal Bebek saat SD. Ketika naik kelas, hadiahnya adalah pergi ke toko buku dan bebas memilih buku apa saja yang kami sukai. Wow, asyik! 

Ketika kami sekeluarga pindah ke Papua, toko bukunya masih jarang. Maka setiap Abah bertugas ke Jawa, maka kami selalu meminta oleh-oleh buku dan majalah. Abah membelikanku buku-buku remaja yang ngehits di ibukota. Seperti satu set buku Lupus karya Hilman. Aduh, ketahuan deh angkatannya hahaha. 

kalau ini rak buku bocah-bocahku doong kelebihan beban hihi
Keluarga kami berpindah-pindah tempat tinggal karena ikut ayah bertugas. Buku dan majalah disumbangkan ketika mau pindah. Hanya buku-buku kesayangan yang boleh dibawa. Berat ey, memilihnya, serasa melepaskan harta emas permata hihi. Kesukaan kami berbeda-beda diantara anggota keluarga. Abah hobi baca novel dan buku agama, Mama mengoleksi buku resep masakan dan craft, aku suka novel dan non fiksi pengembangan diri #remaja galau hihihi, adik kedua suka buku-buku sejarah. Dan bungsu, komik Jepang. Hahaha, perpustakaan peribadi di rumah Abahku isinya rupa-rupa warnanya.

kalau ini di meja belajar kakak
Dan...Impianku sejak kecil, adalah memiliki perpustakaan pribadi. Agak sulit diwujudkan karena kami bukan keluarga kaya. Maka, saat kuliah aku makin serius menabung dan mengumpulkan buku demi mewujudkan impianku. Sedikit lama-lama jadi bukit. Saat lulus kuliah, bukuku seabrek. Iyaa, di Jogja bertebaran toko buku diskon jadi makin seru mengoleksi dan memanjakan hobi membaca ya. 

ini rak TV hehe
Waktu kerja di Jakarta dan ngekos, selain hobi membeli buku aku jadi keranjingan meminjam buku di perpustakan Jepang yang letaknya segedung dengan kantorku di Gedung Summitmas. Setiap minggu, aku meminjam 3 buku berbagai genre dan melahapnya di kos kalau pulang kantor kelelahan dan tak ada teman hang out. Itulah masa-masa kejayaan membacaku. Sebulan bisa 20 buku hehe. Terharu nggak siiih. Hobi membaca buku benar-benar menjadi obat stres bagiku di kantor yang sibuk dan hobi lembur setiap hari. Pelepas penat sumpeknya ibukota, halah hihihi... 

kalau ini buku-buku sebelum tidur, di kamar tidur anak
Lebih seru lagi, karena sahabatku, yang sebelahan kamar di kos Jakarta juga pembaca yang akut. Ia suka novel karya penulis Indonesia. Pegawai perusahaan besar itu punya seabrek buku di kamarnya yang mungil. Aku pun sering sekali meminjam bukunya lalu kami berdiskusi tentangv buku hingga larut malam, mengobrol seru tentang buku bersama Anggi. Kami sering diteriakin penghuni lain karena berisik membicarakan buku hihihi. Berkat dia aku jadi makin rajin membaca.

kalau ini di lemari pakaian suami hehe
Setelah menikah dan punya rumah sendiri, perabot pertama yang mengisi rumah mungilku adalah rak buku kokoh terbuat dari kayu jati. Yippiee..akhirnya perpustakaan impianku terwujud!
Kini, di rumah mungil kami isinya buku dimana-mana. Dan yaaa, hobi membaca buku adalah hobi yang seksi, t's a new sexy! Kenapa? Sebab, gara-gara hobi membaca buku aku bisa:

1. Menjadi Penulis Buku

Yup, gara-gara hobi membaca yang akut ini. Sampai-sampai waktu makan pun, aku sering membaca komik hihi. Jangan ditiru ya. Aku suka segala jenis buku, mulai dari buku komedi Hilman hingga novel sastra milik Pramoedya Ananta Toer dan Umar Kayam. 

asiknya menjadi penulis buku
Entah kenapa, aku mlipir jadi penulis komedi, padahal bacaanku beragam lho. Senang saja bisa menghibur pembaca dan punya banyak teman baru di seluruh Indonesia. Menjadi penulis adalah keajaiban untukku. Nggak menyangka, aku yang kutu buku ini bisa menjadi penulis yang menelurkan 32 buku. 

hepi bukuku bisa dibaca anak-anak di Indonesia
Ya, karena hobi membaca akut, aku jadi mupeng dengan para penulis yang karyanya mejeng di majalah dan buku yang kubaca. Gilak, keren banget ya dia! Akk, karena iri mendera itulah, sejak SD aku rajin mengirimkan karyaku. Berlanjut hingga SMA dan kuliah. Pulang ngantor, aku rileks membaca buku dan mengetik cerita. Satu-persatu karyaku terbit. Dan rasanya? Bahagia!

berkunjung ke Penerbit Stiletto Book
Gara-gara membaca dan menulis buku, aku bisa berkenalan dengan banyak penerbit di Indonesia. Salah satunya aku beruntung bisa berkenalan dengan Mbak Herlina P. Dewi, CEO Penerbit Stiletto Book. Penerbit yang aku kagumi karena mereka konsisten menerbitkan buku-buku perempuan. Mottonya saja: Penerbit Buku Perempuan. Jarang kan, ada penerbit yang bisa spesifik menerbitkan apa yang mereka mau dan percaya bakal tren. Dan percaya atau tidak, mulai dari pimpinan hingga redaksinya perempuan lho. Keren!  

2. Anak-anakku jadi hobi membaca

Gegara melihat ibunya hobi membaca, dan kucekoki bacaan-bacaan sejak bayi, keduanya hobi membaca. Ya, mereka suka buku sejak bayi. Nailah sudah bisa membaca di usia 5 tahun dan kini suka membaca novel anak dan menulis cerita. Ia suka buku cerita, dongeng, komik. Sedangkan adiknya, belum bisa membaca tapi suka buku. Kesukaannya buku tentang binatang dan mobil, IPA dan komik sains. 
membaca sejak bayi hihihihi

Saat anak pertamaku masih bayi, aku nekad arisan buku online demi membelikannya satu paket buku ensiklopedi. Pilihanku tidak salah. Buku-buku ensiklopedi yang dipadu dengan agama Islam itu masih terpakai hingga kini, Nailah kelas 2 SD dan adiknya Alde, TK A. Awet banget kan? Sebandinglah dengan harganya yang jutaan rupiah, yang bikin suami meringis ketika tahu harganya hihihi. Soalnya, aku nggak bilang-bilang takut dimarahi ketika ikut arisan. Penghasilan kami kan belum stabil saat itu, aku belum fokus jadi penulis. 

membaca buku di perpustakaan daerah
Dan baru mengabarinya setelah buku lunas. Aku bayar pakai duit sendiri lhoo hihihi. Syukurlah, ia mendukung. Legaa. Dari kegiatan membacakan buku setiap malam sebelum tidur, kini mereka suka membaca buku sendiri. 

sekaran kakak yang membacakan buku buat adiknya
Alhamdulilah, nggak sia-sia emaknya ngos-ngosan arisan buku ketika mereka masih batita. Saking pengennya punya buku tapi mahal, akhirnya arisan buku deh 10 bulan. Niat banget ya!


3. Buka Online Store

Yup, gegara hobi baca buku yang akut pula, akhirnya aku menjadi pemilik toko buku online. 
Tahu sendiri kan, gimana kalapnya kutu buku kalau sedang ada pameran buku? Diskon buku dimana-mana! Paling berbahaya kalau ada ajang pameran seperti Jakarta Book Fair dan kedua saudaranya di Senaan. Letaknya tak jauh dari kosku di Benhil dan aku bisa berkali-kali kesana dan menghabiskan ratusan ribu rupiah, memborong buku! Huaaa...

dipilh dipilih bukunyaaa
Investasi, hibur Anggi. Hihi.
Tapii...ini sih kelewatan bo! Masa beli buku nyaris sejuta rupiah sekali beli?
Akhirnya, aku tertarik untuk membuka toko buku online ketika resign dari kantor dan ikut suami ke Ungaran. Karena menganggur, aku memutuskan menulis buku dan jualan buku online. 

Aku kerap kulakan buku saat pameran. Membeli buku obral dan menjualnya di Facebook. Alhamdulillah, laris ey. Jadi nggak merasa bersalah lagi karena memborong buku, malah keasikan jualan buku dan kelak menjual buku-buku karyaku sendiri. Aku bisa memuaskan hobi membaca buku dan hunting buku. Happy!

Selain kulakan buku, aku juga menjual buku-buku yang tidak kubaca lagi. Jadi, rak bukuku tetap muat dan bisa beli buku baru lagii. Aku juga mendaftar jadi marketing beberapa penerbit direct selling, menjual buku-buku anak seperti ensklopedi dan buku agama. 

Terjun jadi book advisor ini pun tak sengaja. Dari sekedar konsumen arisan paket buku berhaga jutaan rupiah, aku dibujuk seorang teman yang jadi supervisor direct selling itu untuk ikut menjadi marketing karena aku sudah tahu manfaat bukunya. Tadinya ogah, secara paling nggak bisa berjualan. Akhirnya, kupilih jualan online di sosial media.

Aku mudah menjualnya karena aku merasakan manfaatnya. Aku bahkan jadi bakul arisan buku online lhoo hihihi. Anggota arisanku sekitar 500 orang sejak dulu. Horee, Aku jadi punya penghasilan tambahan dari menjadi book advisor. Alhamdulillah, gara-gara hobi membaca aku bisa punya www.tokonabihah,com sejak tahun 2010.  Nggak nyangka dari alergi marketing jadi ketagihan! Semuanya gara-gara buku!


4. Menularkan Virus Membaca

Karena sudah tahu nikmatnya membaca, tahu manfaat membaca, aku jadi getol menularkan virus buku ini pada orang lain. Lewat pekerjaanku sebagai marketing buku atau disebut book advisor. aku menularkan virus membaca buku pada orangtua. Mengedukasi mereka.

Cara hemat membeli buku,  tukar-tukaran dengan sahabat
Jangan dilihat harganya, tapi manfaatnya untuk anak. Banyak manfaat dari membeli buku-buku bergizi. Anak tak hanya terhibur tapi juga otaknya mendapat nutrisi. Buku itu nutrisi bagi otak. Perut diberi makanan bergizi, maka otak anak pun butuh makanan bergizi berupa buku.                                                                                                            
ikutan kampanye literasi
Selain mengajak para orangtua membeli buku, aku juga suka memberikan hadiah ulang tahun kepada temannya anak-anak berupa buku-buku cerita yang menarik. Atau ketika bertemu sahabat-sahabatku, aku suka memberikan hadiah buku untuk anak mereka.

Kerap kali, orangtua merasa sayang membeli buku cerita atau dongeng untuk anaknya. Mereka lebih suka beli buku pelajaran. Menurut mereka, membaca buku cerita dan komik itu membuang waktu atau kegiatan sia-sia. Padahal, membaca cerita anak yang bermutu, tak hanya menghibur tapi anak mendapatkan nilai moral, memperhalus perasaan dan mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan. Sayang kalau anak-anak tidak banyak membaca cerita bagus. Kalaupun tidak membeli buku, mereka bisa membacanya di perpustakaan kan?

semoga semakin banyak anak Indonesia suka membaca
Hm, aku juga suka menulis berbagai tips seputar manfaat membaca di blog pribadiku www.dewirika.com dan lapak bukuku www.tokonabihah.com. Sebenarnya, menularkan virus membaca pada anak itu mudah kok. Orangtuanya dulu yang suka buku dan membuat lingkungan yang penuh buku bagi anak. Semoga bermanfaat bagi pembaca blogku aamiin.

Selain itu, tentu saja aku berusaha menularkan virus membaca lewat buku-buku yang kutulis. Semoga dengan membaca bukuku, mereka bisa terhibur dan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Aamiin...

5. Lebih Bahagia

Ya, dengan membaca buku, nggak hanya bikin pintar dan anti mati gaya kalau nggaknada kerjaan. Dengan buku,  aku menjadi jauh lebih bahagia. Jika sedang sedih, aku membaca buku yang kocak. Aku membaca novel romantis jika ingin moodku naik. Bisa menambah ilmu lewat buku-buku how to. Nggak bete menunggu seseorang atau dalam perjalanan karena selalu ada buku yang kubawa kemana-mana. Kenikmatannya tak bisa disandingkan dengan browsing di internet. Nongkrong di berbagai sosial media. 

book addict is new sexy, and happy too


Membaca buku tak tergantikan. Jika tak membaca, serasa ada yang hilang dalam keseharian.
Maka ketika tak ada stok buku yang bisa kubaca, rasanya merana. Walaupun aku tak seheroik dulu lagi membeli dan membaca buku, karena banyak kebutuhan anak-anak. buku tetap menjadi bagian dari keseharianku. Banyak cara membaca buku. Bisa dibeli, bisa pinjam perputakaan atau tukar-menukar buku dengan teman yang sehobi. Seperti aku dan beberapa sobat di komunitas menulis Semarang. Kami bertukar buku. 

sering tukaran buku dengan cewek-cewek ini hihihi
Seperti saat ini, aku sedang membaca AMBA karya Laksmi Pamuntjak. 
Rasanya nano-nano antara penasaran ingin tahu kisah Amba-Bhisma-Salwa dan tak ingin cepat-cepat menamatkan karena takut kehilangan mereka. 

Hm, kurasa beginilah perasaan para pembaca buku sepertiku. 
Kami bahagia. Kami tak pernah kesepian atau merasa sendirian. Karena ada tokoh-tokoh dalam buku yang menemani. Membagikan pengalaman dan kebijaksanaan mereka. Menghibur kita. Ya, membaca buku bagiku, sooo sexy thing! How about you?

Stiletto Book





Dewi Rieka

Seorang penulis buku, blogger dan suka berbagi ilmu menulis di Ruang Aksara

19 Comments

  1. Senang deh melihat anak2 kecil2 dah hobi membaca.. Aku juga dulu seperti itu.. Sejak kelas 1 SD dah suka baca BOBO, hehe.. Hingga kini aku mash rajin beli buku sampai gak muat lagi di lemari..

    ReplyDelete
  2. Luar biasa!

    Mbak Dewi memang sosok yang menginspirasi :)

    ReplyDelete
  3. Seiring dengan makin canggih gadget, jadi jarang baca buku cetak. Aku kemlecer liat foto2 koleksi bukunya makk :)

    ReplyDelete
  4. Kereeen, Mbak Dew.... Good luck, Mbak :-)

    ReplyDelete
  5. Semoga banget ya mba semoga semakin banyak anak indonesia yang minta membaca buku dan menjadi penulis seperti mba dewi :)

    ReplyDelete
  6. aku juga sejak kecil langganan bobo, skrn Alvin juga langganan

    ReplyDelete
  7. Hahahayyy...ada fotokuuu....ada fotoku di blog iniiii... syukuran ah :)) Pinjemin lagi maaakk buku2nya

    ReplyDelete
  8. Dulu membawa buku disetiap kesempatan itu bener2 keren, sekarang.. gadget ditangan lebih keren :D

    Itu akibatnya buku2 aku dirumah gak pernah nambah lg. Kesemaptan membaca buku udah sedikit bgt :(

    ReplyDelete
  9. Lucunya ada bayi sudah baca buku mbak :)

    Membaca ini saya jadi merasa bersalah karena tidak mengenalkan buku kepada anak lebih awal, kalau memulai sekarang belum terlambat kan mbak Dew? :(

    ReplyDelete
  10. Wow, dulu sebulan bisa sampe 20 buku? Itu yang namanya "melalap" buku :D
    Moga menang yaa :)

    ReplyDelete
  11. pantes banget jadi penulis, la wong kutu buku...keren dikau mbak dew...

    ReplyDelete
  12. Keren banget ini aaaaak aaaaak aaaaaaak aku sekarang sebulan nggak sampai dua buku kayaknya duuuh aduuub

    ReplyDelete
  13. Aku pengen seperti kamyuuuu..mbak dedewww...#sungkem suhu

    ReplyDelete
  14. Keren Mak Dew...
    aku pun pengen juga tuh punya perpust pribadi. impian sejak dulu kala yg sampai skrg blm terwujud :D

    ReplyDelete
  15. Aku naksir rak bukunya baguuus, koleksi bukunya banyaaaaaaaaak

    ReplyDelete
  16. Makasih mbak udah banyak berbagi pengalaman membaca buku..
    Saya jadi ingin kembali lagi ke dunia asalku, dunia membaca, yang sudah beberapa lama aku tinggalkan. Memang sih nggak bener2 aku tinggal, tapi sangat minim sekali waktu yang aku luangkan untuk membaca buku setiap harinya. Beda dengan saat awal kuliah dulu yang aku sangat bergairah membaca buku, lebih menantang lagi ketika aku menargetkan waktu tertentu untuk menyelesaikan membaca buku. Sangat militan lah istilahnya. hehe..
    Tapi setelah berbagai kegiatan lain aku jadi nggak sempat baca buku atau perhatianku pada buku teralihkan. Aku ingin kembali jadi kutu buku, aku nggak akan ninggalin dunia membacaku lagi mulai detik ini, karena di sanalah kebahagiaan sejatiku. Terima kasih atas inspirasinya mbak.. salam kenal :)

    ReplyDelete
Previous Post Next Post