Deg-Degan Bertemu Chiki Fawzi, Animator Upin-Ipin :)

Dear Temans,

Happy Monday, semoga sehat semuanya yaa!
Alhamdulillah, Oktober tiba. Semoga menjadi the brightest October untuk kita semua, aamiin.
Kali ini, dakuw ingin memperkenalkan seorang gadis cantik, ramah dan berbakat untuk Rubrik Kenal Lebih Dekat di blog Dedew.

Kenal Lebih Dekat Chiki Fawzi
Oww, oww, siapa dia?
Nama lengkapnya Marsha Chikita Fawzi, akrab dipanggil Chiki atau Kiki. 
Ia adalah putri kedua pasangan seleb dan politikus Ikang Fawzi dan Marissa Haque. 
Juga keponakan presenter cantik Shahnaz Haque. 

Gimana ceritanya sih dakuw bisa mencegat Chiki di Ungaran?
Ya,  berawal dari Kelas Inspirasi Semarang 2 tanggal 14 September dan Chiki mengajar di SD Sumur Rejo 01 Gunung Pati Semarang. 

Awalnya dakuw bilang ingin mewawancarai Chiki via e-mail, kagum deh sepak terjang animator berbakat itu. Pucuk dicinta ulam tiba, ketika ia dicolek mau nggak wawancara untuk blogku, eh Chiki mau! Gyaaa!

icip icip tahu baxo dan mendoan
Walhasil, sehabis Chiki capek ngajar di kelas Inspirasi, dia langsung dibonceng motor oleh Taro untuk kopdaran di Ungaran. Siang bolong, bo! Hanya berbekal ransel unyu dan peralatan tempurnya mengajar, alat peraga. Aakkk...kami pun janjian di Tahu Baxo Ibu Pudji. 

Sumpah, deg-degan deh mau ketemu cewek kelahiran 28 Januari 1989 ini. 
Duh, mau tanya apa saja yaa? Secara, aku reporter abal-abal, hahaha. Aku membekali diri dengan membaca profill Chiki yang bertebaran di internet. 

Tak lama kemudian, Chiki tiba bersama Taro, sobatku.
Aakk, persis seperti yang kubayangkan. Perempuan muda, cantik dan ramah menyalami dakuw. Penampilannya unik nyentrik ala seniwati. Di pergelangan tangannya melingkar jam tangan berbentuk tokoh Upin-Ipin. Gemesin jamnya hehe. 

Kami pun mengajaknya masuk ke restoran Ibu Pudji. 
Kami memesan tahu baxo dan tempe mendoan juga jus buah untuk siang yang terik. 

berbincang asyik dengan Chiki Fawzi
Chiki adalah seorang animator berbakat lulusan Multimedia University Malaysia. Ia bekerja menjadi animator di PH Malaysia Las Kopac, yang menggarap Upin-Ipin. Setelah tujuh tahun tinggal di Malaysia, ia memutuskan pulang ke Indonesia untuk berkarir dan ikut membangun dunia animasi Indonesia. Padahal, ia sudah mapan berkarir di Malaysia ya temans.

"Aku sayang Indonesia. Jadi pulang deh, Indonesia bisa maju kalau yang dibangun adalah orang-orangnya. Revolusi mental,"

Setelah memutuskan pulang ke Indonesia, Chiki nggak mau kerja untuk orang lain, ia memutuskan mendirikan perusahaan startup-nya sendiri. Ia lalu mendirikan perusahaan animasi PT. Monso Kreatif Indonesia bersama para sahabatnya dan kini berjalan selama tiga tahun. Jujur, Kondisi dunia animasi di Tanah Air berbeda dengan di luar negeri. Ia sempat terkaget-kaget.

Awalnya, ia mendapat info tentang program Indonesia Mengajar, program yang diluncurkan Pak Anis Baswedan dimana relawan akan diterjunkan ke desa terpencil untuk mengajar selama setahun. Ia tertarik tapi masih berpikir meninggalkan karir yang ia bangun baru setahun di Indonesia.

Lalu ada teman yang mengenalkannya dengan Kelas Insiprasi (KI) Jakarta.
Ia pun terjun menjadi inspirator alias relawan karena ingin tahu rasanya. Ternyata, ia mendapatkan banyak pengalaman baru, memandang suatu hal dari perpektif lain. Chiki juga mencoba jadi fasilitator alias panitia di KI Jakarta 2. Sejak itu, ia berubah. Ia tenggelam dalam KI.

Ia jatuh cinta pada kepolosan anak-anak SD. Ya, tidak mudah menjadi fasilitator. Teman-teman seperjuangan yang mundur dari kepanitiaan, sudah tidak mengherankan. Begadang mengerjakan pamflet, moster alias motivational poster dan selebaran untuk digunakan di Kelas Inspirasi sudah biasa ia lakukan.
 
Chiki tampil menyanyi di televisi (Foto: Google)
Orang-orang banyak terheran-heran. Apa sih yang ia cari? 
Toh, pekerjaan ini sama sekali tidak dibayar, malah menghabiskan banyak waktu, tenaga dan uang.

"I learn in hard way. Gimanapun babak-belurnya, tetap ingin ikut Kelas Inspirasi karena ingin bermanfaat bagi orang lain." katanya serius.

Menurut Chiki, Kelas Inspirasi itu memperluas pergaulan. Disana, ia bertemu dengan banyak orang baik, orang yang tulus ingin berbuat sesuatu untuk negeri walaupun hanya satu langkah kecil.

"Kelas Inspirasi itu nambah jaringan silaturahim lewat circle pertemanan yang baru, beda dari yang biasa kita temui sehari-hari. Kalau bukan karena KI, bagaimana mungkin saya bertemu ibu dokter dari Bandung, atau Lestari di Semarang? Pekerjaan dan lingkaran pertemanan kita berbeda sama sekali. Tapi, Kelas Inspirasi mempertemukan kita. Aku bersyukur,"

Keranjingan Kelas Inspirasi, itulah Chiki. 
Setelah KI pertamanya di Jakarta, ia terus berkeliling ikut kelas Inspirasi di berbagai daerah. Hanya berbekal ransel dan naik kendaraan umum, ia menjadi relawan berbagai daerah. Total ia telah mengikuti sembilan Kelas Inspirasi, baik sebagai fasilitator (panitia) atau relawan pengajar. 

Chiki mengaku mendapat banyak pengalaman baru selama di KI.
Mendapat banyak peluang. Ketemu orang baik.
Satu hal menarik, Sebelumnya, ia menjadi relawan di Kelas Inspirasi Jakarta dan mendapat penempatan di sebuah SD di Tanjung Priok, daerah pelabuhan dimana anak-anaknya terbiasa bicara blak-blakan dan kasar. Lalu bertemu anak-anak SD yang pembawaannya berbeda 180 derajat di Semarang.

"Aku culture shock tadi. Di Jakarta ketemu anak-anak SD yang berantem dan gebuk-gebukan hingga berdarah, bahkan gurunya pun main tangan. Eh, di Semarang, anak-anak SD nya kalem dan lembut-lembut. Ngomongnya malu-malu pakai Bahasa Jawa," ia tertawa.

mejeng bersama Chiki & Anak Kos Dodol Horor
Di kelas Inspirasi Semarang, Chiki membawa berbagai alat peraga untuk memperkenalkan profesinya sebagai animator. Chiki memutar film animasi. Agar bisa jadi animator, yang penting suka dan bisa menggambar. Dan juga punya imajinasi tanpa batas. Ia memperlihatkan tongkat ajaib kepada anak-anak.

"Aku mengajak anak-anak memejamkan mata, berbaring dan berkhayal tentang apa saja. Nah, aku suruh mereka menggambarkan imajinasi mereka secara berkelompok."

Kecanduan KI, inilah yang dirasakan Chiki. Ia tenggelam dalam KI karena ia melakukannya dengan hati.
Ia merasa pekerjaan utamanya sebagai animator agak terbengkalai hehe. Keteteran membagi waktu. Saking asyiknya ia blusukan menjelajah. Kecintaannya pada Indonesia lah yang mendorongnya menjadi relawan.

Menurutnya, pendidikan Indonesia dapat berubah jika dilakukan revolusi mental. Salah satu caranya adalah memperkenalkan berbagai profesi pada anak sekolah, menyemangati mereka agar bersemangat meraih impian dan cita-cita. Ya, tidak ada yang tidak mungkin, bukan. Boi si anak buruh tambang dari Belitong, bisa sekolah di luar negeri dalam Laskar Pelangi.

"Ya, kalau pernah tinggal di negeri orang. Nasionalisme kita cenderung meningkat. Ini saya rasakan, saya ingin berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara ini, walau pun hanya langkah kecil,"

Chiki Fawzi love to sing (Foto:Citacinta.co.id)
Ya, ia mungkin tidak bisa mengubah sistem pendidikan atau hal-hal besar, tapi dengan berbagi tentang pekerjaannya dengan anak-anak SD, Chiki berharap anak-anak lebih terinspirasi, bersemangat mencapai cita-cita mereka. Ia merasa pendidikan dapat membantu anak-anak untuk maju. Ini komitmen seorang gadis muda yang ingin ikut membangun bangsa lewat Kelas Inspirasi.

"KI itu mengaktivasi relawan, biar mau berbuat sesuatu untuk dunia pendidikan. Bisa kenal relawan lain, stakeholder pendidikan seperti guru dan sekolah, mendengarkan mereka,"

Apa rencana Chiki selanjutnya?
Ia ingin fokus kembali di dunia animasi, mengerjakan proyek-proyeknya. Ia ingin belajar tentang manajemen creative business. Mendirikan perusahaan animasi ternyata tak hanya butuh kemampuan membuat animasi tapi juga kemampuan manajemen. Ia ingin belajar lagi.

Chiki juga ingin menyelesaikan album musiknya yang didukung oleh Wardah, produk kecantikan. Ya, Chiki selain jago bikin animasi dan melukis mural ini ternyata juga bersuara emas lho, temans. Chiki juga sibuk diundang ke berbagai acara di berbagai daerah. Misalnya di acara Hijab Festival di Yogya September lalu. Wah, jaga kesehatan ya Chiki wara-wiri terus.

Chiki bersyukur orangtuanya mendukung kesukaannya blusukan menjadi relawan ini. Ayahnya sering khawatir ia bakal sakit kalau begadang mengurusi KI tapi beliau tetap mendukung putrinya. Ayah Chiki sempat lari-lari bersama Chiki mengejar pesawat pas ia akan berangkat menjadi relawan di daerah. Wow, keren ya!

Terima kasih waktunya ya Chiki, semoga Chiki menemukan jodoh positifnya di Kelas Inspirasi dan bisa menginspirasi anak-anak Indonesia lebih banyak lagi, aamiin. 














Dewi Rieka

Seorang penulis buku, blogger dan suka berbagi ilmu menulis di Ruang Aksara

30 Comments

  1. keren lah kalau bisa bikin animasi itu! Makanya selama ini selalu kagum sam animator yang suka bikin film anime itu :D secara suka banget nonton film anime dari dulu sampe sekarang~

    ReplyDelete
  2. chiki tetep rendah hati ya...salut ama nih cewek..walau anaknya artis tp dia nggak pake nama ortunya...

    ReplyDelete
  3. Chiki Fawzi ini yang ilustrator bukan Mba? kayaknya memang jiwa seninya udah melekat banget ya sama Chiki ini :D

    ReplyDelete
  4. wah keren banget ya mbak Chiki, semoga sukses terus dan bisa memajukan animasi di Indonesia :)

    ReplyDelete
  5. kereeeen.. cantik plus rendah hati

    ReplyDelete
  6. Wow... elegan sekali mbak, saya cukup senang dgn pulangnya Chiki, mana tahu nnti lahir "Upin Ipin" versi Indonesia 😀

    ReplyDelete
  7. Wah keren bisa bertemu mbak chiki, aku juga udah follow tuh ig nya.

    ReplyDelete
  8. Masya Alloh salut ma Chiki, meski selebritis membumi banget yah mau naik motor panas-panasan. Setuju banget nih sama Chiki yang bilang utk membuat perusahaaan animasi ngga hanya butuh keahlian membuat animasi tapi juga kemampuan manajemen. Itu yang kurasain saat mau mengembangkan macem2 IP bersama bojo. Keren Makdewww

    ReplyDelete
  9. Barakallahu fik mb kelas inspirasinya. Sy baru denger *kudet baget*

    ReplyDelete
  10. Wohooo naik posting jugah nih :)

    Kesan pertama ketemu sih humble banget. Terkaget-kaget dah :)

    Tingkiyuuu makdeeewwww. Ini yang doa terakhir diamini kenceng dah ya :D

    ReplyDelete
  11. Aih, keren ya Chiki. Demi passion dan nasionalis dia rela meluangkan waktu dan tenaga :)

    ReplyDelete
  12. Cantik dan manis deh orangnya, salam kenal dari saya dong mba dew hihihi

    ReplyDelete
  13. Cantik, pintar dan Insya Allah soleha.. Calon istri idaman banget nih

    ReplyDelete
  14. waaahh... beruntung banget mbak, bisa ketemu chiki fawzi! Aku ngefans sama dia hehehe.. Sampe dulu pernah punya cita-cita jadi animator juga XDDD

    ReplyDelete
  15. Aku suka lihat Chiki. Apalagi waktu lukis mural. Aku follow instagramnya. :D

    ReplyDelete
  16. Cantik, humble, cinta tanah air pulak, moga terwujud mimpinya :)

    ReplyDelete
  17. dulu prnh baca artikel ttg keluarga ikang fawzy, dan ada foto mereka semua.. anak2nya trmasuk chiki masih kecil, tp udh kliatan cantik dan lucu2 :)...

    ReplyDelete
  18. hihihi colek di twitter ajaa chiki nya...

    ReplyDelete
  19. Wahhh keren ya mba chiki...muda, cantik dan berprestasi :)

    ReplyDelete
  20. wah, saya malah baru tahu dari postingan ini kalau chiki termasuk animatornya upin ipin. Keren euyy...

    ReplyDelete
  21. mba dedew keren...chiki juga keren...

    ReplyDelete
  22. Wah asik ya ketemu Chiki, jadi kepengen ngobrol langsung sama dia. Umurnya beda 3 tahun sama saya :D

    ReplyDelete
  23. mirip mamanya yaah *jadi gohsip* :D

    ReplyDelete
  24. Ini anak nya marissa haque itu yaaaa #Cantik
    Dan aku kapan bisa foto bareng ama emaknya anak kost hahaha

    ReplyDelete
  25. Humble banget orangnya ya, nggak kebanyakan ribet padahal masih muda, metropolis dan anak artis terkenal.

    ReplyDelete
  26. Chiki kereeeen... Sosok yang penuh inspirasi jugaaa yaaaa

    ReplyDelete
  27. Keren banget, suka deh denan semangat Chiki

    ReplyDelete
Previous Post Next Post