Halo Kawan,
Pekan lalu, saya mengikuti bedah buku Food and Life Balance, Balancing Ala Nabi karya Dr. dr Agus Rahmadi di acara Semesta Buku di Semarang.
Menurut dokter Agus, penyakit bisa berasal dari makanan, dan hidup sehat juga bisa berasal dari makanan. Makanya, pak dokter lalu tergerak untuk menulis buku ini agar menginspirasi pembaca untuk memulai hidup sehat.
Saat ini ada banyak jenis diet, ada diet fast intermitten, diet vegan, diet OCD dan diet keto. Ternyata, ada juga diet syari lho yaitu diet ala nabi. Diet ini mengikuti pola makan Rasulullah yang serba cukup serta sehat dan alami.
Isi buku ini membahas kaitan antara tuntunan pola makan dan gaya hidup Rasulullah SAW (halaalan thayyiban) dengan pendekatan medis modern yang dijalankan oleh dokter Agus untuk para pasiennya
- Konsep dasar kesehatan dari rumah dan diet syar'i.
- Lebih dari 50 resep dan panduan pola hidup sehat untuk berbagai kondisi medis (seperti asam lambung, diabetes, kolesterol, asam urat, hipertensi, hingga gangguan tidur dan kesuburan).
- Korelasi antara ibadah (seperti salat malam tahajud) dan puasa sebagai detoksifikasi alami tubuh dengan kesehatan fisik dan mental.
Isi bukunya menghadirkan pola makan yang tepat untuk berbagai jenis penyakit berdasarkan praktik yang dijalankan pak dokter untuk pasien-pasiennya. Lengkap banget lho pembahasannya dan mudah diikuti.
Menurut dokter, Rasulullah tidak makan dalam jumlah berlebihan. Ia juga makan makanan alami seperti kurma, madu, dan kacang-kacangan. Ia juga mengonsumsi daging secukupnya.
Ya, diabetes terkadang bersifat genetik tetapi jumlahnya sedikit. Kebanyakan terkena karena pola makannya yang salah
Bagi penderita diabetes, hentikan konsumsi makanan dan minuman manis. P ola makan bisa diatur, hingga insulin dan obat kimia pun bisa diturunkan.
Pak dokter menyarankan beberapa hal untuk penderita diabetes:
1. Banyak mengingat Allah juga memperbaiki ibadah dengan beribadah rutin seperti salat tahajud dan mengaji 2 juz sehari.
2. Kurangi stres. Ini hanya dunia, tempatnya senda gurau belaka, tersenyumlah!
3. Senyum 20x selama 20 detik tiap hari supaya rasa hormat endorfin meningkat.
4. Hentikan mengonsumsi yang manis-manis, pakai stevia.
5. Untuk nasi cukup tiga sendok makan, dengan sayuran sepanci. Kalau sudah makan nasi, jangan makan roti, singkong atau Ubi karena semuanya karbohidrat.
6. Perbanyak makan pare, wortel, toge.
7. Minum rebusan daun salam.
8. Tiap hari olahraga jalan kaki di bawah sinar matahari selama 30 menit hingga berkeringat.
9. Puasa Nabi Daud atau perbanyak puasa Senin-kamis.
Sedangkan untuk penderita hipe rtensi:
1. Kurangi garam.
2. Makan yang mengandung kalium seperti pisang, kurma.
3. Makan timun untuk menurunkan tensi.
Mengapa harus puas? Karena saat kita berpuasa tubuh mengalami proses perbaikan sel dan juga membersihkan tubuh atau detoks. Puasa yang baik harus menahan lapar dan haus, jika hanya lapar nanti shock glikemik yang menyebabkan gula darah turun secara tiba-tiba.
Kita juga sebaiknya tidak tidur larut malam atau begadang karena hormon melatonin yang memperbaiki sel tubuh bekerja pada pukul 8 malam sampai pukul 1 dini hari jadi kita harus tidur, kalau tidak metabolisme kacau. Jangan lupa matikan lampu.
Kita ingat saja kehidupan dunia itu fana, hanya bermain saja maka kita takkan berat urusan dunia..
Itulah pentingnya menghadirkan Allah dalam hati kita. merasa Allah hadir dalam setiap langkah di dalam kehidupan kita maka semua masalah lebih terasa ringan. Semua ada hikmahnya.
Allah kasih sakit, karena itu kita jadi mengatur pola hidup, juga menghapuskan dosanya. Ingat doa Nabi Ayub.
Batin dengan bidang fisik maka Pak dokter berusaha mengubah pola pikir pasien agar lebih tenang menghadapi sakitnya.


