Berdoalah Pada Allah, Ia Sayang Sekali Pada Kita

Halo Kawan,

Pekan lalu (19/09) aku mengikuti kajian Ustaz Zaenal Muttaqin dari Teras PPA secara daring melalui Zoom. Topik kajiannya tentang keajaiban doa. Karena topiknya menarik, aku bagikan di blog ini semoga bermanfaat untuk kalian ya. 

Menurut Ustaz Zaenal, keberhasilan doa itu bukan dilihat dari terkabulnya doa atau tidak tetapi apakah saat berdoa kita sudah terhubung dengan Allah? 

Berdoalah Pada Allah, Ia Sayang Sekali Pada Kita

Kalau tergesa-gesa dalam berdoa, kita bakal kurang terhubung dengan Allah dan bisa jadi doa yang kita panjatkan tidak dikabulkan oleh Allah. Ingat, doa itu bukan sekadar permintaan hamba pada Allah, Tapi, doa itu adalah upaya menyambung rasa seorang hamba terhadap Rabbnya, penciptanya. 

Ketika kamu tergerak untuk berdoa pada Allah, ketika Allah menggerakkan dirimu lewat sebuah doa, maka itu berarti Allah ingin memberikan karunia-Nya padamu. Masya Allah. 

Ustaz Zaenal berkata, "Aku takut bukan doaku terkabul atau tidak. aku takut Allah tak menggerakkan aku untuk berdoa,"

DEG. 

Rasanya, sungguh tertohok. Aku sering merasa malas berdoa pada Allah. Merasa putus asa karena doa yang kupanjatkan tak kunjung Allah ijabah. Duh, betapa sombongnya aku? Astaghfirullah. 

Doa bukan hanya permintaan dari seorang hamba kepada Rabb-nya. Doa bisa menjadikan hati kita bersih, doa bisa menyebabkan sikap lemah lembut. 

Bagaimana cara berdoa pada Allah? 

1. Doa itu menyadari bahwa Allah itu dekat. Yakinlah, setiap kita berdoa bahwa Allah amat sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita. Karenanya, koneksikan kedekatan itu. Koneksikan hatimu pada Allah. Berusahalah terhubung. 

2. Bisikkan doa dalam lirih. Kita yakin Allah Maha mendengar doa dan zikir kita. Ia Maha dekat, tak perlu teriak-teriak saat berdoa. Kita tunjukkan adab dan pengagungan pada Allah. 

Pada pejabat, presiden dan raja saja kita pasti berbicara dengan sopan dan hormat, apa lagi saat berdoa pada-Nya. Ternyata, berdoa pada Allah dengan lirih menunjukkan kekhusyukan. Kita bisa lebih menghayati, dan lebih meresapi apa yang kita katakan. Berdoa dengan lirih lebih menandakan keikhlasan. 

3. Doa itu tidak hanya untuk orang-orang saleh. Ya, banyak dosanya pun boleh berdoa pada Allah. Jangan merasa tak pantas berdoa pada Allah. Berdoalah pada Allah, minta ampun dan minta pertolongan-Nya. Allah Maha Mendengar. 

4. Doa itu masalah rasa. Doa biasanya lebih banyak dilantunkan ketika kita berada di titik terendah. Saat banyak dosa, saat terpuruk, saat terjepit. Tak ada lagi yang bisa menolong kita kecuali Allah. Maka dekatkanlah dirimu pada Allah dan berdoalah yang khusyuk dan sepenuh hati. 

5. Orang kalau dikasih belum tentu disayang, tapi kalau disayang pasti dikasih. Nggak dikasih pun bisa juga karena disayang. 

Artinya, tak usah terlalu pusing kalau doa kita akan dikabulkan atau tidak. Apakah cepat dikabulkan atau lambat. Allah Maha Tahu apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Yang penting kita terus saja berdoa, tak bosan-bosan meminta pada-Nya. Insya Allah, kita dikuatkan oleh doa kita pada Allah.

Yang penting, Allah makin cinta pada kita. Nanti kita bisa berdoa pada-Nya, "Ya Allah, nggak apa-apa, doanya lama Kau kabulkan asalkan Kau makin sayang padaku, "

Yuk, nikmati doa kita, berdoa penuh lirih. Allah dekat dengan kita, doa-doa kita mendekatkan kita pada Allah. Doa mengubah hati dan pandangan kita terhadap suatu masalah.

Ketika hati berubah, maka perilaku dan cara bertindak kita juga berubah lebih baik. Kita berdoa, berusaha, percaya sepenuhnya pada Dia. Mukmin takkan pernah sendirian karena ada Allah.,Ingat, Allah, sayang sekali pada kita.


Dewi Rieka

Seorang penulis buku, blogger dan suka berbagi ilmu menulis di Ruang Aksara

Post a Comment

Previous Post Next Post