Webinar Kartini Modern Melek Finansial Bersama Female Digest

Halo Sahabatku,

Hari Selasa lalu tepat di Hari Kartini, saya berkesempatan mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Female Digest bertajuk Literasi Tinggi, Risiko Rendah: Kartini Modern Melek Finansial. Acara ini diisi oleh dua narasumber mumpuni dan dimoderatori oleh Mbak Ruth Ninajanty dari Female Digest. Serunya lagi, acara ini dipandu oleh Tropicana Slim, Nutrifood, Wardah Beauty dan Paragon, Corp

Webinar Kartini Modern Melek Finansial Bersama Female Digest

Pembicara pertama adalah Mbak Dedek Gunawan, Perencana Keuangan dan pendiri PBP yang kini tinggal di luar negeri. Ia membahas tentang perempuan melek finansial. Ia memaparkan materinya dengan mengalir dan santai, katanya, biaya hidup perempuan lebih tinggi, kebutuhan sehari-harinya lebih banyak dibandingkan lelaki.

Belum lagi, ada yang namanya Pink Tax di mana harga barang kebutuhan perempuan lebih mahal. Contohnya, pisau cukur. Pisau cukur perempuan lebih mahal harganya dibandingkan pisau cukur untuk pria karena warnanya, kemasannya, juga manfaatnya yang katanya bisa melembabkan kulit.

Perempuan berada di posisi rentan, sahabat. Kenapa?

Kenyataannya, dalam perekonomian ini biaya hidup naik, gaji naik tapi inflasi naik jauh lebih tinggi daripada gaji. Kenaikan gaji kita tak bisa mengejar pertumbuhan inflasi. Duh, nombok dong!

Karir perempuan pada umumnya sering on off jadi penghasilan kita naik turun dan tidak menuntu. On off bisa karena menikah, hamil dan menyusui serta mengurus anak-anak di rumah. Jadi, mungkin perempuan bisa berhenti bekerja lalu merawat anak dan kembali bekerja pada usia 30an misalnya. Kita harus bersaing dengan karyawan freshgraduate yang ilmunya lebih update dan lebih energik.

Belum lagi, tingkat harapan hidup perempuan lebih tinggi. Jadi, sebisa mungkin jangan melulu bergantung pada pasangan. Perempuan harus berdikari.

Tapi, jika perempuan tidak melek keuangan, apa yang terjadi? Gonjang-ganjing, Sahabat!

Kesalahan Umum Yang Sering Dilakukan Perempuan :

1. Takut angka.

2. Sekarang tidak punya uang jadi nanti saja kalau banyak uang baru belajar mengelola keuangan. Padahal, gaji naik gaya hidup pun ikut naik.

3. Tidak punya perencanaan keuangan keluarga.

4. Menabung sudah cukup.

Perempuan sebagai manajer keuangan, garda terdepan keuangan keluarga harus melek finansial, harus melek keuangan karena kita memiliki tahapan keuangan dalam kehidupan. Tidak bisa sepanjang usia hayat kita bekerja terus bagai quda.

Webinar Kartini Modern Melek Finansial Bersama Female Digest

Pada fase pensiun, kita ingin menikmati masa istirahat kita dengan tenang dong. Karena itulah, kita harus punya perencanaan keuangan. Tujuan keuangan apa? Bagaimana dan kapan?

Tujuan keuangan setiap keluarga berbeda-beda. Ada yang berencana pergi ibadah haji, ada yang ingin membangun rumah atau menguliahkan anak-anak. Tentu saja, harus ada perencanaan pensiun untuk setiap keluarga ya.

Apa tujuan keuangannya? Misalnya saja nih, sekarang kamu punya dua anak usia balita yang tentu saja kamu ingin mereka bisa kuliah di perguruan tinggi idaman.

Apa yang harus kita lakukan sejak dini? Yup, merencanakan biaya pendidikan anak dengan mulai berinvestasi dari sekarang mumpung ada waktu 12-15 tahun lagi tuh sebelum anak-anak masuk kuliah. Jangan baru grabak-grubuk memikirkan uang kuliah ketika anak lolos UTBK, Bestie!

Ingat, tujuan investasi setiap keluarga berbeda. Sesuaikan dengan profil risiko keluarga kalian. Jadi, tak bisa disamakan ya. Dan sebelum mulai merencanakan keuangan keluarga, kita harus memiliki dana darurat dan asuransi untuk mengamankannya. Sudah siap, belum?

Jadi, perempuan bukan hanya pembeli dan konsumen belaka. Tapi, kita adalah pengelola keuangan keluarga, menteri keuangan keluarga yang mempengaruhi kestabilan keluarga kita di masa depan. Kata Mbak Dedek, Kamulah Penggerak Hidupmu. Pilih Keras Anda!

Jadi, sekali lagi seperti kata Chrisy No Na dengan nada manja sudah siap belum?

Webinar Kartini Modern Melek Finansial Bersama Female Digest

Acara yang berlangsung gayeng ini dilanjutkan dengan pembicara kedua yaitu Mbak Diana Anggraini, dosen LSPR. Mbak Diana memaparkan materi menarik yaitu Perempuan, Uang, dan Dunia Digital. Langsung deh para peserta melek!

Pernah merasa uang cepat habis, tanpa tahu ke mana perginya?

Perasaan kita: sepertinya tidak membeli barang mahal.

Kenyataannya: Sebenarnya yang terjadi bukanlah soal jumlah tapi kebiasaan kecil yang tidak kita sadari. Para perempuan lebih rentan terhadap paparan budaya konsumtif. Siapa yang terlibat dengan Siklus Impulsif? Mbak Diana menunjukkan infografis yang membuat peserta tertohok.

Webinar Kartini Modern Melek Finansial Bersama Female Digest

Notifikasi, bunyi tring memancing perhatian.

Scroll Santai, lihat barang lucu atau menarik.

Ilusi Diskon, muncul pikiran sayang kalau dilewatkan.

Checkout Cepat, beli tanpa pikir panjang.

Tanpa sadar, siklus ini berulang setiap hari dan kita ditimbuni barang-barang lucu dan unik yang belum tentu kita butuhkan, Bestie! Ternyata, menurut Mbak Diana bukan kita yang lemah tapi layar ini memang dirancang untuk memanipulasi. Aduh

Ya, kami tidak hanya menggunakan aplikasi tapi kami memang sedang diarahkan untuk berbelanja. Sering terjadi, kita baru saja scroll dan like tas lucu, tak lama bermunculan deh itu konten tas-tas lucu yang membuat kita tiba-tiba ngiler, kepengen! Padahal, beberapa menit lalu, boro-boro mikirin rasanya lucu!

Bahkan, kadang-kadang sedang berpikir tentang buku baru yang kita inginkan. Eh, tiba-tiba itu buku nongol di timeline kita. Jreng, mereka sudah bisa membaca pikiran juga kah? Ha ha ha.

Ya, kita sedang diarahkan. Kita bukan hanya pengguna, tapi kita adalah target operasi pasar, Bestie !

Ketika kita berpikir cuma mau melihat-lihat barang lucu di Live Tiktok, algoritma realita: akan berhenti 5 detik di produk tertentu.

Webinar Kartini Modern Melek Finansial Bersama Female Digest

Ketika kita berpikir kita memegang kendali penuh, kenyataannya algoritma medsos akan mengirimkan notifikasi diskon sekarang juga untuk memicu pembelian impulsif. Jeng!

Ya, ketika kita berpikir aplikasi ini gratis dan menguntungkan saya. Kenyataannya, perhatian dan data merekalah produk utama yang kami jual.

Merinding, nggak sih?

Hal ini menjadi bola salju yang tidak disadari para perempuan di internet. Uang kita habis tanpa kontrol yang jelas kita hanya membeli-beli barang yang tak kita perlukan di internet. Terjebak pusaran belanja konsumtif. Perempuan rentan menjadi korban penipuan digital. Stres akut karena keuangan keluarga tidak stabil.

Bukan karena kita tidak mampu, tapi karena tidak terkontrol.

Kabar baik, Kita memegang kunci kendal. Kita tidak harus menjadi ahli keuangan. Tidak perlu proses ribet dan memusingkan. Perubahan kecil yang kita lakukan akan berdampak besar.

Tiga Tombol Kendali Literasi Digital:

1. Tahan 24 jam sebelum membeli .

Ya, hindari kebiasaan impulsif membeli barang. Tenangkan diri, masukkan barang yang diinginkan ke keranjang. Lalu, tunggu keesokan harinya, jika kamu masih terbayang-bayang dan menginginkan barang itu, bisa mempertimbangkan untuk mengakuinya. Tapi jika kamu lupa atau tidak menggebu-gebu seperti hari sebelumnya berarti barang itu tidak penting dan kamu tidak membutuhkan barang itu. Hanya lapar mata, hehe. 


Webinar Kartini Modern Melek Finansial Bersama Female Digest

2. Sistem Pisah Rekening

Ya, sebaiknya kita memiliki beberapa rekening bank yang berbeda agar uangmu tidak tumpah ke tempat yang salah. Buatlah rekening khusus untuk berbelanja kebutuhan harian, rekening tabungan, juga rekening untuk dana darurat jika diperlukan.

Jangan dicampur-aduk ya penggunaan rekeningnya. Pisahkan. Jangan sampai rekening untuk bisnis atau tabungan, kamu pakai untuk berbelanja online. Duh, bisa boncos, Bestie! Bisa-bisa, hematmu habis kesedot untuk membeli vocer makanan dan minuman di Tiktok. Ambyar! Rekening khusus tabungan dan bisnis tak boleh diutak-atik kecuali jika dibutuhkan.

3. Kunci Tautan Mencurigakan

Lebih hati-hati dengan link atau tautan yang mencurigakan di email atau ponselmu. Sekarang sedang marak pencurian uang melalui link file undangan pernikahan. Ingatkan pasangan, orang tua, dan anakmu untuk tidak mengklik tautan yang mencurigakan dari nomor tak dikenal. Waspadai juga hadiah atau promo yang tidak masuk akal karena itu bisa saja penipuan ya.

Webinar Kartini Modern Melek Finansial Bersama Female Digest


Selalu verifikasi dan cek sumber aslinya. Misalnya nih, ada teman dengan nomor baru tiba-tiba chat pinjam uang. Lebih baik kamu cari tahu dulu ke teman yang lainnya apakah dia ganti nomor? Begitu juga kalau lihat barang lucu di Instagram. Cek dulu ini beneran toko asli? Lebih aman belanja di marketplace saja. Jangan asal transfer.

Jadi, peran perempuan di dunia digital tidak lagi hanya konsumen atau pengguna saja. kita adalah pelindung keluarga. Kita adalah penjaga keuangan dan masa depan. Mari jadi perempuan yang lebih sadar, bijak, dan berdaya di dunia digital. Jangan ingat kembali dirimu, Sahabat

Dewi Rieka

Seorang penulis buku, blogger dan suka berbagi ilmu menulis di Ruang Aksara

21 Comments

  1. Pink tax itu bener juga yahhh, bahkan baju-baju perempuan aja lebih mahal daripada baju cowok. Padahal, gaji perempuan juga pada beberapa sektor masih lebih rendah daripada laki-laki. Unfair income ini bahkan dinormalisasi aja di banyak perusahaan. So saaadd, soalnya kalau perempuan jadi single parent, dia yang kelimpahan tanggung jawab lebih besar daripada ex pasangannya.

    Dengan melek keuangan, perempuan masa kini jadi lebih bisa secure minimal untuk diri sendiri, dan selebihnya untuk keluarga.

    ReplyDelete
  2. Wha perkara literasi keuangan mah nggak cuma buat perempuan aja mbak. Kita kaum cowok pun sangat membutuhkan ilmu mendasar seputar literasi keuangan ini. Sebab, memang sebegitu pentingnya di era sekarang.
    Masa dimana kebutuhan terus meningkat, biaya makin tinggi, sementara gaji segini-gini aja.
    Di kondisi seperti ini, hidup frugal bisa jadi salah satu solusi. Cumaaaa.. bener banget, emang kadang kita tuh suka impulsif dalam segala sesuatunya. Sedikit banyaknya ya karena efek gadget yang kita bawa kemana-mana ini.
    makanya saya mah makin kesini makin ngurangin mbak!

    Pisau belati dioles dan diusap
    ujungnya bengkok terkena samsak tinju
    Niat hati ingin buka chat wasap
    Tau-tau kok malah checkout baju

    ReplyDelete
  3. Eh.. iya benar juga ya, Mbake. Kadang kita pakai aplikasi karena merasa gratis. Padahal tanpa sadar kuota kita yang kesedot. Terus ini godaan belanja memang kuat sekali. awalnya isneg scrool, eh ga taunya tergodal lalu masuk keranjang,. Padahal belum tentu barangnya kita butuhkan hehehe. Jadi keren ini tipsnya, tahan dulu 24 jam sebelum membeli. Jadi ada waktu berpikir, apa benar-benar barang yang kita beli itu memang kkta butuhkan.

    ReplyDelete
  4. Mungkin Krn dulu aku kerja di bank, banyak berhubungan Ama temen2 di dept investasi , jadi mindset pun udah mengarah kesana. Pokoknya begitu dpt income, sisihin dulu buat investasi. Baru sisanya utk keperluan lain. Jangan dibalik. Yg ada investasi ga kekumpul 😄.

    Dan anak2 aku ajarin begtu sejak mereka SD kls 2. Aku bukain rekening emas , so, tiap uang jajan atau THR yg mereka dpt, itu sebagian hrs masuk rek emas nya dulu. Sisanya baru boleh utk jajan. Kenapa emas, ya Krn cendrung naik. Drpd mereka nabung rupiah

    ReplyDelete
  5. Memang melek finansial itu penting banget ya buat perempuan. Sebenernya laki-laki juga harus sih. Karena kalau misal suami istri nggak satu visi misi masalah keuangan rumit juga. Karena nggak semua keluarga, uang dikelola penuh oleh istri hehehehe...

    Misal istri mau investasi, tapi suami gak bolehin karena nggak ngerti, pusing juga. Yang ada malah ribut. Jadi sebaiknya belajar bersama-sama.

    Di era digital ini menahan diri dari hidup konsumtif memang nggak mudah ya. Tapi wajib berjuang demi masa depan 😁

    ReplyDelete
  6. Aku setuju untuk bisa menahan bisa membeli barang secara implusif apalagi in this economy, harga beberapa kebutuhan pokok merangkak naik. Melek finansial itu wajib bagi perempuan. Apalagi di zaman serba canggih seperti sekarang, gampang banget sebenernya mencari referensi terkait finansial ya mbak (maria tanjung sari)

    ReplyDelete
  7. Melek finansial ini udah kudu deh ya dilakukan oleh kita sebagai perempuan, karena punya peran besar di dalam rumah dan juga untuk dirinya sendiri. Minimal kalau mau belanja bisa mikir dulu sebelum bayar hehe

    ReplyDelete
  8. Tema finansial emang selalu menarik Mb, khususnya bagi kita para wanita, harus paham dan harus ngerti nggak sih. Setuju sama Mbak Dedek Gunawan kalau biaya hidup perempuan itu lebih tinggi.

    Istilah takut angka ini, dulu aku banget Mbak. Jadi dulu aku merasa belajar pengelolaan keuangan tuh nanti aja kalau sudah punya uang dan benar aku hidup tanpa perencanaan keuangan.

    In this era emang skill perencanaan keuangan itu sangat diperlukan apalagi aku sebagai menteri keuangan keluarga sekarang.

    Duh setuju banget lagi sama Mbak Diana Anggraini sebenarnya bukan soal jumlah tapi kebiasaan kecil yang tidak kita sadari. langsung nancep deh :(

    ReplyDelete
  9. iyh sih pengeluaran perempuan emang kadang over budget ya alhamdulilah yaa hehe, namun jaman sekrng sudah jadi keahliann yang harus dimiliki , skil manajemen keuangan keluarga harus matang ya sambil belajar pun okelah ya
    kemudian ktika kita sudah memahami itu akan sendirinya bahwa kita harus manajemen keuangan keluarga dengan bijaksana
    kemudian next aksinya ke manajemen prioritas keuangan dlm keluarga ,, mana yg mestti di dahulukan mana yng harus di skip ssmentara

    ReplyDelete
  10. Waaah istri harus baca ini tuh. Komplit bgt ngomongin soal keuangan, khususnya hal2 yg berbau perempuan. Ga nyangka jg barang2 yg terkait cewek emg harganya mahal yak. Sampe pisau cukur aja bs lbh mahal dr cowok. Mgkn krn produsennya blm bnyk. Jd terkesan eksklusif jg. Ntr kalo pemain udh bnyk msk, harga bakalan turun tuh. Tp tetap saja, printilan utk perempuan itu banyak. Suami, yg nafkahin istri, hrs siap2 kerja lbh banyak. Demi istri kita senang kalo bnyk duit dan beli perlengkapan utk mempercantik tubuh serta isi otak.

    Tp jgn keseringan scroll medsos yg ada keranjang kuningnya ya. Ntr ebanking/ewallet jebol tuh gara2 sering checkout. Wkwkw

    ReplyDelete
  11. Asli keren banget ini sih kelasnya. Di lakukan pas momentum kartinian pula, salut banget aku sama tim Female Digest.

    Narasumber hingga moderator nya pun nggak kaleng-kaleng.

    Aku sudah mulai sih kalau mau beli barang itu tunggu 24 jam dulu dan ternyata emang seampuh itu buat aku pribadi. Intinya sih era sekarang perempuan mesti mandiri, cerdas digital, melek finansial, lebih teliti dan hati-hati juga.

    ReplyDelete
  12. memang melek keuangan penting banget, apalagi sekarang jamannya sudah online, digital dan sat set. Perlu penguasaan diri yang luar biasa biar ngga terjebak
    Tips menahan diri 24 jam sebelum checkout sangat aplikatif untuk mengerem sifat impulsif. Sebagai perempuan yang sering jadi "menteri keuangan" keluarga, edukasi seperti ini penting agar kita tidak sekadar menabung, tapi benar-benar punya strategi menghadapi inflasi.

    ReplyDelete
  13. Padahal isi materi webinarnya cukup berat soal finansial, tapi penyampaiannya ringan banget. Aku juga suka poin perempuan perlu melek finansial sejak dini dan lebih bijak ngadepin godaan belanja di dunia digital. Insightful banget tulisannya, entah kenapa jadi reminder buat aku untuk lebih bijak lagi ngatur uang, huhuu.

    ReplyDelete
  14. Yaa jadi perempuan itu harus ointer melek finansial karena jendral lapangan di rumah itu ya perempuan termasuk masalah keuangan. Kalau ibu atau istri tak pandai menyimpan dan mengelola uang alamat habis tak tau rimbanya. Dan ini sangat tidak baik.

    ReplyDelete
  15. Sekarang memang godaan belanja itu luar biasa besar yaa. Kalau orang tua kita dulu masih bisa nabung mungkin karena belanjanya juga susah klau sekarang tinggal buka hape bisa belanja makanya boros

    ReplyDelete
  16. Sistem pisah rekening ini sangat membantu
    Aku sendiri merasakan manfaatnya
    Kalau jadi satu semua, sepertinya gak ada tabungan apa apa
    Namun semua disyukuri karena masih bisa bertahan saat ini

    ReplyDelete
  17. Wah, tulisan ini keren banget dan memang sesuai dengan realita sehari-hari, terutama soal “jebakan halus” dunia digital yang sering bikin kita belanja tanpa sadar. Bagian tentang pink tax dan siklus impulsif itu benar-benar relate, kadang kita merasa tidak membeli banyak, tapi ternyata kebiasaan kecil yang berulang justru yang paling berdampak.
    Saya bsepakat bahwaliterasi finansial bukan soal besar kecilnya penghasilan, tapi soal kesadaran dan kebiasaan. Perempuan memang punya peran besar sebagai “menteri keuangan keluarga”, jadi penting banget untuk mulai dari langkah kecil tapi konsisten. Terima kasih sudah berbagi tulisan yang keren ini.

    ReplyDelete
  18. Kalau buat kebutuhan pokok, misal kyk beras2, migor2, sabun2an dll, pas lihat diskon, pas ada duitnya aku biasanya beli aja, karena kapan lagi dapat harga segitu. Tapi kalau buat barang2 tersier, aku malah nggak hanya mengendapkan 24 jam, aku endapkan 2 minggu bahkan sebulan hehe, sambil menimbang2 apakah aku perlu. Nanti kalau dah lewat 2 minggu masih kepikiran aku beli, dengan catatan emang ada duitnya haha :P
    Perempuan emang sebaiknya melek finansial, karena biasanya suka dijadikan bendahara di keluarga yaa.
    Apalagi kalau punya penghasilan sendiri, kudu bener2 diatur manajemen keuangannya supaya duitnya tuh nggak menguap begitu aja.
    Acara2 kek gini bagus banget ya mbak buat memberikan inspirasi mengenai menata keuangan dengan lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  19. Uhuhuhu.. iyaa laggii.. ka Dew..
    Aku ngerasa sering "Buat apa siih.. uang bulan ini? Asa cuma beliii tass ((misalnya))"

    Tapi nyatanya marketing zaman sekarang ini keren banget..
    Bisa menarik minat pembeli dengan daya tarik flash sale dan kawan-kawan.
    Pastinya jadi FOMO dan selalu ngedenger kata hati berbisik "Lebih baik menyesal membeli daripada menyesal tidak membeli.."

    Ini jelek banget siih..
    Aku jadinya sekarang jarang banget nonton live.. huhuhu.. suka mendadak co beberapa barang di luar nalar.

    ReplyDelete
  20. Perempuan zaman sekarang memang gak bisa tanpa ilmu. Apalagi ilmu literasi keuangan, melek finansial itu penting di tengah maraknya serbuan berbagai platform marketplace yang menawarkan barang² dengan harga miring. Begitu pun dengan sistem pembayaran yang semakin banyak jenisnya terus gampang² lagi tinggal buka hp beres deh transaksi.
    Jadi pemting banget perempuan melek digital

    ReplyDelete
  21. artikel yang bermanfaat, terimakasih sudah berbagi :D

    ReplyDelete
Previous Post Next Post