Wednesday, July 29, 2015

Ngopi Cantik di Kafe Kopi Gunung Kelir, UMKM Center Semarang

Dear Temans,


Kedai kopi sekarang menjamur di Kota Semarang.
Kalau main ke Semarang atas, bisa mampir ke Kafe Kopi Gunung Kelir, Banyumanik. 
Yup, Semarang dibagi dua. Istilah penduduknya, saja sih. Semarang atas dan Semarang bawah. Semarang coret untuk aku yang tinggal di Ungaran, wkwkw. Yang tinggal di kabupatennya.
kafe kopi gunung kelir di pelataran UMKM
Namanya Kafe kopi Gunung Kelir
Sebuah kafe kopi nan imut dan sederhana ini letaknya di teras Gedung UMKM Semarang. 
Beralamat di Jalan Setiabudi, Banyumanik. Persis bersebelahan dengan Pizza Hut Setiabudi
Kopi Gunung Kelir sendiri adalah kopi andalan dari daerah Jambu, Kabupaten Semarang. 
Gunung Kelir menjadi sentra perkebunan Kopi.
Kopi dari Gunung Kelir ini sering lho jadi jawara di lomba kopi. Dan mulai terkenal juga, menyeruak diantara kepopuleran kopi Aceh atau kopi Toraja. Tapi, kopi disini ternyata nggak hanya kopi dari Jambu, ada juga kopi hasil produksi perkebunan Gunung Sindoro-Sumbing.

baristanya sedang sibuk meracik kopiku
Nah, nggak perlu jauh-jauh ke Gunung Kelir untuk menikmati kopinya.
Kita bisa menikmatinya di Gedung UMKM  Center, yang baru diresmikan Desember 2014 lalu oleh Pak Ganteng Gandjar Pranowo. 

gedung umkm center semarang yang unik

Selain kafe ini, ada butik batik, kios kerajinan kayu, beberapa kafe dan toko oleh-oleh seperti Tahu Baxo Bu Puji dan lainnya. Saat dakuw mampir bersama Nai, kafenya baru buka lapak hehe.
Ya iyalah, masih jam 8 pagi je. Haha emak rempong pagi-pagi udah ngelayap. 

Gara-gara, salah hari les. Kirain hari itu jadwal les nulis Nai di rumah Norma Keisya, owner DNA. Ternyata, salah hari! Jadwal lesnya besok! Daripada pulang dengan tangan hampa, lebih baik kami menjelajah Gedung UMKM untuk cari bahan blog dan ngopi cantik, hehe.

daftar menu dengan harga terjangkau
Yup, kafe ini berada di pelataran UMKM. 
Open air, jadi asyik untuk nongkrong sore bersama sahabat. 
Apalagi, wifi gedung UMKM cukup kencang. Pas untuk yang ingin ngopi-ngopi sambil buka email atau sosmed.

Dengan cekatan, pramusaji menyiapkan kedainya utuk menyambut pelanggan. 
Dia beberes dan menyiapkan peralatan kafenya. Tempat meracik kopi Gunung Kelir hanya sebuah stan kecil.

Haha, kami memang pelanggan yang kepagian. 
Kami duduk di kursi-kursi yang nyaman di teras. Ada yang terbuat dari akar kayu, nyeni banget. Karya perajin UMKM Jateng lho. Aku bergegas menyambungkan wifi untuk mengunduh game, hihi pesanan Alde. 

cappuccino seharga 14 ribu
Sang pramusaji mendekati kami dan menawarkan daftar menu. 
Hm, Menu di kedai kopi ini ada dua jenis kopi yaitu kopi robusta dan arabika. 
Berbagai jenis kopi ditawarkan antara lain kopi tubruk, espresso, longblack, americano cappuccino, hingga kopi latte. Sayangnya, Tidak menjual kopi luwak yang harganya happening bingits itu *kayak mampu beli ajah hihihi.

Berhubung saya nggak ngerti kopi, saya memesan cappuccino dan kopi tubruk. 
Yes, Harganya pun tidak semahal kafe-kafe franchise di mal. Segelas kopi tubruk arabika harganya Rp.7.000. Wah, beneran nih bisa jadi tempat hang out baru bareng geng irits haha. 

kopi tubruk arabika seharga 7000

Selain kopi, ada minuman seperti hot choco dan choco mint juga orange squash dan makanan ringan. 
Menu banana choco cheese seharga Rp.14.000. mendoan Rp.5000 hingga french fries dan onion ring yang seharga Rp.7000-Rp.8000 seporsi. 

Di gerainya, berjejer toples berisi biji kopi. 
Dan masing-masing tertera jenis kopinya yaitu arabika dan robusta. 
Kita bisa menonton sang barista meracik kopinya dengan asik. Jadi teringat Ben di Filosofi Kopi. 
Hehe.

Benar-benar nyaman lho nongkrong di UMKM ini. karena berada di teras, kita bisa menikmati sejuknya udara dan padatnya lalu-lintas Banyumanik. Sayangnya, belum banyak yang tahu tempat ini. Dan masih relatif sepi.

deretan toples biji kopi
Ketika barista datang, mengantarkan pesanan, aku pun menghirup kopi ala-ala film Filosofi Kopi. 
Dihirup dulu dalam-dalam baru dicicipi hehe. Kopi tubruknya, langsung bikin kepala tuiiing. Rasanya mantap.  Pahit plus asem, walau sudah dicampur gula dua sachet hihi.

Jauh deh rasa kopi sachet yang biasa saya minum. Wkwkw. Pulang dari situ, aku agak keliyengan setelah rakus meminum dua gelas kopi. Langsung deh diledekin Mas Don Suke, di grup WA. 

"Kamu biasanya minum kopi banci sih wi, kaget dikasih kopi asli hehe."
Plak!

Cappuccinonya juga meninggalkan rasa pahit di lidah setelah manisnya berlalu.  Seperti dirimu, halah...
Terasa banget kopinya (ya iyalah masa rasa jus jeruk hihi). Nah yang mau nongkrong disini, Boleh WA dakuw kalau mau ditemani ngopi tapi traktir yaa, hihi...


14 comments:

  1. bicara kedai kopi teringat akan kopi...udah lama nggak minum kopi gegara hamil :)

    ReplyDelete
  2. aku milih teh aja deh mbak hehehe

    ReplyDelete
  3. Aku kalo minum kopi beneran juga langsung keliyengan mbak hehe...mungkin cukup minuman beraroma kopi aja kali ya hehehe.....tapi nongkrong di kafe emang asik ya apalagi kalo cemilannya juga banyak macemnya hehe

    ReplyDelete
  4. di kota saya juga, kedai kopi sudah mulai happening mba...

    ReplyDelete
  5. Hikksss nggak hobi minum kopi mbak dew. Tapi pengen nyobain juga gimana rasanya kopi asli. Mesti pahit ya?
    Tak tunggu fotonya ya mbak.
    Oya mau dong mbak kalau ada liputan tentang tahu bakso mau dong dicolek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tar yaa balik ungaran ta bikinin yang cerita tahu baxo say...

      Delete
  6. Jadi harus ke semarang dulu dong ya mak xixixii

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkw tadinya ini untuk artikel ezy mak, kudu ada kata-kata kalau berlibur ke semarang :D

      Delete
  7. Pernah minum kopi asli, tapi pahit2 asem gitu (ga pake gula)..tapi nggak kapok lah minum kpoi. Apalagi aku penikmat kopi...tapi kopi banci....hihihi :))

    ReplyDelete
  8. Habis minum kopi itu sekarang sdh juga jadi gaya hidup penting sih Mbak, makanya kedai2 kopi bertumbuhan bak cendawan di musim hujan. Bagus juga sih petani kopi jadi lancar rejeki :)

    ReplyDelete
  9. capucinonya memang bikin pengen nyobain, kalau ke semarang pasti bakalan nyobain kalau ada waktu hihihi

    ReplyDelete
  10. nama nya unik "Gunung Kelir" macam klenik2 jawa gitu hahaha

    ReplyDelete
  11. saya ingin mencoba kafe gunung kelir ini, namun sampai sekarang berhenti sebatas wacana saja :-D

    ReplyDelete
  12. Waaah pemkabnya perhatian sekali ya sama umkm

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...