Thursday, April 30, 2015

Kharisma Jati, Komikus Indonesia Paling Kontroversial?


Dear Temans,

Haii, Rubrik Kenal Lebih Dekat kembali lagii... 
Kali ini dakuw mau cerita tentang Kharisma Jati, hehe. Bukan Kharisma Jati, toko furniture antik asli Jepara lho yaa.

Kharisma Jati, Komikus Kontroversial dari Yogya
Kharisma Jati

Jati yang ini adalah my partner in crime dalam membuat komik Anak Kos Dodol Dikomikin hingga berseri-seri panjangnya hehe. Komikus asal Yogya ini telah menggambar komik AKD dari tahun 2008. Sejak ia masih bujang unyu, hehe. 

Membuat AKD Dikomikin adalah ide cemerlang Mas Khun, pemimpin redaksi Gradien saat itu. 
Anak Kos Dodol bakal keren kalau dikomikin menurut beliau. Maka ia pun menghubungi Jati, yang juga berasal dari Yogya. Alhamdulillah, Jati bersedia. And the journey is begin..

Dakuw sempat diceritain Julia yang menemani Jati survei ke The Real Puri Cantika.
Ya, Julia dan bojonya diajak Jati untuk masuk Puri Cantika sebagai bahan untuk menggambar suasana kos agar bisa persis seperti yang dakuw tulis di Anak Kos Dodol. Kesempatan lain, ia mengajak sang pacar, Heni untuk menyamar sebagai anak yang mau ngekos di PC, Jati membuat sketsa berbagai sudut kos. 

Kharisma Jati, Komikus Kontroversial dari Yogya
Komik 17+ Karya Jati

"Pak Say tetap galak," kata Heni, hehe. 

Yup, keseriusan Jati berkarya inilah yang mengantarkan lelaki kelahiran 04 November 1986 ini jadi komikus andal saat ini. Jati, menyukai komik sejak SD. Ia suka meniru ilustrasi komik-komik Jepang yang dibacanya.

Kesempatan datang saat pamannya memberi pekerjaan menggambar ilustrasi cerita rakyat Makassar, Jati kecil belajar banyak tentang penulisan cerita dan ilustrasi dari sana. Menurut Jati, zaman sekarang sudah bisa disebut komikus kalau seseorang punya satu karya baik online maupun cetak dan memiliki pembaca. 

Kharisma Jati, Komikus Kontroversial dari Yogya
K.Jati Studio Ikut Mangafest di Yogya

Waktu ia mulai berkarya, industri komik lokal belum besar seperti sekarang. 
Ia mengirim proposal ke penerbit, ikut lomba, dan berbagai cara untuk bisa eksis. Dulu, selain menjadi komikus, Jati mencari nafkah dengan menjadi ilustrator dan animator. Kini, ia bisa mandiri hanya dengan menggambar komik saja. Wow.

 Selain Anak Kos Dodol Dikomikin, Jati punya banyak karya ngehits dan banyak pembacanya, lho diantaranya God You Must Be Joking, Dead Terrorism (2006), 17+ (Cendana Art Media, 2014). Ia cukup produktif menelurkan karyanya. Jadi penasaran, gimana sih jam kerja seorang komikus? Apakah seperti yang kita bayangkan, ngalong terus-menerus ditemani kopi di dalam kamar kerja berantakan? Hihi. 

Ternyata, Jati punya jadwal kerja yang sama dengan  orang kebanyakan yaitu 08.00-16.00 untuk berkutat di K.Jati Studio. Selain itu, ia melakukan kegiatan rutin seperti orang normal yaitu makan, tidur, main dengan anak *ya iyalah memangnya komikus ndak normal? Hihi. 

Dengan catatan, Jam kerja konvensional itu bisa berubah total kalau mendekati deadline hehe. Toss, Jati! Dan soal kamar kerja berantakan, itu sih memang fakta haha. Intip deh gambar studio Jati di komik AKD. Ada kok!


Kharisma Jati, Komikus Kontroversial dari Yogya
Anak Kos Dodol Dikomikin foto; Om Nduut

Menurut lelaki satu anak ini, Pekerjaan komikus bisa dilihat dari produktifitasnya setiap bulan. Jati bisa menggambar 1 chapter atau sekitar 30 halaman setiap bulannya. Dan ia membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk membuat buku seperti Anak Kos Dodol Dikomikin. 

Ia menggambar dengan menggunakan komputer dan menggambar manual tapi kebanyakan ya manual. Tak heran, flash disk adalah salah satu senjatanya untuk bekerja. Untuk menyimpan hasil karyanya selain di hardisk komputer.

Jadi, untuk pembaca komik AKD, jadi tahu kan kenapa terbitnya suka lama? Hihihi, kerjaannya bikin gempor pisan!

Hm, komikus itu penyendiri nggak sih? 
Ternyata, nggak sodara-sodara! Pekerjaan komikus itu malah pekerjaan tim alias berhubung dengan banyak orang lho.

"Pekerjaan publikasi selalu berurusan dengan aspek editorial, maka komikus tidak pernah bekerja sendiri. Adalah seorang editor yang harus menengahi kepentingan komikus dan penerbit demi memenuhi kebutuhan pembaca dan perkembangan pasar. Bisa juga kolaborasi dengan penulis, atau merekrut asisten, atau menggunakan jasa ilustrator komik. Tapi seorang komikus harus tahu betul teknis pembuatan naskah, sinopsis, desain karakter, draft komik (storyboard), penintaan & pewarnaan, hingga layout. Untuk komik indie, komikus juga mesti tahu teknis percetakan, marketing, dan distribusi," katanya.

Hosh, hosh..panjang benar jawabanmu, Jatiiii!

Kharisma Jati, Komikus Kontroversial dari Yogya
cuplikan AKD Komik yang cetar

Riset bagi seorang komikus adalah keniscayaan. Selalu ada riset khusus untuk setiap proyek yang ia kerjakan tapi sebaiknya komikus punya stok bahan dan referensi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan proyek.

Kharisma Jati, Komikus Kontroversial dari Yogya
Anak Kos Dodol Komik yang detil settingnya

"Bagi saya, ilmu pengetahuan & pengalaman hidup adalah investasi yang paling berharga," katanya bijak.

Apakah komikus itu bekerja berdasarkan deadline, mengerjakan karya sendiri atau berdasarkan orderan? Seperti penulis, komikus juga memiliki deadline tapi tidak selalu. Hampir setiap komikus memulai karyanya dengan karakteristik indie dulu. Bila sudah dikenal, bisa dikomersialkan.

Menurut Jati, menggambar komik tidak melulu mencari nafkah, tetapi sebagai bentuk berkesenian. Menggambar komik adalah bentuk komunikasi Jati kepada khalayak.

Yang aku suka dari gambar jati adalah real banget, nyata pisan. Settingnya juga detail.
Coba deh baca Anak Kos Dodol Dikomikin. Situasi Puri Cantika ya begitu itu.
Walau sempat beberapa kali ada pembaca yang protes karena tulisan atau gambar di kaus makhluk Puri Cantika yang provokatif. Atau baju tokohnya dianggap too sexy.

Iyaaa...Kadang Jati iseng gitu. Gambar yang aneh-aneh ><"
Bikin dakuw terkaget-kaget, hehe. Jati bebas berekspresi dengan komik AKD. Kami biasanya memilih cerita yang akan digambar. Cuma dakuw selalu pesan, kalau bisa gambarnya jangan seksi karena yang baca AKD komik terkadang anak SD walaupun segmen pembacanya memang remako aka remaja kolot. Uhuk.

Beberapa karyanya juga ada yang mengandung pro-kontra.
Kadang terlalu gamblang mengungkapkan sesuatu. Blak-blakan.

Apakah Jati sering diprotes pembaca karena karya yang nyeleneh?

"Diprotes juga sering, tapi itu wajar dalam industri kreatif. Dan semua kembali pada wacana yang kita usung,"
 
Gimana komikus yang berhasil itu? 

"Masing-masing komikus pasti punya suka dukanya sendiri. Tapi secara umum, ketika komikus bisa hidup dari komik dan berkarya sebebas-bebasnya, dia udah bisa dibilang berhasil."

Saran Jati untuk komikus newbie?

"Terus belajar dan berkarya, jangan malu untuk pamer dan berkomunitas. Senior bisa mengarahkan potensi-potensi baru supaya tidak tersandung batu yang sama, sekaligus jadi batu loncatan. Dan jalan baru yang dibuka oleh setiap regenerasi komik, itu sungguh-sungguh petualangan..." 

Terima kasih sharingnya Jati, sangat menyemangati calon komikus untuk berkarya. Semoga jati makin sukses yaa, aamin! Ingin kontak Jati? Hubungi FB Jati di https://www.facebook.com/kjati



Sumber Foto: FB Syafhenny Asruni
 & Om Nduut



40 comments:

  1. Wah jadi tahu kehidupan komikus Indonesia Mbak Dewi, ternyata jam kerjanya normal ya. Hehehe. Gambar komiknya bagus. Ntar nyari ah. Ihik. Penasaran sayah.

    ReplyDelete
  2. Keren ya, Naufal tuh harus belajar banyak buanget dari kak Jati. Dia pengen sekolah komikus, tapi sayangnya di Semarang kagak ada.

    ReplyDelete
  3. wah keren komiknya, apakah udah ada di gramedia??

    ReplyDelete
  4. Selalu kagum dengan orang-orang yang bisa menggambar dengan rapi seperti itu.. saya jadi ngebayangin pemandangan lantai 2 dari kostan saya..Ahh..nostalgia..

    ReplyDelete
  5. Suamiku suka gambar-gambar juga,kadang komik, sketsa, kaligrafi...sak senenge sih...hehe

    ReplyDelete
  6. selalu kagum dengan komikis, soalny sewaktu mencoba untuk gambar-gambar ternyata lumayan ribet

    ReplyDelete
  7. wah mantap nih anak kos dodol di komikin

    ReplyDelete
  8. waaah... hebat dijadikan komik, sukses ya...

    ReplyDelete
  9. ternyata ada editornya juga ya, mak. kalo komik indonesia meski sedikit komikusnya tapi udah banyak yang direkrut project luar negeri, sempet baca infonya di majalah re:on

    ReplyDelete
  10. Masih nunggu AKD Horor dikomikin :D

    ReplyDelete
  11. Wah gax kalah keren gambar manganya sama manga jepang

    ReplyDelete
  12. wkwkwkwkw...jadi lebih tau kehidupan mereka ya..ada enaknya ada nggaknya..sama seperti aku yg kadang mengeluh dengan melihat hidup orang :)

    ReplyDelete
  13. @dani: iyaa, abis berkeluarga jati jadi lebih teratur jadwal kerjanya dan, daripada dicuekin istri hehe

    ReplyDelete
  14. @mba wati: iyaa, gambarnya keren ya mba, wah naufal ngefans juga to mba, ayo magang di studio jati kalau liburan hihi *kita sekalian intip cara kerja jati modus..

    ReplyDelete
  15. @mba ika: wah suamimu kreatif yo mba...aku pengen bisa nggambar...

    ReplyDelete
  16. @kiky: iyaa. kayak jati nih sibuk bingit banyak jobnya dia, udah seleb hehe...

    ReplyDelete
  17. @dwi: iyaaa kebun tetangga lebih subur hihihi...

    ReplyDelete
  18. Gambatnya keren2 yah. Kebayang tangan gempor gambar komik seperti itu :)

    ReplyDelete
  19. Ngantor di studio sendiri. Huuu enaknyaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. enak bingiit hihihihi *manas2in adit

      Delete
  20. Oo, ini toh partnernya mba Rieka...detail banget ya gambar komiknya :)

    ReplyDelete
  21. Ada beberapa komik yang ngga bisa sebagus cerita novelnya. Tapi kalo gambar Jati emang bagus, bojoku juga bilang gitu

    ReplyDelete
  22. membuat komik pasti sangat sulit, apalagi nyari ide ceritanya dan menggambar tentunya..
    tapi waktu kerja normal seperti biasa ya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, menyesuaikan waktunya dengan keluarga, biar ngga perang dunia hehe

      Delete
  23. Gambar 1 satu halaman aja susahnya minta ampun nah itu novel dibikin komik berapa halaman yah?? Wah yang bikin orang hebat tuh ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, makanya butuh waktu cukup lama utk bisa menikmati satu komiknya :)

      Delete
  24. bagus nih komiknya, selalu kagum dengan komikis

    ReplyDelete
  25. Kagum pada saat cuplikan akd yang cukup detil, bahkan detil banget menurut saya. Semangat terus buat komikus Indonesia, kharisma jati. Saya aja belum tentu bisa kayak gitu.

    ReplyDelete
  26. udah ada komiknya ya mbak sekarang

    ReplyDelete
  27. Dunia komik mengingat saya pada saat masih kecil dan remaja yang selalu berburu dan menacari komik

    ReplyDelete
  28. Orang2 sukses punya kesamaan, gimanapun nylenehnya, yaitu berdedikasi & disiplin thd pekerjaannya, spt Jati ini. Makanya aku.... heheheee... zzzz....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, passionnya tinggi ya mba lusi, cinta dan full, makanya bisa keren...

      Delete
  29. aduuuh..kebayang komiknya lucuuu dan seru. Jati memang komikus handal yaa..karnaya banyaak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa sekarang makin ngehits dia mba indah, ngga sempat lagi gambarin akd hihihi

      Delete
  30. kok aku kayak gak asing sama nama dan fotonya ya
    tapi diinget-inget tetep aja gak inget *hahaha

    ReplyDelete
  31. waa! ternyata jadi komikus itu asyik banget ya! :D

    ReplyDelete
  32. mbak dew, komik akd cuma sampai vol 4 kah ?????

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...