Thursday, November 7, 2013

Pengalaman Pertama Jadi Backpacker

Dear Temans,  Ternyata sebulan nggak menyambangi rumah ini *bersin-bersin kebanyakan debu.Ya, bulan Oktober salah satu bulan yang emejing nih di 2013. Alhamdulillah, Dedew dapat ijin backpackeran sama yayang, hehe. My me me time with Muslimah Backpacker, yippiee...pengalaman pertama jadi backpacker


pengalaman pertama jadi backpacker




This is my first travelling with MB and sangat berkesan!
Alhamdulillah, berkunjung ke tempat yang luar biasa indah, berkenalan dengan sahabat-sahabat baru dari berbagai kota yang lucu dan baiik, mendapat segudang ilmu dan pengalaman baru. Insya Allah segerobak ide biar balik modaal kikikik.

Sebenarnya, dakuw masih kategori backpacker abal-abal. Hihi..rasanya tepar banget perjalanan naik kereta api subuh Semarang-Surabaya bersama Taro, Ninik dan Ikha, lanjut main di Sidoarjo ketemu Mbak Dian Kristiani dan Mbak Tati Ujani. Malamnya, naik pesawat ke Lombok, fiuhh!

Ya, lumayanlah buat permulaan.

Begitu sampai Wisma Nusantara pukul 22.30 WIT, rasanya mau pingsaan! Sempat mikir, duh..enak di rumah yaa hihi *emak rumahan pisan..




Keesokan paginya, belum ilang capek bodi perjalanan kemarin eh berangkat deh menuju Taman Nasinal Rinjani. Dikawal Duta, founder Lombok Backpacker yang rame. Hihi, deg-degan deh..pengalaman pertama jadi backpacker

Wah, ternyata kami menggunakan ELF, bukan angkot atau apa sih nama kendaraan umum mereka yang serupa pick up bertutup. ELF nyaman dikemudikan pak haji. Duh, berasa sosialita lagi piknik, haha.

Berjam-jam kok tidak sampai ya? Jalanan makin sempit, berkelok-kelok, melewati hutan yang dihuni kera-kera kecil, kadang seperti tak kuat menanjak. Brr..tegang! *parnoan..

Tak lama, kami sampai di Sembalun. Subhanallah, pemandangannya bikin seger mata sepetku yang tadinya mengantuk! Kami sempat mampir untuk berfoto-foto di tebingnya. Ada desa kecil di kaki gunung. Asri sekali. Di Sembalun terdapat pula desa adat dengan rumah-rumah adat berbentuk panggung beratapkan rumbia. Tadinya, kami akan mampir di kebun stroberi, salah satu hasil pertanian andalan mereka. Tapi, demi menghemat waktu kami meneruskan perjalanan.

Dikelilingi gunung

beautifully sembalun
desa wisata

desa sembalun sumbung


Perjalanan dilanjutkan ke air terjun Sendang Gile dan Tiu Keleb.
Masya Allah, gemeteran nih lutut uzur menyusuri anak tangga hihi.
ketemu bule-bule jerman di Sendang Gile
Pakai loncat-loncat batu menyeberangi sungai segala! Dandannya kayak mo ke mall pake kalung etnik dan sandal santai hihi..dasar daku backpacker alay hehe..jangan mau kalah dengan Ibu Imas, mamanya Hanifah yang energik, juga Aulia dan Fatih, backpacker junior yang ikut serta dalam trip kami kali ini. Masya Allah, pada lincah dan kuat yaa!

Hosh..hosh..Air terjun pertama Sendang Gile, sayangnya kami terlalu lama disana dan menuju air terjun kedua yang ternyata lebih besar, indah sudah agak sore. Namanya Tiu Keleb. Air terjunnya besar dan bak tirai melingkupi kami. Subhanallah, indahnya Rabbi..

 Menurut pemandu kami, anak muda lokal ada lagi air terjun ketiga yang jauh lebih indah tapii perjalanan memakan waktu sehari. Glek!

hiking bareng muslimah backpacker seru


Encok juga hihi tapi perasaan riang gembira. Tak peduli baju basah sah! Pulangnya kemalaman, kedinginan pakai baju basah di Elf. Tapi, derita itu tersembuhkan karena kami akan menyantap sate belige! Yippiee!



jembatan yang tinggi menuju Tiu Keleb tapi ngga ada pegangannya pengen ngesot karena atuut





bersama Founder MB Imazahra belajar banyak darinya
kecapean hiking menuju tiu keleb hihi

Cuma bisa mengucap, Alhamdulillah..pengalaman pertama jadi backpacker
Love you Pak Bagus, hehe...



Bersambung

Photo Courtesy of Andrie Potlot


2 comments:

  1. Pemandangannya jos markojos mbak, ditunggu cerita selanjutnya.

    ReplyDelete
  2. Asyik dan seru ya mbaak, jadi ngiler he he he

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...